RSUP Dr. M. Djamil Padang Libatkan Publik dalam Konsultasi Amdal dan ESIA

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan di daerah harus melibatkan masyarakat sejak tahap awal.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan di daerah harus melibatkan masyarakat sejak tahap awal.

Kota Padang, seriusnews.id – RSUP Dr. M. Djamil mulai memasuki tahap penting dalam rencana pengembangannya dengan menggelar forum konsultasi publik terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA).

Forum ini menjadi ruang resmi untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pengembangan rumah sakit.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Rabu (15/6/2026). Pemerintah Kota Padang, pihak rumah sakit, dan sejumlah pemangku kepentingan hadir untuk membahas dampak sosial dan lingkungan dari proyek tersebut.

Pemkot Padang Tekankan Keterlibatan Publik

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan di daerah harus melibatkan masyarakat sejak tahap awal. Ia menilai keterbukaan informasi menjadi kunci agar pembangunan berjalan seimbang antara kebutuhan infrastruktur dan keberlanjutan lingkungan.

Fadly menyatakan bahwa Pemkot Padang mendukung penuh pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Ia menekankan bahwa proyek ini sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota pintar dan kota sehat yang berorientasi pada pelayanan publik.

Baca Juga :  Pemko Pariaman Luncurkan Layanan Antar Jemput Gratis untuk Pasien Rujukan RSUD dr Sadikin

Ia juga menegaskan bahwa investasi sektor kesehatan memberi dampak luas, tidak hanya bagi Kota Padang, tetapi juga masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan.

Direktur Utama Dovy Djanas menjelaskan bahwa pengembangan rumah sakit dilakukan karena tingginya kebutuhan layanan kesehatan. Ia menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sudah mendekati 90 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan tinggi pada fasilitas layanan kesehatan yang ada saat ini. Karena itu, pihak rumah sakit menilai penambahan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mendesak.

Manajemen rumah sakit menyiapkan anggaran sekitar Rp1 triliun untuk mendukung pengembangan fasilitas. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun dua gedung utama, yaitu Central Medical Unit dan gedung rawat inap baru.

Proyek ini juga masuk dalam daftar delapan rumah sakit yang mendapat pembiayaan dalam program pengembangan layanan kesehatan nasional. Pelaksanaan pembangunan di targetkan mulai berjalan pada pertengahan 2027.

Baca Juga :  Revitalisasi Rubanah Pasar Raya Padang Dimulai, Pemkot Tata Ulang Kawasan Perdagangan

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah juga melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rumah sakit. Semua pihak diberi ruang untuk menyampaikan masukan secara langsung.

Forum ini berfungsi sebagai sarana dialog terbuka agar setiap rencana pengembangan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan sejak awal. Pemerintah berharap partisipasi publik dapat meningkatkan kualitas perencanaan proyek.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh tahapan pengembangan akan mengikuti kajian komprehensif melalui Amdal dan ESIA. Langkah ini di lakukan untuk memastikan dampak lingkungan dapat di minimalkan secara terukur.

Dovy Djanas menegaskan bahwa pengembangan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas layanan, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Sumatera bagian tengah.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Padang dalam mendukung rencana pengembangan tersebut.(ar)

Berita Terkait

Wamenkes Tinjau Skrining TBC di Padang untuk Capai Eliminasi 2030
Pemko Padang dan PMI Perkuat Penanganan Krisis Kabut Asap di Kota Padang
RSUP Dr. M. Djamil Gelar SIV Clinical Trial Tenacity untuk Uji Obat Tenecteplase
Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan
Andre Rosiade Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Penderita Sakit Jantung di Padang
Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok
Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis
RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:28 WIB

Wamenkes Tinjau Skrining TBC di Padang untuk Capai Eliminasi 2030

Kamis, 17 September 2026 - 21:20 WIB

Pemko Padang dan PMI Perkuat Penanganan Krisis Kabut Asap di Kota Padang

Senin, 14 September 2026 - 16:32 WIB

RSUP Dr. M. Djamil Gelar SIV Clinical Trial Tenacity untuk Uji Obat Tenecteplase

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Andre Rosiade Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Penderita Sakit Jantung di Padang

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB