Padang, Seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang tancap gas menata masa depan kawasan pesisir. Melalui Dinas Perikanan dan Pangan, pemerintah daerah mulai mematangkan rencana Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang bakal berjalan penuh pada 2027 mendatang.
Langkah awal ini ditandai lewat forum sosialisasi bersama kelompok nelayan Batang Arau dan Pantai Manis di kantor dinas terkait pada Jumat (23/10/2026). Pertemuan ini mempertemukan langsung para pemangku kebijakan dengan belasan perwakilan nelayan yang menggantungkan hidup dari laut.
Pemerintah kota merancang program tersebut bukan sekadar sebagai agenda fisik biasa. Program ini membawa misi besar untuk mengangkat derajat ekonomi keluarga nelayan sekaligus menata wajah pesisir kota secara berkesinambungan.
Sinergi APBN dan Target Cetak Biru Kawasan Pesisir
Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Muhammad Dwi Richie, menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi fondasi awal agar warga memahami arah pembangunan sejak dini. Pemerintah ingin memastikan masyarakat pesisir siap menangkap setiap peluang usaha baru yang tercipta dari penataan lingkungan mereka.
Untuk mewujudkan proyek tematik tersebut, Pemko Padang membidik kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Sinergi intensif terus berjalan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia demi mengamankan alokasi anggaran pusat.
Langkah jemput bola ke pemerintah pusat ini sejalan dengan program unggulan Padang Melayani yang diusung duet Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar anggaran negara benar-benar menyentuh kebutuhan nelayan kecil di lapangan.
Pakar perikanan dari Universitas Andalas, Prof. James Hellyward, turut hadir membedah peta jalan program tersebut dari kacamata akademis. Ia memaparkan strategi terpadu perikanan tangkap skala kecil untuk rentang 2027 hingga 2031 yang berfokus pada kenaikan produktivitas dan kepastian rantai pasok hasil tangkapan.
Harapan Nelayan Lokal Sambut Sarana Modern
Rencana besar penataan pesisir ini memantik optimisme tinggi di kalangan nelayan tradisional. Warga menyambut baik kehadiran program pemerintah yang langsung menyasar akar persoalan kerja harian mereka di laut.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lancang Kuning Batang Arau, Beni Yonafendra, menyatakan bahwa para nelayan menaruh harapan besar pada proyek fisik ini.
Ia ingin melihat kawasan dermaga dan pangkalan kapal mereka menjadi lebih tertata rapi serta memiliki fasilitas pendaratan ikan yang higienis.
Menurut Beni, ketersediaan sarana dan prasarana perikanan yang lengkap bakal memangkas biaya operasional kapal secara nyata. Para nelayan juga berharap proyek ini membuka akses permodalan dan pelatihan pengolahan ikan agar keluarga mereka bisa merintis unit usaha sampingan bernilai jual tinggi.
Kehadiran Program Kampung Nelayan Merah Putih di Batang Arau di harapkan mampu mengubah kawasan muara ini menjadi sentra perikanan mandiri yang berdaya saing tinggi di Sumatra Barat.(ar)









