Kota Padang, seriusnews.id – RSUP Dr. M. Djamil mulai memasuki tahap penting dalam rencana pengembangannya dengan menggelar forum konsultasi publik terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA).
Forum ini menjadi ruang resmi untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pengembangan rumah sakit.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Rabu (15/6/2026). Pemerintah Kota Padang, pihak rumah sakit, dan sejumlah pemangku kepentingan hadir untuk membahas dampak sosial dan lingkungan dari proyek tersebut.
Pemkot Padang Tekankan Keterlibatan Publik
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan di daerah harus melibatkan masyarakat sejak tahap awal. Ia menilai keterbukaan informasi menjadi kunci agar pembangunan berjalan seimbang antara kebutuhan infrastruktur dan keberlanjutan lingkungan.
Fadly menyatakan bahwa Pemkot Padang mendukung penuh pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Ia menekankan bahwa proyek ini sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota pintar dan kota sehat yang berorientasi pada pelayanan publik.
Ia juga menegaskan bahwa investasi sektor kesehatan memberi dampak luas, tidak hanya bagi Kota Padang, tetapi juga masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan.
Direktur Utama Dovy Djanas menjelaskan bahwa pengembangan rumah sakit dilakukan karena tingginya kebutuhan layanan kesehatan. Ia menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sudah mendekati 90 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan tinggi pada fasilitas layanan kesehatan yang ada saat ini. Karena itu, pihak rumah sakit menilai penambahan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mendesak.
Manajemen rumah sakit menyiapkan anggaran sekitar Rp1 triliun untuk mendukung pengembangan fasilitas. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun dua gedung utama, yaitu Central Medical Unit dan gedung rawat inap baru.
Proyek ini juga masuk dalam daftar delapan rumah sakit yang mendapat pembiayaan dalam program pengembangan layanan kesehatan nasional. Pelaksanaan pembangunan di targetkan mulai berjalan pada pertengahan 2027.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah juga melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rumah sakit. Semua pihak diberi ruang untuk menyampaikan masukan secara langsung.
Forum ini berfungsi sebagai sarana dialog terbuka agar setiap rencana pengembangan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan sejak awal. Pemerintah berharap partisipasi publik dapat meningkatkan kualitas perencanaan proyek.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh tahapan pengembangan akan mengikuti kajian komprehensif melalui Amdal dan ESIA. Langkah ini di lakukan untuk memastikan dampak lingkungan dapat di minimalkan secara terukur.
Dovy Djanas menegaskan bahwa pengembangan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas layanan, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Sumatera bagian tengah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Padang dalam mendukung rencana pengembangan tersebut.(ar)









