Jakarta, Seriusnews.id – Banyak peternak pemula merasa kesulitan saat memilah jenis kelamin anak ayam yang baru menetas. Padahal, pemilahan jenis kelamin sejak dini memegang peran penting untuk menentukan arah pemeliharaan, baik untuk target ayam petelur maupun pedaging. Anda dapat membedakan anak ayam jantan dengan betina melalui beberapa metode sederhana tanpa harus menunggu mereka dewasa.
Langkah pertama yang paling populer dan aman bagi peternak rumahan adalah memeriksa pertumbuhan bulu sayap. Peternak profesional menyebut teknik ini sebagai feather sexing. Waktu terbaik untuk menerapkan metode ini yaitu saat anak ayam berusia satu hingga tiga hari setelah menetas dari cangkang telur.
Rentangkan sayap anak ayam secara perlahan ke arah luar di bawah pencahayaan yang terang. Perhatikan ujung bulu sayap primer di baris bawah dan bulu penutup di baris atas secara cermat. Anak ayam betina memperlihatkan bulu sayap primer yang tumbuh lebih panjang daripada bulu penutupnya, sehingga ujung bulu tampak bertingkat dua lapis.
Sebaliknya, anak ayam jantan menunjukkan ujung bulu sayap primer dan penutup yang sejajar rata. Pertumbuhan bulu sayap jantan biasanya berjalan serentak pada hari-hari pertama kehidupannya. Metode sayap ini memberikan tingkat akurasi yang cukup tinggi untuk jenis ayam persilangan tertentu.
Mengenali Perbedaan Fisik dan Ciri Kloaka
Teknik kedua yang sering digunakan oleh industri pembibitan skala besar adalah pemeriksaan kloaka atau vent sexing. Peternak melakukan metode ini saat anak ayam berumur kurang dari 24 jam karena organ dalamnya masih sangat lentur. Anda perlu membuka lipatan kloaka secara sangat hati-hati agar tidak mencederai saluran pembuangan anak ayam.
Anak ayam jantan memiliki tonjolan bundar kecil sebesar ujung jarum di bagian dalam dinding kloakanya. Sementara itu, rongga kloaka anak ayam betina tampak relatif cekung dan tidak memiliki tonjolan yang menonjol. Teknik ini membutuhkan kebiasaan serta ketelitian tinggi agar tidak menimbulkan stres pada anak ayam.
Jika anak ayam sudah melewati fase umur satu minggu, Anda dapat mengamati perkembangan fisik luar tubuhnya. Perhatikan pertumbuhan jengger di atas kepala mereka saat memasuki usia dua hingga empat minggu pemeliharaan. Anak ayam jantan menumbuhkan jengger lebih cepat, bertekstur tebal, dan menampilkan semburat warna merah lebih awal.
Jengger pada anak ayam betina justru tumbuh lebih lambat dan berukuran relatif kecil. Permukaan jengger betina juga cenderung tipis dengan warna yang masih pucat kekuningan. Tanda visual pada jengger ini semakin terlihat jelas seiring pertambahan usia anak ayam.
Mengamati Postur dan Ketebalan Kaki
Selain jengger, postur tubuh dan ketebalan kaki menjadi tanda pembeda berikutnya yang sangat mudah Anda amati langsung di dalam kandang. Anak ayam jantan memiliki ukuran kaki atau tarsus yang lebih besar dan tampak kokoh saat berdiri. Tubuh jantan juga berkembang lebih jangkung dengan dada yang membusung tegak ketika berjalan.
Anak ayam betina memiliki struktur kaki yang lebih ramping dan pendek daripada jantan seumurannya. Bentuk badan betina cenderung membulat dengan posisi berdirinya yang lebih rendah mendekati permukaan tanah. Gerakan betina di dalam kandang juga biasanya lebih tenang dan jarang memperlihatkan sikap agresif terhadap anak ayam lain.
Menggabungkan teknik pemeriksaan sayap di hari pertama dengan pengamatan bentuk fisik harian akan memberikan hasil pemilahan yang paling tepat. Pemilahan yang cermat sejak awal membantu Anda menyusun porsi pakan yang seimbang sesuai kebutuhan pertumbuhan masing-masing jenis kelamin. Dengan demikian, efisiensi pakan dan produktivitas kandang ternak Anda dapat meningkat pesat.(ar)









