Gubernur Mahyeldi Ajak Jadikan Budaya Bersih Gaya Hidup

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama sejumlah pejabat saat menghadiri Gerakan Indonesia Asri (ASRI), Jumat (10/7/2026). (poto: padangkita.com).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama sejumlah pejabat saat menghadiri Gerakan Indonesia Asri (ASRI), Jumat (10/7/2026). (poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak masyarakat luas untuk menerapkan budaya bersih gaya hidup sehari-hari secara konsisten. Langkah nyata ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas dari penumpukan sampah. Mahyeldi menegaskan bahwa keberhasilan program ini menuntut partisipasi aktif seluruh elemen warga, bukan hanya menjadi beban pemerintah daerah semata.

Pernyataan tersebut mengemuka saat Gubernur menghadiri Gerakan Indonesia Asri (ASRI) Tahun 2026 di lapangan Pantai Cimpago Purus, Kota Padang, Jumat (10/7/2026). Kegiatan massal ini mengusung tema penting yaitu “Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, Indonesia Hebat”. Gerakan serentak ini menjadi program nasional demi menciptakan kawasan yang aman, sehat, asri, dan indah di seluruh penjuru tanah air.

Menurut Mahyeldi, gerakan ini sangat selaras dengan nilai-nilai agama serta arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Ia meminta seluruh masyarakat mengambil bagian secara aktif agar program ini membawa dampak positif jangka panjang. Penerapan kebiasaan ini secara konsisten tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mendatangkan kebahagiaan dan kesehatan bagi lingkungan sekitar.

Kesadaran Kelola Sampah Tekan Biaya Anggaran Daerah

Gubernur mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari unit terkecil. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya harus menjadi nilai dasar yang tertanam sejak di lingkungan keluarga. Saat ini, persoalan limbah domestik masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pemko Padang Perbarui Kemitraan Sister City Hildesheim Jerman

Rendahnya tingkat kesadaran warga dalam memilah sampah berdampak langsung pada lonjakan biaya penanganan kebersihan setiap tahunnya. Sebagai contoh konkret, Pemerintah Kota Padang harus menggelontorkan dana sekitar Rp24 miliar per tahun khusus untuk mengurus masalah sampah. Anggaran fantastis tersebut merupakan konsekuensi logis dari perilaku masyarakat yang belum disiplin menjaga kebersihan fasilitas umum.

Mahyeldi menekankan bahwa besarnya biaya operasional tersebut mencerminkan cerminan kedisiplinan kolektif di tengah lingkungan sosial. Ketika kesadaran warga menurun, anggaran daerah otomatis tersedot untuk aktivitas pengangkutan, pengolahan, dan pembersihan sampah di lapangan. Dana publik yang harusnya bisa untuk sektor lain akhirnya habis demi mengatasi dampak kecerobohan perilaku manusia.

Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Sumbar Mulai Penuh

Kondisi ini semakin diperparah oleh fakta bahwa sebagian besar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia telah melebihi daya tampung. Ancaman serius serupa kini mulai membayangi fasilitas TPA Regional Sumatera Barat yang mengelola sampah dari berbagai kabupaten dan kota. Pemerintah provinsi melihat fenomena ini sebagai alarm keras yang membutuhkan solusi cepat serta berkelanjutan.

Mahyeldi menegaskan bahwa perluasan lahan TPA bukan lagi solusi tunggal yang efektif untuk mengatasi ledakan volume sampah. Penuntasan masalah mendasar ini harus bermula dari hulu melalui perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga. Warga harus mulai membiasakan diri mengurangi dan mengelola sisa konsumsi harian dari sumbernya langsung.

Guna mengawal perubahan perilaku ini, Gubernur menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertindak di garda terdepan. Petugas penegak perda wajib melakukan edukasi humanis, menertibkan baliho liar, serta melarang pemasangan paku pada pohon pelindung. Satpol PP juga bertugas menata pedagang kaki lima sekaligus menyosialisasikan larangan membuang sampah ke aliran sungai.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Lepas Mandatory Ride MBI Medan di Padang

Edukasi Hulu Sungai Cegah Pencemaran Pantai Padang

Langkah preventif di kawasan hulu menjadi fokus utama karena mayoritas sampah di pesisir pantai berasal dari kiriman sungai. Oleh karena itu, sosialisasi kepada warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai wajib diperkuat secara masif. Penyelamatan ekosistem pantai hanya bisa tercapai jika masyarakat menghentikan kebiasaan membuang limbah ke sungai sejak dari wilayah hulu.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri 2026 di wilayah Sumbar ini juga menyajikan beragam aktivitas sosial yang melibatkan masyarakat luas. Panitia menyelenggarakan Aksi ASRI, gerakan penanaman pohon, pasar murah, aksi donor darah, hingga transformasi pelayanan humanis dari Satpol PP. Seluruh elemen mulai dari TNI, Polri, mahasiswa, pelajar, hingga warga sipil tampak memadati lokasi acara.

Sejumlah pejabat daerah seperti Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra dan Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat turut hadir. Acara ini juga mempertemukan para Kepala Satpol PP serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah se-Sumatera Barat untuk memperkuat komitmen bersama. Mahyeldi berharap momentum ini melahirkan kesadaran kolektif demi mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan bagi generasi penerus.(ar)

Berita Terkait

Tips Aman Makan Nasi Padang untuk Penderita Diabetes
Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit
Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks
Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi
Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis
RSUP M Djamil Edukasi ASN Daftarkan Anggota Keluarga Tambahan ke JKN
Pemko Pariaman Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Penyakit
Andre Rosiade Tuntaskan Kebutuhan Air Bersih RSUP M Djamil Padang Lewat Sumur Bor 124 Meter
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Tips Aman Makan Nasi Padang untuk Penderita Diabetes

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis

Berita Terbaru

Deretan emas batangan Antam di Pegadaian siap diperjualbelikan seiring turunnya harga jual dan buyback hari ini.(poto: AI).

Bisnis

Harga Emas Antam Pegadaian Turun Hari Ini: Cek Rinciannya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:51 WIB

Instruktur memandu teknik pengereman motor matik di lintasan Astra Motor Safety Riding Center.(ilustrasi poto: AI).

Otomotif

Trik Mencegah Rem Blong Motor Matik di Turunan Panjang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:40 WIB

Ilustrasi Suasana jalanan kota saat hujan lebat dan langit mendung gelap, masyarakat diimbau waspadai potensi cuaca ekstrem.(poto: AI).

Nasional

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:35 WIB

Rais A’am KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Kikin pimpin Apel Hari Santri 2026 di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (22/10).(poto: kompas.com).

Nasional

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:31 WIB