Padang, Seriusnews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang bergerak cepat mempercepat transformasi teknologi di ruang kelas. Instansi ini membekali ratusan tenaga pendidik dengan keahlian merancang materi ajar modern yang memikat perhatian murid.
Langkah konkret tersebut berjalan lewat Bimbingan Teknis Pengembangan Konten Digital Pendidikan bagi Guru SMP se-Kota Padang Tahun 2026. Agenda pelatihan bertempat di Youth Center Kota Padang dan menghadirkan gelombang antusiasme tinggi dari para pendidik.
Sebanyak 350 guru SMP negeri dan swasta dari 104 sekolah di seluruh pelosok kecamatan memadati lokasi acara. Panitia membagi peserta ke dalam dua angkatan terpisah agar proses penyerapan materi berjalan optimal sejak Senin hingga Kamis mendatang.
Tinggalkan Ceramah Klasik di Kelas
Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdikbud Kota Padang, Junaidi, menegaskan urgensi adaptasi teknologi ini. Guru di tuntut meninggalkan kebiasaan ceramah satu arah yang kerap memicu kejenuhan siswa di kelas.
Pola pikir anak zaman sekarang sangat lekat dengan gawai pintar dan visual dinamis. Situasi ini memaksa guru menyuguhkan materi yang bergerak selaras dengan kebiasaan generasi digital.
Para peserta membedah langsung pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mempercepat penyusunan bahan ajar harian. Mereka juga merancang video interaktif serta mengeksplorasi aplikasi Lumi guna menghidupkan suasana belajar kelompok.
Penerapan piranti digital tersebut mengikis kebiasaan pasif siswa saat menerima teori pelajaran. Anak-anak terdorong mengeksplorasi masalah secara mandiri, berdiskusi aktif, dan menemukan solusi nyata melalui gawai di hadapan mereka.
Dukung Penuh Semangat Kurikulum Merdeka
Penguasaan media berbasis gawai ini sekaligus mengunci keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Skema belajar mandiri tersebut menuntut suasana kelas yang bermakna, mendalam, sekaligus menyenangkan tanpa tekanan hafalan kaku.
Disdikbud Padang menggandeng narasumber kompeten untuk memastikan transfer ilmu berjalan tuntas. Ahli dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Barat, Supriyanto, memandu peserta bersama akademisi Universitas Negeri Padang, Dr. Novriyon.
Kedua pemateri mengupas tuntas trik teknis pembuatan modul visual ringkas yang mudah murid cerna lewat layar ponsel. Peserta langsung mempraktikkan tiap tahapan produksi konten tanpa sekadar mencatat teori di buku tulis.
Pemerintah Kota Padang berharap para pendidik langsung mengeksekusi keahlian baru ini di sekolah masing-masing. Langkah berani ini menjadi fondasi kokoh untuk mencetak lulusan sekolah menengah yang kritis, adaptif, dan melek teknologi.(ar)









