Kota Padang, seriusnews.id – Gemerlap tata cahaya dan dentuman musik mengiringi malam penutupan ajang Padang Fashion Summit 2026 di The ZHM Premiere Hotel Padang, Senin (10/8/2026). Oleh karena itu, para model melangkah anggun menyusuri titian peraga sembari memamerkan keindahan wastra tradisional khas Sumatera Barat.
Selain itu, perhelatan mode berskala besar ini berhasil memadukan kekayaan tradisi leluhur dengan sentuhan desain kontemporer yang elegan. Hasilnya, penonton menyaksikan karya seni berkelas yang menyorot identitas budaya lokal Minangkabau di atas panggung.
Di samping itu, desainer kebanggaan Kota Padang, Fomalhaut Zamel, tampil sebagai penutup pamungkas yang menyihir perhatian seluruh penonton. Sang perancang menghadirkan rancangan etnik modern dengan karakter yang amat kuat dan memikat.
Selanjutnya, sebanyak 14 busana melintasi panggung malam itu, meliputi delapan busana wanita dan enam busana pria. Kendati demikian, seluruh koleksi tersebut tetap mengusung benang merah etnik yang menyatu secara harmonis dengan tema utama perhelatan, Manaruko Rupo.
Bahkan, permainan siluet elegan, teknik pelapisan busana yang rumit, serta pemilihan bahan memperlihatkan kedalaman karakter tekstil Sumatera Barat. Oleh sebab itu, Fomalhaut mengolah kain tenun tradisional secara brilian menjadi bagian utama dari konstruksi busana.
Koleksi Etnik Fomalhaut Zamel Terinspirasi Gaya Busana Bedouin
Sementara itu, Fomalhaut mengaku bahwa inspirasi utama koleksi teranyarnya berasal dari pola kehidupan masyarakat Bedouin di Jazirah Arab. Pasalnya, kaum nomaden tersebut mengenakan pakaian berlapis dan penutup wajah untuk menyiasati cuaca ekstrem gurun pasir.
Dengan demikian, ia kemudian mengadopsi gaya fungsional itu lalu memadukannya secara apik dengan kain tenun khas Sumatera Barat. Alhasil, peleburan dua budaya ini menghasilkan busana yang unik tanpa menghilangkan identitas lokal Minangkabau.
Tak hanya itu, warna-warna nuansa bumi yang gelap seperti cokelat tua, marun gelap, burgundy, dan biru navy mendominasi seluruh peragaan. Oleh karena itu, paduan warna matang tersebut memancarkan kesan misterius sekaligus mewah di bawah tata cahaya panggung.
Lebih lanjut, seluruh motif tenun yang tampil merupakan karya orisinal yang ia rancang dan produksi secara khusus. Oleh sebab itu, proses pengerjaan motif baru ini membutuhkan ketelitian tinggi serta uji coba berulang kali demi mencapai hasil sempurna.
Deretan Desainer Mancanegara Unjuk Gigi Di Panggung Padang
Di sisi lain, panggung Fashion Parade 3 juga menyuguhkan deretan rancangan memukau dari berbagai talenta mode tanah air. Contohnya, desainer ternama seperti Refri Yulianto, SMKN 8 Padang, Ganevo x Riza, hingga Zhio William x Limpapeh turut memamerkan busana terbaik mereka.
Selain itu, kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran rancangan khusus dari Ridho Hassmar, IYIN, Rela Tulisia x Khalifa, dan Uzzy Butik. Dengan demikian, para perancang memperlihatkan kekayaan ide kreatif yang memperkaya variasi gaya busana pada malam penutupan.
Bahkan, ajang bergengsi ini makin menegaskan kelasnya berkat partisipasi perancang busana ternama dari mancanegara. Sebagai dampaknya, Arma Couture asal Malaysia dan Fuzeedesigns asal Australia ikut menampilkan karya terbaik mereka di hadapan para penikmat mode.
Perputaran Uang Puluhan Miliar Memacu Ekonomi Kota Padang
Selanjutnya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh desainer dan pelaku industri kreatif yang terlibat. Sebab, ia mengungkapkan bahwa rangkaian perayaan Hari Jadi ke-357 Kota Padang ini memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Berdasarkan data riset Bagian Perekonomian, perputaran uang masyarakat mencapai angka lebih dari 46 miliar rupiah selama empat hari penyelenggaraan. Oleh karena itu, angka fantastis tersebut membuktikan bahwa perhelatan mode ini mampu menggerakkan roda perekonomian warga secara langsung.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Padang berkomitmen terus memfasilitasi talenta muda dan mengembangkan subsektor ekonomi kreatif, seperti seni dan fesyen. Langkah strategis ini bertujuan mendukung ambisi besar Padang untuk bertransformasi menjadi kota kreatif berstandar internasional.
Di samping itu, Fadly Amran menargetkan tingkat kunjungan wisatawan mencapai 10 juta orang dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Sebab, pemerintah daerah meyakini bahwa penyelenggaraan ajang berkelas internasional menjadi kunci utama untuk menarik minat pengunjung global.
Akhirnya, Pemerintah Kota Padang merencanakan eskalasi acara yang jauh lebih besar pada penyelenggaraan edisi tahun depan. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan kedatangan minimal 60 tamu dari berbagai negara untuk menyukseskan International Padang Fashion Summit mendatang.(ar)









