Jakarta, seriusnews.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kembali menggelar pertemuan penting bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pertemuan bilateral tersebut berfokus mematangkan langkah percepatan pembangunan infrastruktur Sumatera Barat pascabencana alam.
Pemerintah pusat melalui Kementerian PU terus mempercepat realisasi program rehabilitasi serta rekonstruksi fasilitas publik di ranah Minang. Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengembalikan fungsi prasarana jalan, jembatan, irigasi, hingga pengerukan sungai secara menyeluruh.
Percepatan Pembangunan Jalan Utama Di Wilayah Sumatera Barat
Politisi Fraksi Gerindra tersebut mengawal ketat sejumlah proyek jalan strategis agar pemerintah segera mengeksekusinya di lapangan. Salah satu agenda utama mencakup kelanjutan penanganan jalur penghubung antarwilayah pascarampungnya pengerjaan tahap sebelumnya.
Pemerintah telah menyelesaikan pengerjaan ruas jalan Payakumbuh hingga Sitangkai melalui skema Inpres Jalan Daerah tahun 2025–2026. Kini Kementerian PU bersiap melanjutkan konektivitas darat tersebut menuju kawasan Sitangkai hingga Guguak Cino.
Usulan proyek pengerjaan jalur Sitangkai–Guguak Cino–Batusangkar sudah resmi masuk skema IJD dengan estimasi anggaran Rp37 miliar. Pembenahan infrastruktur transportasi ini bakal memperlancar arus barang serta mobilitas warga antarkabupaten secara signifikan.
Selain jalur antarwilayah, pengerjaan Jalan Lingkar Utara Kota Solok juga menjadi salah satu prioritas mendesak pemerintah pusat. Proyek dengan nilai usulan sebesar Rp49 miliar tersebut ditargetkan mulai melangsungkan konstruksi fisik pada tahun 2027.
Andre menegaskan bahwa masyarakat Kota Solok sangat menantikan realisasi jalur lingkar utara ini demi mengurai kemacetan kawasan kota. Pihaknya saat ini tengah menunggu persetujuan resmi alokasi anggaran IJD dari Menteri Pekerjaan Umum.
Pemerintah pusat turut mendorong pembukaan akses ruas Kapujan menuju Rimbo Data di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. Proyek tahap awal penyedia akses menuju Garabak Data tersebut menelan usulan anggaran IJD sekitar Rp26 miliar.
Pembenahan Perlintasan Jembatan Dan Fasilitas Umum Pascabencana Alam
Sektor konektivitas jembatan juga memegang peranan krusial dalam pemulihan roda perekonomian warga terdampak bencana alam. Sejumlah jembatan vital yang rusak parah kini mendapatkan perhatian khusus untuk segera direkonstruksi ulang.
Jembatan Anduriang di Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman telah berhasil menyelesaikan seluruh rancangan teknis Detail Engineering Design. Fasilitas perlintasan ini diarahkan masuk skema penganggaran tahun 2027 dengan alokasi biaya mencapai Rp47 miliar.
Pemerintah daerah bersama kementerian terkait juga menyiapkan rencana pembangunan kembali Jembatan Kalawi menuju Limau Manis. Kerusakan fisik akibat terjangan bencana sebelumnya membuat akses transportasi warga setempat terganggu cukup parah.
Sementara itu, proyek pembangunan Jembatan Bintang Tujuah telah menyelesaikan seluruh kelengkapan dokumen administrasi yang dibutuhkan. Pengurusan dokumen izin lingkungan AMDAL hingga izin pinjam pakai kawasan hutan telah rampung secara menyeluruh.
Kelengkapan berkas tersebut membuat Jembatan Bintang Tujuah siap memasuki tahap pengerjaan fisik pada awal tahun 2027 mendatang. Pemerintah optimistis pengerjaan infrastruktur ini berjalan lancar tanpa terkendala urusan perizinan lahan lagi.
Di sisi lain, kelanjutan program Jembatan Gantung serta pembenahan Jalan Bidan Dona di Kabupaten Pasaman terus berproses. Kedua proyek infrastruktur tersebut masih memerlukan alokasi pemenuhan dana pada DIPA tahun anggaran 2026.
Skema Padat Karya Mampu Menggerakkan Perekonomian Warga Lokal
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan Sumatera Barat menjadi prioritas utama penanganan pascabencana oleh pemerintah pusat. Pihaknya memberikan perhatian khusus pada percepatan perbaikan fasilitas umum yang rusak dihantam bencana alam.
Kementerian PU memprioritaskan alokasi pemulihan di daerah terdampak bencana, terutama untuk pengerjaan perbaikan jembatan dan jalan raya. Langkah nyata ini bertujuan memulihkan kembali aktivitas keseharian warga masyarakat agar kembali normal.
Andre Rosiade berkomitmen terus mengawal pengucuran dana pusat agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Ia siap membuktikan kucuran anggaran triliunan rupiah dari pusat akan terus mengalir ke Sumatera Barat.
Untuk memaksimalkan dampak ekonomi, Kementerian PU menerapkan skema padat karya dalam seluruh pelaksanaan proyek rehabilitasi ini. Pola pengerjaan swakelola ini siap menyerap banyak tenaga kerja lokal dari daerah sekitar proyek.
Penerapan program padat karya tidak hanya mempercepat pemulihan fisik sarana jalan maupun perlintasan jembatan semata. Kebijakan ini sekaligus memicu kebangkitan roda perekonomian masyarakat yang sempat lesu akibat dampak bencana alam.(ar)









