Padang, seriusnews.id – Tim PkM UPI YPTK Padang meluncurkan program inovasi papan bunga pariaman untuk memberdayakan kelompok Industri Rumah Tangga. Langkah strategi pengabdian ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal melalui berbagai sentuhan teknologi modern.
Program bertajuk Hibah PkM BIMA Tahun Pelaksanaan 2026 ini memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selain itu, empat unit usaha yang tergabung meliputi Ridelf Florist, Pondok Kreasi Florist, Aren Advertising & Florist, serta Metari Flower.
Tim pelaksana kegiatan ini berada di bawah kepemimpinan Anita Ade Rahma bersama anggota Febri Aldi dan Olandari Mulyadi. Oleh sebab itu, mereka juga melibatkan dua mahasiswa aktif yakni Tasya Camilla dan Salsabila dalam proses pendampingan lapangan.
Sebelumnya, mitra usaha selalu memproduksi karangan bunga papan berbahan busa konvensional dengan tampilan desain yang cenderung seragam. Namun, tim pengabdian kini memperkenalkan produk standing mirror berbahan cermin reusable sebagai alternatif dekorasi yang lebih elegan.
Media cermin modern ini memanfaatkan hiasan stiker vinyl fleksibel yang sangat mudah berganti sesuai permintaan acara konsumen. Oleh karena itu, satu unit cermin dapat terpakai secara berulang untuk efisiensi biaya produksi jangka panjang.
Untuk mempercepat proses kerja, tim menyerahkan bantuan mesin cutting sticker beserta satu set perangkat komputer operasional. Bahkan, setiap IRT menerima dua unit standing mirror guna mendukung proses pembuatan desain stiker yang presisi.
Inovasi Standing Mirror Sangat Membantu Perkembangan Usaha Mitra
Tak hanya menyerahkan peralatan, tim pengabdian juga memberikan sosialisasi mendalam terkait teknis operasional penggunaan mesin cutting sticker. Selanjutnya, para pelaku usaha langsung mempraktikkan proses pencetakan hingga penempelan stiker pada permukaan cermin.
Di samping inovasi fisik produk, kegiatan ini juga memfokuskan perhatian pada penguatan literasi dan manajemen keuangan usaha. Hal ini penting karena pencatatan transaksi bulanan mitra sebelumnya masih sangat sederhana serta menyatu dengan uang pribadi.
Tim akademisi mengajarkan metode pencatatan arus kas masuk dan keluar secara tertata rapi demi kerapian laporan bisnis. Oleh karena itu, mitra kini mampu memisahkan keuangan rumah tangga dari modal operasional usaha secara terukur.
Selain itu, para pengusaha lokal mempelajari rumus perhitungan biaya produksi sekaligus penetapan harga jual barang secara rasional. Langkah terstruktur ini membantu pemilik usaha mengetahui margin keuntungan riil dari setiap pesanan yang masuk.
Para mahasiswa pendamping secara aktif membantu proses dokumentasi, pemetaan masalah finansial, hingga penyusunan laporan evaluasi berkala. Dengan demikian, pelaksanaan program Tri Dharma Perguruan Tinggi ini memberikan dampak edukatif yang konkrit bagi mahasiswa.
Pelatihan Manajemen Keuangan Memperkuat Tata Kelola Bisnis Mitra
Pada sektor pemasaran, tim pengabdian mengoptimalkan saluran promosi digital melalui pembuatan platform website bisnis kelompok usaha. Sebelum adanya program ini, para pengusaha hanya mengandalkan komunikasi tatap muka serta aplikasi WhatsApp biasa.
Sistem website baru ini berfungsi sebagai etalase digital interaktif yang menampilkan katalog lengkap beserta pilihan desain modern. Bahkan, platform digital ini terintegrasi langsung dengan WhatsApp Business untuk memudahkan calon pembeli bertransaksi.
Tim pendamping memberikan pelatihan pembuatan konten foto dan video promosi berkualitas tinggi guna memikat perhatian konsumen. Langkah kreatif ini berhasil meningkatkan visibilitas produk papan bunga di media sosial secara dramatis.
Website Bisnis Digital Mampu Memperluas Jangkauan Pasar Mitra
Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan tingkat diversifikasi produk mitra melesat pesat dari 10 persen menjadi 60 persen. Sementara itu, jangkauan pemasaran antarwilayah kabupaten juga melonjak tajam dari 10 persen mencapai 70 persen.
Ketua tim pengabdian Anita Ade Rahma menegaskan komitmennya untuk terus memantau keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat ini secara konsisten. Sebab, sinergi nyata antara perguruan tinggi dan UMKM lokal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(ar)









