Jakarta, jentik.id-Dokter spesialis gizi klinik, dr. Yohan Samudra, SpGK, menjelaskan bahwa pengidap diabetes tetap boleh makan kurma selama tidak berlebihan. Ia menegaskan penderita diabetes tidak perlu langsung menghindari kurma meski buah ini terasa manis alami.
Ia menjelaskan kurma mengandung gula dan memiliki indeks glikemik cukup tinggi. Namun, tubuh memproses kurma berbeda dibandingkan makanan manis lain karena kandungan serat dan antioksidannya.
“Walaupun indeks glikemiknya tinggi dan kandungan gulanya juga tinggi, serat dan antioksidannya membuat respons gula darah berbeda,” ujar dr. Yohan.
Ia menambahkan, serat dalam kurma memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh. Kondisi ini membantu menekan lonjakan gula darah ketika seseorang mengonsumsi kurma dalam jumlah wajar.
“Kurma tidak langsung meningkatkan gula darah secara signifikan. Pengidap diabetes masih boleh mengonsumsi kurma,” lanjutnya.
Meski diperbolehkan, dr. Yohan menekankan pentingnya pengendalian porsi. Ia mengingatkan pengidap diabetes untuk tidak mengonsumsi kurma secara berlebihan, terutama jika sudah mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula.
Ia juga menyarankan masyarakat memilih kurma tanpa tambahan gula atau pemanis buatan. Dengan pola konsumsi yang tepat, kurma tetap bisa menjadi camilan manis yang aman bagi pengidap diabetes. (nr*)









