BGN Prioritaskan Dapur Makan Bergizi Gratis di Daerah Stunting

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono.(poto: istimewa).

Kepala BGN Sudaryono.(poto: istimewa).

Jakarta, seriusnews.id – Badan Gizi Nasional atau BGN memprioritaskan pembangunan dan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah dengan angka stunting tinggi hingga sangat tinggi. Langkah strategis ini mempercepat pelaksanaan program makan bergizi gratis untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan bahwa kebijakan prioritas tersebut merujuk pada pemetaan data gizi dari Kementerian Kesehatan. Pemetaan ini berfokus pada kelompok masyarakat kelas ekonomi terbawah yang paling rentan mengalami masalah gizi.

Data pemerintah menunjukkan sekitar 40 persen penduduk Indonesia pada kuintil ekonomi satu dan dua masih menghadapi kekurangan asupan kalori serta protein. Kondisi riil masyarakat ini mendorong BGN untuk segera mengambil tindakan intervensi secara langsung di lapangan.

Pemetaan Wilayah Intervensi Berdasarkan Data Resmi Kementerian Kesehatan

Sudaryono menjelaskan bahwa pihak BGN akan meninjau ketersediaan dapur MBG atau SPPG di setiap daerah prioritas. Lembaga ini langsung mengaktifkan dapur yang sudah ada dan berfokus membangun fasilitas baru pada lokasi yang belum memiliki unit pelayanan.

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Kesehatan, terdapat 92 kabupaten atau kota yang berada pada kategori stunting sangat tinggi. Selain itu, pemerintah mencatat 220 kabupaten atau kota berkategori tinggi serta 182 daerah berkategori sedang.

Baca Juga :  Polri Resmikan Slogan Baru dan Posko Polisi Bersama Masyarakat

BGN menjadikan pemetaan rinci tersebut sebagai dasar utama penentuan lokasi intervensi di seluruh Indonesia. Rencana penanganan gizi ini akan menjangkau tingkatan provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga seluruh area pedesaan.

Lembaga ini terus membenahi operasional SPPG yang telah berjalan di pelbagai daerah sasaran. Tim di lapangan mempersiapkan intervensi gizi secara langsung dengan memberikan makanan yang sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Integrasi Data Kependudukan Agar Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

Pemerintah kini memegang data lengkap penerima manfaat secara terperinci berdasarkan nama dan alamat melalui Nomor Induk Kependudukan. Seluruh instansi terkait saling mengintegrasikan data kependudukan tersebut agar penyaluran bantuan makanan berjalan tepat sasaran.

Sistem terpadu ini mempermudah petugas dalam memantau kondisi balita, anak usia sekolah, serta ibu hamil penerima program. Evaluasi secara berkelanjutan akan merekam status kesehatan dan perkembangan gizi setiap individu penerima manfaat.

Sudaryono menegaskan bahwa petugas dapat mengecek status penerima manfaat serta kondisi stunting mereka hanya dengan memakai NIK kependudukan. Kementerian Kesehatan menyediakan data dasar tersebut untuk kemudian diintegrasikan secara terpadu antarlembaga pemerintah.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis

Pemantauan Kesehatan Secara Berkala Demi Menjamin Dampak Positif

Pemerintah juga menggandeng Kementerian Kesehatan dalam menyelenggarakan program Cek Kesehatan Gratis atau CKG secara rutin. Pemeriksaan kesehatan berkala ini menyasar kelompok balita, ibu hamil, serta anak sekolah di pelbagai daerah.

Pemerintah merancang pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau dampak dan efektivitas distribusi gizi tersebut secara berkesinambungan. Langkah evaluasi ini memastikan bahwa setiap porsi makanan bergizi memberikan dampak positif nyata bagi kesehatan masyarakat.

Sudaryono berharap program makanan bergizi ini tidak sekadar menyajikan hidangan berkualitas tinggi dan lengkap secara nutrisi. Program nasional ini harus memberikan outcome nyata terhadap perbaikan status kesehatan masyarakat secara luas.

Pemerintah menargetkan anak-anak yang sebelumnya mengalami stunting dapat kembali tumbuh secara normal dan sehat. Selain itu, intervensi gizi ini bertujuan mengubah kondisi anak yang sakit menjadi sehat serta memperbaiki berat badan anak yang kurus.(ar)

Berita Terkait

Cara Cek Tilang ETLE Online dan Panduan Bayar Dendanya
Pemerintah Guyur Diskon Tiket Nataru 2026/2027
Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspada Tautan Palsu BSU 2026
BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya
Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren
Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis
Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU Oktober 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:14 WIB

Cara Cek Tilang ETLE Online dan Panduan Bayar Dendanya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemerintah Guyur Diskon Tiket Nataru 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspada Tautan Palsu BSU 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:35 WIB

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Berita Terbaru

Helikopter militer hijau melakukan water bombing mengambil air di sungai dengan latar hutan terbakar dan asap tebal.(ilustrasi poto: AI).

Regional

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:03 WIB