Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang menyelenggarakan Penilaian Lomba Sekolah Sehat Padang Berstratifikasi Usaha Kesehatan Sekolah atau Madrasah Tingkat Kota Padang Tahun 2026. Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat memusatkan kegiatan strategis ini di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, selama tiga hari beruntun.
Panitia menjadwalkan rangkaian acara mulai Selasa, 1 September 2026 hingga Kamis, 3 September 2026. Setiap perwakilan sekolah memaparkan program unggulan kesehatan lingkungan dalam ajang bergengsi ini.
Lomba Sekolah Sehat Padang Mendorong Budaya Hidup Sehat
Panitia membagi sesi pemaparan berdasarkan jenjang pendidikan agar dewan juri fokus menilai peserta. Perwakilan tingkat Taman Kanak-Kanak membuka rangkaian presentasi pada hari pertama pelaksanaan.
Lima sekolah terbaik bersaing ketat pada kategori Taman Kanak-Kanak, yaitu TK Negeri Pembina, TK Kemala Bhayangkari IV, RA Ikhlas, TK Mariana, dan TK Semen Padang. Selanjutnya, lima perwakilan Sekolah Dasar unjuk gigi memaparkan program unggulan mereka pada hari kedua.
Peserta tingkat Sekolah Dasar mencakup SDN 20 Indarung, SDN 03 Alai, SDN 15 Padang Sarai, SDN 27 Anak Air, dan SD Islam Al Azhar 32. Sementara itu, perwakilan jenjang Sekolah Menengah Pertama menutup seluruh rangkaian presentasi pada hari ketiga.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Padang, Zul Asfi Lubis, menghadiri langsung kegiatan tersebut. Dewan juri penilai serta delegasi dari seluruh sekolah peserta ikut memadati lokasi acara.
Tim Juri Menyiapkan Verifikasi Faktual Langsung Ke Sekolah
Zul Asfi Lubis menjelaskan bahwa tahap ekspose program merupakan bagian dari alur penilaian yang komprehensif. Panitia memulai proses seleksi dari pengumpulan dokumen hingga pemaparan program oleh sekolah-sekolah terbaik.
“Kita melakukan lomba UKS melalui beberapa kategori, dari mulai dokumen yang kita kumpulkan, lalu kemudian ekspos sekolah-sekolah terbaik. Sebelum kita menentukan mana yang terbaik, kita akan pastikan dulu seluruh eksposnya ini selesai dari sekolah-sekolah terbaik di Kota Padang, baru nanti ada waktunya tim akan turun untuk monitoring ke lapangan, check and balance apakah sesuai dengan yang disampaikan, apakah faktanya seperti itu adanya,” ujar Zul Asfi Lubis.
Tim juri merancang alur penilaian bertingkat guna memastikan kesesuaian antara presentasi dan kondisi nyata. Panitia ingin menjamin kebersihan serta layanan kesehatan di lapangan sesuai dengan dokumen yang peserta serahkan.
Pemerintah Kota Padang berharap kompetisi ini memotivasi setiap sekolah untuk terus meningkatkan standar pelayanan kesehatan. Fasilitas kesehatan yang memadai di sekolah akan mendorong para siswa menjalankan pola hidup bersih dan sehat setiap hari.
“Mudah-mudahan UKS pada tahun ini lebih baik dan juga anak-anak kita lebih bersemangat untuk bisa hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing,” kata Zul Asfi Lubis saat menutup penjelasannya.(ar)









