Jakarta, seriusnews.id – Badan Gizi Nasional menindak tegas laporan mengenai pungutan liar yang menjerat para mitra dapur makan bergizi. Pihak yayasan tertentu menarik setoran dana per wadah makanan tanpa menyumbang tenaga maupun biaya operasional.
Kepala BGN Sudaryono membongkar praktik culas ini secara gamblang kepada awak media. Pihaknya menerima banyak aduan dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang merasa tertekan oleh beban pungutan tersebut.
Para mitra sejatinya telah menanggung biaya pembangunan fasilitas dapur secara mandiri di lapangan. Namun, oknum pengurus yayasan justru memeras mereka dengan menagih bagian keuntungan dari setiap paket hidangan.
Sudaryono menegaskan bahwa yayasan bersangkutan sama sekali tidak mengucurkan bantuan finansial. Mereka juga mangkir dari tanggung jawab pembinaan serta pengawasan menu harian di tempat produksi.
Kondisi sepihak ini memicu kegusaran mendalam di lingkungan pimpinan badan gizi pemerintah. Penarikan dana gelap tersebut berisiko merusak stabilitas manajemen dapur yang sedang bertumbuh.
Pungutan Liar Ancam Kualitas Menu Makan Bergizi
Tarikan biaya tambahan ini menekan ruang gerak finansial para mitra penyedia makanan secara signifikan. Tekanan anggaran tersebut berpotensi menurunkan mutu bahan pangan yang tersaji di atas piring anak-anak.
Sudaryono meminta seluruh pihak mengawal setiap rupiah uang negara agar tepat sasaran. Ia tidak mentoleransi penurunan standar sajian hanya demi memuaskan kantong oknum perantara.
Pemerintah merancang program pemenuhan gizi ini demi mendongkrak status kesehatan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pengelola dapur wajib menjaga keseimbangan komposisi nutrisi secara konsisten setiap hari.
Pihak otoritas menuntut laporan penggunaan anggaran yang sepenuhnya bersih dan transparan dari para pelaksana. Sudaryono menginginkan konversi dana APBN benar-benar terwujud dalam bentuk seporsi santapan bergizi tinggi.
Prinsip akuntabilitas menjadi harga mati dalam keseluruhan tata kelola program bantuan makan gratis ini. BGN siap memutus mata rantai birokrasi nakal yang merugikan kepentingan anak sekolah serta mitra kerja.
BGN Siapkan Jalur Registrasi Resmi Bagi Mitra
Lembaga pemerintah ini langsung membuka portal pendaftaran digital terpisah demi memutus dominasi yayasan bermasalah. Sistem daring tersebut membagi akses pintu masuk secara khusus antara kelompok yayasan dan operator dapur.
Skema baru ini memberi keleluasaan penuh bagi mitra untuk memutus kontrak sepihak dari yayasan pembina. Pengelola dapur berhak mendaftarkan induk organisasi baru yang lebih profesional dan kooperatif.
Mitra yang merasa tertindas cukup mengunggah berkas pembuktian serta rincian kerugian operasional ke laman registrasi. Petugas verifikator BGN akan memvalidasi data pengaduan tersebut sesuai pedoman administrasi yang berlaku.
Langkah pembersihan internal ini menjadi bukti keberpihakan negara terhadap kelangsungan usaha para mitra lokal. Pemerintah menjamin dapur yang berintegritas tinggi akan terus beroperasi tanpa intimidasi potongan liar.
Sudaryono mengajak seluruh pengusaha dapur umum untuk melaporkan segala bentuk penyelewengan serupa tanpa rasa cemas. Sinergi bersih ini memastikan anak-anak Indonesia menerima asupan terbaik tanpa potongan uang siluman.(ar)









