Padang, Seriusnews.id – Pencinta kuliner Minang kerap menganggap rendang dan gulai sebagai musuh utama penderita diabetes melitus. Makanan khas Sumatra Barat ini memang terkenal sarat santan gurih, minyak, serta porsi nasi yang melimpah.
Tim gizi Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang meluruskan anggapan keliru tersebut dalam sesi bincang kesehatan di Poliklinik Khusus, Jumat (23/10/2026). Pasien diabetes nyatanya tetap boleh menyantap hidangan khas Minang secara aman.
Kuncinya terletak pada kecermatan mengatur porsi makan serta menyiasati teknik pengolahan bumbu di dapur.
Siasat Memilih Menu dan Trik Mengolah Masakan
Ahli gizi Henny Fitri Yanti mengingatkan penderita diabetes agar mewaspadai asupan lemak jenuh dari kuah santan kental. Lemak jenuh berlebih memicu komplikasi kardiovaskular, sedangkan penderita diabetes menanggung risiko penyakit jantung yang jauh lebih tinggi.
Selain santan kental, kebiasaan menambah porsi nasi putih hangat juga langsung memicu lonjakan kadar gula darah. Pasien perlu beralih ke menu berbasis ikan atau daging tanpa lemak yang minim minyak goreng.
Menu berkuah asam pedas seperti ikan asam padeh atau soto Padang berkuah bening menjadi pilihan yang jauh lebih bersahabat. Pasien sebaiknya mengolah masakan dengan metode mengukus, merebus, atau memanggang daripada menggoreng rendam (deep frying).
Juru masak keluarga juga bisa mengganti santan kental dengan santan encer agar beban kalori hidangan menyusut. Dapur Minang memiliki keunggulan rempah alami melimpah seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, dan cabai merah segar.
Rempah-rempah asli ini menghasilkan rasa gurih alami tanpa menuntut tambahan garam dapur atau gula pasir. Pasien pun dapat menikmati cita rasa autentik Minang tanpa membahayakan kestabilan gula darah harian mereka.
Trik Menghadapi Meja Prasmanan dan Takaran Piring
Pesta adat Minang kerap menyajikan jamuan prasmanan yang memancing nafsu makan tak terkendali. Tamu pesta yang mengidap diabetes sering kalap mencicipi seluruh lauk tanpa memperhitungkan batas kalori.
Henny menyarankan pasien menetapkan batasan porsi di piring sejak awal sebelum mengambil hidangan di meja prasmanan. Pasien mesti mengabaikan godaan untuk mengambil semua jenis lauk gurih yang tersaji di hadapan mata.
Pasien sebaiknya menerapkan panduan porsi piring makan anjuran Kementerian Kesehatan RI secara konsisten. Pasien mesti mengisi separuh piring makan dengan sayuran rebus dan potongan buah segar.
Separuh bagian piring lainnya baru di bagi rata untuk makanan pokok karbohidrat serta lauk pauk berprotein. Komposisi ini otomatis memangkas porsi nasi putih berlebih dan meningkatkan asupan serat pangan yang menahan laju gula darah.
Pasien juga wajib memilih buah potong segar daripada minuman jus buah yang sarat gula cair. Melalui penerapan pola makan disiplin ini, penderita diabetes dapat merawat kestabilan tubuh sekaligus tetap menikmati warisan kuliner Minang.(ar)









