Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang mempercepat proyek pembangunan hunian tetap Padang bagi warga yang terdampak bencana alam. Langkah strategis ini berlangsung melalui sinergi erat bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta PLN UP3 Padang.
Tim gabungan menggelar peninjauan langsung di lokasi proyek pada Selasa (11/8) untuk memeriksa kondisi lapangan. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan pemantauan yang menyasar dua wilayah utama pemukiman baru tersebut.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri kegiatan peninjauan bersama Staf Ahli Kementerian PKP Teddy Paul H Siagian. Kepala Dinas Perumahan Rakyat Ir Tri Hadiyanto, Kepala Dinas Pertanahan Drs Desmon Danus, serta Asisten Manajer Perencanaan PLN UP3 Padang Yofrialdi turut mendampingi rombongan.
Awak media juga mengikuti seluruh rangkaian peninjauan guna menyebarkan informasi pembangunan kepada masyarakat luas. Langkah transparan ini bertujuan memastikan publik mendapatkan perkembangan terbaru mengenai hunian layak tersebut.
Peninjauan Lapangan Memastikan Kesiapan Lahan Pembangunan Huntap Padang
Rombongan meninjau lokasi pertama di Kampung Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Pemerintah menyiapkan lahan seluas area tersebut untuk membangun 183 unit rumah aman bagi korban bencana.
PLN UP3 Padang langsung merancang kebutuhan jaringan listrik agar pasokan energi mengalir lancar ke setiap rumah. Akses listrik yang stabil akan membantu warga menjalankan aktivitas harian tanpa hambatan.
Rombongan kemudian melanjutkan pemantauan ke kawasan Bumi Perkemahan Koto Tangah di Kelurahan Balai Gadang. Kawasan ini menjadi lokasi pembangunan 141 unit hunian pada pelaksanaan tahap pertama.
Para pekerja telah menyelesaikan sekitar 90 unit rumah hingga saat peninjauan berlangsung di lapangan. Pemerintah menargetkan penuntasan seluruh pembangunan tahap pertama ini pada November 2026 mendatang.
PLN Siapkan Jaringan Listrik Untuk Ratusan Hunian Tetap
PLN UP3 Padang menyiapkan infrastruktur kelistrikan terpadu untuk menopang kedua lokasi hunian baru tersebut. Secara keseluruhan, BUMN ini siap memasok listrik ke 324 unit rumah di seluruh kawasan.
Langkah ini menjamin masyarakat menempati bangunan yang aman sekaligus menikmati fasilitas energi yang andal. Kehadiran listrik yang memadai menjadi fondasi penting bagi pemulihan kehidupan warga pascabencana.
Ketersediaan listrik yang lancar mempermudah warga dalam memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Anak-anak dapat belajar dengan pencahayaan yang terang pada malam hari tanpa gangguan.
Fasilitas listrik juga mendukung kelancaran komunikasi dan memicu bangkitnya kegiatan ekonomi warga setempat. Kehidupan masyarakat diharapkan kembali produktif serta semakin sejahtera di lingkungan baru.
Dukungan Listrik Mendorong Pemulihan Kehidupan Dan Ekonomi Warga
General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian PKP sejak awal perencanaan.
Ririn menyampaikan bahwa listrik hadir bukan sekadar memasang jaringan atau mendirikan gardu distribusi. Perusahaan ingin memastikan masyarakat terdampak bencana dapat kembali menata masa depan mereka dengan nyaman.
Keberadaan energi listrik membuka peluang besar bagi warga untuk mengembangkan usaha mandiri di rumah. Pasokan listrik yang stabil menjadi penggerak utama dalam membangun kembali ekonomi keluarga.
Kolaborasi lintas instansi ini membuktikan kepedulian pemerintah dan BUMN dalam merespons kebutuhan korban bencana. Sinergi yang kuat ini siap menghadirkan hunian yang layak, terang, dan berkelanjutan.(ar)









