Peserta Seminar LONGEVITALOGY Gelar Bakti Sosial dan Terapi Gratis

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta seminar Longevitalogy gelar bakti sosial.

Peserta seminar Longevitalogy gelar bakti sosial.

Muara Bungo, Seriusnews.id–Seminar I Longevitalogy kelas dasar menengah sukses berlangsung di Hotel Independent, Muaro Bungo, pada 12 hingga 16 Mei 2026. Sebanyak 64 peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan tersebut untuk mempelajari metode penyembuhan dan pengembangan kesehatan melalui Longevitalogy.

Panitia menghadirkan sejumlah guru atau Laoshe berpengalaman. Mereka terdiri dari Ongko Laoshe, Lilik Laoshe, Harijono S. Laoshe dari Surabaya, serta Yennita Tjo Laoshe dari Jambi. Para Laoshe membimbing peserta selama lima hari melalui teori, praktik, dan pelayanan sosial.

Seminar berlangsung setiap malam mulai pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pada sesi malam, para Laoshe membimbing proses pembukaan cakra peserta secara bertahap. Setelah itu, peserta mengikuti sesi tanya jawab agar lebih memahami materi seminar.

Peserta tidak hanya mempelajari teori. Mereka juga mempraktikkan terapi kepada pasien selama empat hari. Melalui praktik tersebut, peserta memahami teknik dasar Longevitalogy sekaligus menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.

Pada siang hari, panitia menggelar bakti sosial di Vihara Padmakirti mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Dalam kegiatan itu, peserta memberikan pelayanan terapi secara sukarela kepada masyarakat. Warga menyambut kegiatan tersebut dengan antusias karena mereka merasakan manfaat terapi secara langsung.

Baca Juga :  Favorit Banyak Orang, Tapi Diam-Diam Bikin Perut Cepat Buncit

Panitia menggratiskan seluruh rangkaian seminar dan pelayanan terapi. Mereka membuka kesempatan belajar bagi masyarakat yang ingin mengenal Longevitalogy tanpa biaya. Semangat utama kegiatan ini ialah membantu sesama dengan kasih sayang dan kepedulian.

Longevitalogy mengajarkan pentingnya cinta kasih, kesabaran, dan ketulusan saat membantu orang lain. Para peserta belajar melayani tanpa mengharapkan popularitas, keuntungan, maupun imbalan pribadi. Melalui pelayanan tersebut, Longevitalogy berupaya menumbuhkan nilai kebaikan dalam kehidupan manusia.

Penemu Longevitalogy, Lin Tze-Hung, menjelaskan bahwa metode ini memanfaatkan tubuh manusia sebagai saluran penerima energi alam semesta. Setelah mengikuti beberapa tahapan kelas, murid dapat membuka cakra mereka. Selanjutnya, mereka meningkatkan kesehatan melalui meditasi dan latihan penyembuhan diri.

Selain meningkatkan kesehatan pribadi, peserta juga dapat membantu kesehatan orang lain melalui metode Longevitalogy. Guru Lin Tze-Chen dan Guru Wei Yu-Feng kemudian mengembangkan ajaran tersebut hingga semakin dikenal di berbagai negara.

Baca Juga :  Kebiasaan Sehat Agar Tidak Mudah Sakit: 7 Cara Mudah Sehari-hari

Seminar perdana kelas dasar menengah di Muaro Bungo berjalan lancar berkat kerja sama seluruh panitia. Marnis memimpin kepanitiaan sebagai ketua. Yulina menjalankan tugas bendahara, sedangkan Herwani membantu sebagai wakil bendahara. Panitia lain yang turut menyukseskan kegiatan ini ialah Englia, Suryanto, Meliati, Maliana, Purnomo, dan Tijan.

Dalam waktu dekat, panitia berencana membuka terapi center di Muaro Bungo untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan awal.

Harijono S. Laoshe menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan belajar bersama di Muaro Bungo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana berbagi ilmu sekaligus mempererat rasa kemanusiaan.

“Kami para guru juga berterima kasih karena mendapat kesempatan belajar bersama dan berbagi ilmu Longevitalogy. Membantu sesama dengan penuh welas asih akan membawa kesehatan rohani dan jasmani. Berlatih, berlatih, dan terus berlatih,” ujarnya. (ms)

Berita Terkait

Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit
Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks
Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi
Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis
RSUP M Djamil Edukasi ASN Daftarkan Anggota Keluarga Tambahan ke JKN
Pemko Pariaman Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Penyakit
Andre Rosiade Tuntaskan Kebutuhan Air Bersih RSUP M Djamil Padang Lewat Sumur Bor 124 Meter
TP PKK Padang Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Hari Jantung Sedunia
Berita ini 211 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:43 WIB

RSUP M Djamil Edukasi ASN Daftarkan Anggota Keluarga Tambahan ke JKN

Berita Terbaru

Pemko Padang memacu proyek trotoar di Pasar Raya dan Jalan Samudera.(poto: padangkita.com).

Regional

Pemko Padang Kebut Jalur Pedestrian Pasar Raya dan Pantai

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:58 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).(poto: istimewa).

Nasional

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:53 WIB

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.(poto: radarsumbar.com).

Islami

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:49 WIB

Ilustrasi Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan perahu karet untuk mencari balita hilang di Padang Pariaman.(poto: AI).

Regional

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:44 WIB