JAKARTA, seriusnews.id – Kebiasaan orangtua terlalu fokus pada ponsel saat berinteraksi dengan anak semakin sering terjadi. Fenomena ini dikenal sebagai phubbing, yaitu mengabaikan lawan bicara karena terlalu sibuk dengan HP.
Phubbing muncul ketika orangtua lebih memilih melihat layar ponsel saat anak berbicara atau meminta perhatian. Kondisi ini banyak terjadi di tengah meningkatnya penggunaan gawai untuk pekerjaan maupun media sosial.
Survei menunjukkan sekitar 62 persen orang mengaku sering mengecek ponsel saat berkomunikasi langsung. Anak, pasangan, dan keluarga menjadi pihak yang paling sering terdampak.
Psikoterapis Anna Mathur menjelaskan, phubbing bukan selalu tanda orangtua tidak peduli. Ia menilai kebiasaan ini muncul karena tekanan teknologi dan tuntutan aktivitas harian yang tinggi.
Namun, Mathur menegaskan bahwa kebiasaan ini tetap bisa berdampak pada anak jika terjadi terus-menerus.
Dampak Phubbing pada Anak
Penelitian menunjukkan phubbing orangtua dapat membuat anak menarik diri secara sosial. Anak juga bisa merasa kurang diperhatikan dan kurang dihargai.
Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan diri, mengganggu regulasi emosi, dan memengaruhi cara anak membangun hubungan sosial.
Anak juga berisiko meniru kebiasaan tersebut saat dewasa.
Cara Mengurangi Kebiasaan Phubbing
Anna Mathur menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi kebiasaan ini:
- Gunakan aplikasi pembatas HP
Batasi akses media sosial agar tidak terus membuka ponsel tanpa tujuan. - Jelaskan aktivitas ke anak
Sampaikan saat sedang menggunakan HP agar anak memahami situasi. - Terapkan zona bebas HP
Jauhkan ponsel dari ruang tertentu seperti kamar tidur atau ruang keluarga. - Fokus saat anak berbicara
Tatap mata anak dan beri perhatian penuh selama beberapa detik saat mereka mulai berbicara.
Phubbing terlihat sederhana, tetapi dapat berdampak besar pada perkembangan emosional anak. Orangtua perlu mengatur penggunaan HP agar tetap hadir secara penuh dalam interaksi keluarga. (nr*)









