Pesisir Selatan, seriusnews.id – Pohon tumbang timpa PAUD di Nagari Kampung Tengah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (26/9/2026). Hujan lebat disertai angin kencang memicu robohnya tanaman berukuran sedang tersebut hingga merusak fasilitas pendidikan anak usia dini.
Cuaca buruk melanda kawasan Ranah Ampek Hulu Tapan sejak pukul 14.30 WIB. Hujan deras yang mengguyur secara mendadak membuat kondisi tanah melunak dan melemahkan cengkeraman akar pohon di sekitar pemukiman warga.
Peristiwa robohnya batang pohon tersebut berlangsung sangat cepat sekitar pukul 15.00 WIB. Hantaman material kayu berukuran sedang itu langsung mengenai bagian atap bangunan sekolah saat kondisi cuaca masih buruk.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berinisiatif melapor ke pihak berwenang sekitar pukul 15.30 WIB. Masyarakat sekitar memberikan informasi mendetail mengenai kondisi bangunan PAUD yang tertimpa material pohon.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Pesisir Selatan merespons laporan masyarakat secara cepat. Pihak kebencanaan langsung mendata laporan awal guna menentukan langkah evakuasi penanganan darurat di lapangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pesisir Selatan Hendri Agustian mengonfirmasi adanya insiden tersebut. Pihaknya bergerak cepat setelah menerima kabar darurat dari warga setempat.
Petugas TRC Evakuasi Material Pohon Tumbang Bersama Warga
BPBD Pesisir Selatan langsung menginstruksikan personel Tim Reaksi Cepat dari Posko Tapan menuju lokasi. Petugas membawa peralatan pemotong kayu guna mempercepat proses pembersihan material bangunan.
Tim darurat langsung memotong batang serta ranting pohon yang menindih bagian atap sekolah. Alat pemotong mesin bekerja secara intensif untuk membagi kayu menjadi bagian yang lebih kecil.
Warga sekitar lokasi kejadian turut bergerak membantu proses evakuasi bangunan PAUD tersebut. Masyarakat bahu-membahu bersama personel TRC mengangkat potongan kayu dari area atap yang rusak.
Aksi gotong royong antara warga dan petugas membuat proses penanganan berjalan lancar. Kerja sama di lapangan mempercepat pembersihan puing serta material kayu yang menghalangi fasilitas.
Petugas memastikan seluruh area fasilitas pendidikan tersebut aman dari potensi bahaya susulan. Seluruh cabang dan kayu yang berisiko merusak struktur lain berhasil disingkirkan dari lokasi.
Penanganan cepat ini berhasil mensterilkan area utama sekolah dari tumpukan ranting pohon. Aktivitas pembersihan lingkungan sekolah rampung setelah seluruh material kayu terangkut sepenuhnya.
Kerusakan Atap PAUD Mengakibatkan Kerugian Puluhan Juta
Bangunan PAUD mengalami kerusakan fisik cukup parah pada bagian struktur atap belakang. Batang pohon yang jatuh menembus genteng hingga merusak sebagian kerangka atap fasilitas belajar.
Hantaman kayu berukuran sedang membuat bagian belakang gedung tidak dapat berfungsi optimal. Material pecahan genteng dan kayu berserakan memenuhi lantai ruangan kelas bagian belakang.
BPBD Pesisir Selatan langsung menghitung perkiraan awal dampak kerusakan fisik bangunan PAUD. Petugas menginventarisir seluruh komponen gedung yang mengalami kerusakan akibat tertimpa material kayu.
Hasil perhitungan awal mencatat estimasi kerugian materiel mencapai angka Rp10 juta. Nilai tersebut mencakup perbaikan struktur atap dan pembersihan kerusakan fasilitas pendukung sekolah.
Pihak BPBD mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Warga perlu mengantisipasi keberadaan pohon tua yang rawan tumbang saat cuaca buruk melanda.
Kewaspadaan lingkungan menjadi hal krusial mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi. Warga diharapkan segera melaporkan potensi bahaya pohon rapuh di sekitar pemukiman.(ar)









