100 Tahun Jam Gadang, Seminar Internasional di Bukittinggi Bahas Sejarah dan Perannya bagi Kota

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar bertajuk Jam Gadang dalam Berbagai Perspektif itu berlangsung di rumah dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (4/6/2026).( poto : infosumbar.net )

Seminar bertajuk Jam Gadang dalam Berbagai Perspektif itu berlangsung di rumah dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (4/6/2026).( poto : infosumbar.net )

Bukit Tinggi, seriusnews.id – Pemerintah Kota Bukittinggi bersama International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 menggelar seminar internasional dalam rangka 100 Tahun Jam Gadang.

Kegiatan bertajuk Jam Gadang dalam Berbagai Perspektif itu berlangsung di rumah dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (4/6/2026).

Seminar ini menjadi ruang diskusi tentang sejarah, perubahan arsitektur, dan pengaruh Jam Gadang terhadap perkembangan Kota Bukittinggi. Penyelenggara juga menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri.

Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi, hadir sebagai pembicara kunci. Forum tersebut juga menghadirkan Gusti Asnan, Arnaud Kokosky, Berthold Damshäuser, Nanang Asfrianal, dan Les Wicks.

Refleksi Seabad Ikon Kota Bukittinggi

Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, menyebut peringatan satu abad Jam Gadang sebagai momentum penting. Menurutnya, masyarakat dapat meninjau kembali perjalanan sejarah kota sekaligus memahami nilai simbolik Jam Gadang.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite di SPBU Garegeh Bukittinggi Mengular hingga Malam

Ia menegaskan bahwa Jam Gadang telah menjadi identitas Bukittinggi sejak berdiri pada 1926. Bangunan itu terus melekat dengan citra kota hingga sekarang.

Syaiful juga menilai seminar ini dapat memperluas wawasan masyarakat. Diskusi tersebut mengajak peserta melihat Jam Gadang tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai penggerak perkembangan daerah.

Perjalanan Bukittinggi dan Kehadiran Jam Gadang

Syaiful menjelaskan bahwa sejarah Bukittinggi tumbuh dari aktivitas perdagangan sejak abad ke-18. Peran kota kemudian menguat ketika wilayah itu berkembang sebagai pusat pemerintahan dan militer pada masa kolonial Belanda di Sumatera Barat.

Dalam perkembangan tersebut, Jam Gadang hadir sebagai penanda kota. Hingga kini, keberadaannya tetap menjadi simbol yang dikenal luas.

Keberadaan Jam Gadang memberi pengaruh terhadap berbagai sektor. Dampaknya terlihat pada aktivitas ekonomi, perkembangan sosial, pembangunan infrastruktur, dan hubungan antardaerah.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 15 Juni 2026: BMKG Prediksi Hujan pada Malam Hari

Penyelenggara berharap seminar ini dapat memperkaya pemahaman masyarakat. Mereka juga ingin memperkuat posisi Jam Gadang sebagai bagian penting dari perjalanan Bukittinggi.

Seminar juga membahas perubahan bentuk atap Jam Gadang dari masa ke masa. Perubahan itu mengikuti dinamika sejarah yang terjadi di Indonesia.

Pada masa kolonial Belanda, Jam Gadang menggunakan desain bergaya Eropa. Saat pendudukan Jepang, bentuk atap berubah menjadi pagoda.

Setelah itu, Jam Gadang memakai atap gonjong khas Minangkabau. Bentuk tersebut bertahan hingga sekarang dan menjadi identitas visual yang kuat bagi Bukittinggi.

Peringatan 100 tahun Jam Gadang tidak hanya menandai usia bangunan bersejarah itu. Momentum ini juga mengingatkan masyarakat pada peran Jam Gadang dalam perjalanan dan perkembangan Kota Bukittinggi.(ar)

Berita Terkait

DPRD Limapuluh Kota Usulkan Surau dan Didikan Subuh Masuk Ranperda Pesantren dan Pendidikan Diniyah
Sumbar Lepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV ke Manokwari, Bawa Misi Prestasi dan Toleransi
Dua Harimau Sumatra Muncul di Dekat Permukiman Warga Palupuh, BKSDA Lakukan Patroli
Lampu Lalu Lintas Rusak di Bundaran Simpang Empat Pasaman Barat Belum Berfungsi Usai Disambar Petir
700 Relawan KSB Kota Padang Rampungkan Pelatihan dan Jambore 2026 untuk Perkuat Mitigasi Bencana
Wagub Sumbar Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Perjuangan Perang Manggopoh
Ratusan Mahasiswa Demo di DPRD Bukittinggi, Soroti BBM, MBG, dan Kebijakan Nasional
Padang Target Masuk 10 Besar Smart City, Digitalisasi Pelayanan Diperkuat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:00 WIB

DPRD Limapuluh Kota Usulkan Surau dan Didikan Subuh Masuk Ranperda Pesantren dan Pendidikan Diniyah

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:00 WIB

Sumbar Lepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV ke Manokwari, Bawa Misi Prestasi dan Toleransi

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:47 WIB

Dua Harimau Sumatra Muncul di Dekat Permukiman Warga Palupuh, BKSDA Lakukan Patroli

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:00 WIB

Lampu Lalu Lintas Rusak di Bundaran Simpang Empat Pasaman Barat Belum Berfungsi Usai Disambar Petir

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:59 WIB

700 Relawan KSB Kota Padang Rampungkan Pelatihan dan Jambore 2026 untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Berita Terbaru