Agam, Seriusnews.id – Peristiwa kecelakaan microbus PT Sarah mengejutkan para pengguna jalan raya di kawasan perbatasan antarwilayah Sumatera Barat. Armada angkutan penumpang umum tersebut terjun bebas ke aliran sungai di Jorong Ujuang Guguak, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam pada Sabtu (17/10/2026) sore.
Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika arus kendaraan sedang ramai melintas. Warga sekitar langsung berhamburan mendekati lokasi setelah mendengar suara benturan keras dari arah jembatan.
Microbus yang membawa tujuh penumpang tersebut melaju dari arah Payakumbuh menuju Kota Padang. Laju kendaraan mendadak oleng saat sang sopir berupaya mendahului kendaraan lain di depannya.
Kendaraan umum tersebut kehilangan kendali tepat saat ruang gerak menyalip menyempit menjelang area jembatan. Sopir tidak mampu menyeimbangkan kemudi hingga laju mobil mengarah tak terkendali ke tepi pembatas jalan.
Sebelum terhempas ke dasar sungai, badan microbus menyenggol fasilitas umum di pinggir jalan raya. Kendaraan tersebut menghantam keras tiang lampu penerangan jalan hingga roboh ke aspal.
Benturan pertama itu gagal menahan laju kendaraan yang meluncur deras ke jurang tepian sungai. Mobil antar-kota ini akhirnya terperosok dan berhenti di badan aliran sungai bawah jembatan.
Kronologi Detik Menit Kecelakaan Tunggal di Jembatan Baso
Aparat wilayah setempat mengonfirmasi titik persis lokasi jatuhnya angkutan umum lintas kabupaten tersebut. Wali Jorong Ujuang Guguak, A Datuak Putiah, membenarkan bahwa peristiwa itu merupakan murni kecelakaan tunggal.
Saksi mata di lokasi melihat manuver berbahaya angkutan umum itu beberapa saat sebelum terperosok. Kendaraan melaju kencang untuk mengambil jalur kanan mendahului mobil di depannya.
“Awalnya bus hendak menyalip. Saat mendekati jembatan, kendaraan kehilangan kendali dan langsung bergerak ke sisi kiri jalan,” tutur A Datuak Putiah saat berada di lokasi kejadian.
Manuver mendadak tersebut membuat ban microbus tergelincir ke bahu jalan yang curam. Mobil langsung menghantam tiang penerangan jalan sebelum terjun ke aliran sungai yang berada di bawah jembatan.
Warga sekitar bergerak cepat turun ke sungai sesaat setelah mobil mendarat di air. Para saksi mata bersama pengguna jalan lain bergotong royong mengeluarkan penumpang dari dalam kabin bus.
Aksi pertolongan darurat warga berhasil menyelamatkan para penumpang dari jebakan air sungai. Proses evakuasi manual ini berlangsung dramatis di tengah kepanikan warga yang berkerumun di sekitar jembatan.
Kondisi Penumpang Usai Dievakuasi Petugas dari Dasar Sungai
Insiden maut ini tidak menelan korban jiwa dari pihak penumpang maupun awak kendaraan. Tujuh penumpang di dalam microbus dilaporkan selamat meski mengalami berbagai tingkat luka fisik.
Warga dan pengendara yang melintas langsung mengangkut seluruh korban luka dari lokasi kejadian. Warga membawa para korban menuju fasilitas kesehatan terdekat guna menerima penanganan medis secepatnya.
Kecelakaan tunggal ini memicu kemacetan panjang arus kendaraan dari dua arah berlawanan. Antrean kendaraan bermotor mengular dari jalur arah Payakumbuh menuju Bukittinggi dan Padang.
Personel gabungan dari Polsek Baso bersama anggota TNI segera turun ke titik kejadian. Aparat keamanan langsung membagi tugas mengamankan perimeter dan mengatur aliran lalu lintas yang tersendat.
Petugas kepolisian mengurai kerumunan massa yang memadati trotoar serta pagar pengaman jembatan. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko bahaya tambahan serta memperlancar arus mobil ambulans.
Aparat keamanan terus berjaga di sekitar lokasi sembari mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata. Pihak kepolisian masih mendalami insiden ini dan belum menerbitkan keterangan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan.(ar)









