Kota Padang, seriusnews.id – Lautan manusia memadati kawasan Pantai Cimpago, Kota Padang, pada Kamis malam (6/8/2026). Ribuan warga berkumpul menyaksikan kemeriahan atraksi budaya Festival Pawai Telong Telong yang menyemarakkan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Pemerintah Kota Padang menggelar agenda tahunan ini dengan melibatkan kontingen dari 11 kecamatan. Perhelatan akbar tersebut menyajikan parade kerlap-kerlip cahaya lentera hias yang memukau para pengunjung di sepanjang pesisir.
Sejumlah pejabat penting membuka secara resmi parade kebudayaan bernuansa sejarah tersebut. Wali Kota Padang Fadly Amran hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir serta Komandan Kodaeral II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung.
Acara puncaknya mengusung tema besar “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”. Tema tersebut menandai langkah awal dari seluruh rangkaian perayaan ulang tahun ibu kota Provinsi Sumatra Barat ini.
Sejumlah delegasi mancanegara dan jajaran diplomatik turut menyaksikan langsung kemeriahan parade ini. Tamu internasional yang hadir antara lain Wali Kota Hildesheim Jerman Ingo Meyer, Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella, serta Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru.
Utusan khusus dari Amerika Serikat, Malaysia, Tiongkok, hingga Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) juga meramaikan panggung kehormatan. Kehadiran para diplomat asing ini menegaskan daya tarik budaya lokal di mata dunia internasional.
Simbol Perjuangan Warga Mendorong Kebangkitan Pariwisata Kota Padang
Wali Kota Padang Fadly Amran menjelaskan bahwa tradisi lentera hias ini memiliki akar sejarah yang sangat mendalam. Pawai ini merefleksikan nilai penerangan serta pendorong semangat perjuangan masyarakat dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
Pemerintah kota kini mentransformasikan nilai historis tersebut menjadi momentum kebangkitan daerah pascabencana. Nilai solidaritas dan persatuan warga menjadi modal utama dalam memajukan perekonomian kawasan pesisir.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme warga dan para tamu undangan. Sinergi seluruh elemen masyarakat membuktikan dukungan penuh terhadap visi dan misi kejayaan Kota Padang.
Melalui festival ini, Pemkot Padang memperkuat langkah strategis menuju panggung kebudayaan tingkat internasional. Pemerintah menargetkan Kota Padang dapat menembus Jaringan Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network.
Pemerintah membidik pengakuan dunia pada kategori gastronomi melalui keanekaragaman kuliner khas Minangkabau. Kepopuleran Nasi Padang yang sudah mendunia menjadi kekuatan utama untuk meraih predikat Kota Gastronomi Dunia.
Pemerintah daerah berharap status internasional tersebut dapat menggenjot kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Peningkatan sektor pariwisata akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi kesejahteraan warga lokal.
Fadly Amran juga mengharapkan percepatan pengerjaan berbagai program pembangunan daerah maupun pusat. Sinergi antara pemerintah kota, Pemprov Sumatra Barat, dan pemerintah pusat terus berjalan demi kepentingan masyarakat luas.
Mobil Hias Padang Utara Memamerkan Tradisi Kuliner Malamang
Semarak perayaan semakin terasa saat masing-masing kecamatan memamerkan karya inovatif mereka. Kontingen Kecamatan Padang Utara menjadi salah satu peserta yang berhasil menyedot perhatian seluruh tamu undangan.
Rombongan Padang Utara tampil anggun mengenakan pakaian adat Minangkabau sembari mengawal dua mobil hias berukuran besar. Kreativitas miniatur yang mereka usung menggambarkan kearifan lokal serta potensi ekonomi daerah tempatan.
Mobil hias pertama menampilkan replika Kadai Lamang yang memperagakan proses prapembuatan kuliner tradisional malamang. Tampilan visual tersebut memperkenalkan tata cara pembuatan lemang secara langsung kepada para penonton.
Mobil hias kedua membawa ornamen biota laut seperti replika ikan dan udang berukuran raksasa. Hiasan laut ini menjadi simbol keberagaman potensi maritim di kawasan Ulak Karang Utara.
Camat Padang Utara Sa’at menyatakan bahwa pihak kecamatan telah merancang konsep parade ini sejak jauh hari. Rancangan matang tersebut bertujuan untuk menonjolkan identitas asli serta kearifan lokal wilayahnya.
Tradisi malamang melambangkan kebiasaan sosial warga, sementara tema hasil laut mencerminkan potensi perikanan Ulak Karang Utara. Sa’at menyampaikan harapan agar Kota Padang semakin maju dan sukses pada usianya yang ke-357.
Dukungan senada datang dari Kepala Seksi Perizinan dan Pendapatan Kecamatan Padang Utara Susi Fitria. Ia menyebut seluruh jajaran kecamatan mempersiapkan penampilan ini secara maksimal demi menghibur ribuan penonton.
Antusiasme Ribuan Warga Memadati Kawasan Pesisir Pantai Cimpago
Sorak-sorai penonton menggema di sepanjang garis pantai hingga kawasan Danau Cimpago. Masyarakat dari berbagai sudut kota berdatangan sejak pagi hari untuk mengamankan posisi menonton parade.
Atraksi kebudayaan ini tidak hanya menyajikan hiburan visual, tetapi juga memberikan edukasi budaya bagi generasi muda. Keberagaman pertunjukan seni setiap kecamatan berhasil memukau para pengunjung yang memadati lokasi.
Salah seorang pengunjung bernama Siti Nuraini mengaku sangat senang melihat ragam pertunjukan yang tersaji. Ia merasa terhibur oleh sajian seni budaya dan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Kota Padang.
Apresiasi tinggi juga datang dari Dinda, seorang pengunjung muda yang baru pertama kali menyaksikan festival tersebut secara langsung. Ia menilai festival tahunan ini sebagai sarana belajar sejarah dan budaya lokal yang sangat menyenangkan.
Dinda memberikan nilai sempurna sepuluh dari sepuluh untuk perhelatan akbar tersebut. Ia berharap Pemerintah Kota Padang terus mempertahankan gelaran budaya ini pada tahun-tahun mendatang.
Kemeriahan pesta rakyat ini membuktikan keselarasan antara pelestarian tradisi lokal dan pengembangan ekonomi kreatif. Suksesnya acara ini menegaskan kesiapan Kota Padang untuk melangkah ke panggung pariwisata dunia.(ar)









