Jakarta, Seriusnews.id – Masyarakat yang berencana bepergian pada akhir tahun ini mendapat angin segar dari pemerintah. Sejumlah insentif tarif perjalanan resmi meluncur untuk menyambut momentum libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan langsung paket stimulus perjalanan ini usai Sidang Kabinet Paripurna. Kebijakan ini menyasar pemangkasan biaya tiket pada hampir seluruh jalur transportasi massal.
Pemerintah merancang program ini agar warga bisa menikmati liburan akhir tahun dengan ongkos yang jauh lebih hemat. Dukungan dana ratusan miliar rupiah langsung mengalir ke berbagai sektor operator transportasi publik.
Banjir Insentif untuk Penumpang Pesawat dan Kereta
Sektor penerbangan domestik kelas ekonomi menikmati keringanan biaya paling besar pada musim liburan kali ini. Pemerintah menanggung penuh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar seratus persen bagi calon penumpang pesawat terbang.
Pengelola bandara juga memangkas biaya pelayanan jasa penumpang serta biaya pendaratan pesawat hingga separuh harga. Tiket pesawat promo ini melayani masa terbang mulai 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan periode pembelian yang sudah bergulir sejak 20 Oktober 2026.
Kementerian Keuangan menyalurkan dana sebesar Rp722 miliar khusus untuk mendukung subsidi penerbangan ini. Targetnya, sebanyak 3,75 juta pengguna angkutan udara domestik dapat merasakan manfaat penghematan tersebut secara langsung.
Keringanan tarif serupa juga menyapa para pelanggan moda transportasi darat berbasis rel. Penumpang kereta api berhak menikmati potongan harga tiket sebesar 30 persen selama periode promo berlangsung.
Masyarakat bisa mulai memesan tiket kereta bertarif diskon ini secara daring maupun luring mulai 7 November 2026. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp95,4 miliar demi membidik target satu juta pelanggan kereta api jarak jauh.
Diskon Tiket Kapal Laut dan Feri Penyeberangan
Bagi para pengguna transportasi air, pemerintah memberikan potongan harga 30 persen dari tarif dasar tiket kapal laut. Layanan pemesanan tiket laut berbiaya murah ini sudah menyapa masyarakat sejak 19 Oktober 2026.
Pengalokasian dana Rp38,3 miliar siap mengawal program kapal laut demi menjangkau sekitar 414.600 pemudik antarpulau. Kehadiran stimulus ini memudahkan pergerakan penumpang menuju berbagai wilayah kepulauan di seluruh Nusantara.
Sementara itu, para pengguna kapal feri penyeberangan antarpulau juga menikmati pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP hingga seratus persen. Skema pembebasan biaya jasa pelabuhan ini secara otomatis memangkas tagihan akhir tiket feri yang masyarakat bayar.
Program penyeberangan feri hemat ini resmi mulai melayani masyarakat luas pada 7 November 2026 mendatang. Dana sebesar Rp27,7 miliar dipersiapkan secara matang untuk melayani mobilitas sekitar 1,42 juta pengguna jalur penyeberangan laut.(ar)









