Bank Nagari Perkuat ETPD Sumbar Lewat HLM dan Awarding 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Nagari menyelenggarakan High Level Meeting (HLM), ETPD Capacity Building Forum, serta ETPD Award di Hotel Mercure Padang pada Jumat (25/9/2026).(poto: padangkita.com).

Bank Nagari menyelenggarakan High Level Meeting (HLM), ETPD Capacity Building Forum, serta ETPD Award di Hotel Mercure Padang pada Jumat (25/9/2026).(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id — Bank Nagari mendorong percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Sumatra Barat. Oleh karena itu, pihak bank menyelenggarakan High Level Meeting (HLM), ETPD Capacity Building Forum, serta ETPD Award 2026.

Kegiatan strategis ini berlangsung di Hotel Mercure Padang pada Jumat (25/9/2026). Selain itu, acara ini menghadirkan pejabat pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, serta jajaran manajemen Bank Nagari.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menegaskan peran vital bank pembangunan daerah dalam menyokong ekonomi. Menurutnya, karakteristik daerah yang beragam memerlukan solusi perbankan terintegrasi.

Selanjutnya, ETPD menjadi langkah konkret untuk menciptakan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Oleh sebab itu, Bank Nagari terus membangun ekosistem digital guna memaksimalkan penerimaan daerah.

Layanan penerimaan daerah mencakup e-retribusi, Nagari Portal Payment (NPP), host to host, dan SNAP API. Sementara itu, untuk pengeluaran, Bank Nagari menyiapkan Nagari Cash Management (NCM) dan SP2D Online.

Sistem SP2D Online terhubung langsung dengan SIPD RI serta mendukung transaksi nontunai Siskeudes. Selain itu, kanal pembayaran masyarakat juga semakin luas melalui Super Apps Ollin by Nagari, QRIS, hingga POS Android.

Komitmen Bank Nagari Membangun Ekosistem Digital Keuangan

Pengembangan lain mencakup Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dan Nagari Digital Masjid. Di samping itu, integrasi kanal pembayaran turut mencakup Samsat serta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Gusti menjelaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengalihkan cara pembayaran tunai menjadi nontunai. Justru, transaksi digital membuat pencatatan lebih akurat sehingga memudahkan pemantauan tata kelola keuangan.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif

Oleh karena itu, Bank Nagari berfokus membangun ekosistem digital dari penerimaan, pengelolaan kas, hingga pengeluaran. Dengan demikian, transaksi yang tercatat aman membantu pemerintah daerah memantau arus kas secara real-time.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, mengingatkan Pemda untuk mengoptimalkan kapasitas fiskal. Sebab, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa diraih lewat inovasi dan teknologi digital.

Selanjutnya, Agus menekankan pentingnya pembaruan data keuangan yang akurat oleh pemerintah daerah. Sebab, akurasi data menjadi syarat utama dalam penyaluran Dana Transfer ke Daerah (TKD).

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar, Sudarta, mendorong optimalisasi penggunaan kanal pembayaran yang ada. Maka dari itu, ia meminta penguatan integrasi data antara sistem perbankan dan pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyambut positif kolaborasi antar-lembaga dalam ETPD. Dengan demikian, digitalisasi transaksi Pemda memberikan manfaat langsung pada pelayanan publik.

Integrasi Layanan Digital Keuangan Daerah Sumatra Barat

Pada sesi High Level Meeting, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, Puji Gunawan, memaparkan pentingnya infrastruktur. Pasalnya, penguatan ekosistem digital memerlukan ketersediaan sinyal, penguatan UMKM, serta regulasi daerah.

Namun, penerbitan instrumen Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) di Sumbar masih belum merata. Sebab, dari 20 pemerintah daerah, baru tujuh daerah yang menerbitkan instrumen KKPD tersebut.

Direktur Pelaksanaan Keuangan Daerah Kemendagri, Simon Saimima, mencatat baru tiga daerah yang aktif bertransaksi. Tiga daerah tersebut meliputi Kabupaten Dharmasraya, Kota Bukittinggi, dan Kota Padang.

Baca Juga :  Yota Balad Sampaikan LPJ APBD 2025, PAD Kota Pariaman Tembus Rekor Tertinggi

Sebaliknya, sebanyak 17 pemerintah daerah lainnya di Sumatra Barat tercatat belum melakukan transaksi KKPD. Daerah tersebut mencakup Pemprov Sumbar, Agam, Mentawai, hingga Kota Solok.

Pada dasarnya, penggunaan KKPD bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi belanja daerah. Oleh sebab itu, instrumen ini menekan penggunaan uang tunai sehingga transaksi menjadi lebih tertib.

Hasilnya, setiap transaksi belanja tercatat secara elektronik sehingga memudahkan pengawasan keuangan. Maka, Bank Nagari terus mendampingi Pemda agar percepatan KKPD berjalan maksimal.

Apresiasi Capaian Digitalisasi Melalui ETPD Award

Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian, menyebut keberhasilan ETPD lahir dari kolaborasi erat. Sebab, kesiapan teknologi harus mendapatkan dukungan sinergi dari Pemda, regulator, Bank Indonesia, dan Bank Nagari.

Oleh karena itu, puncak acara ditandai dengan penyerahan ETPD Award 2026 kepada sejumlah pemerintah daerah. Sebagai contoh, Penghargaan Peningkatan Implementasi ETPD 2025 diraih Provinsi Sumbar dan Kota Padang Panjang.

Selanjutnya, kategori Transaksi Retribusi Daerah Tertinggi 2026 dimenangkan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Tanah Datar. Sementara itu, kategori Transaksi Pajak Daerah Tertinggi 2026 diraih Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

Di samping itu, Penghargaan Optimalisasi Dana Pemda pada CASA Bank Nagari 2026 diraih Padang Pariaman dan Mentawai. Kemudian, Provinsi Sumbar dan Kabupaten Pesisir Selatan menyabet penghargaan Inovasi Digitalisasi PAD.

Akhirnya, Penghargaan Pemda Teraktif Pengembangan Digitalisasi Daerah 2026 diserahkan kepada Kabupaten Padang Pariaman dan Agam. Seluruh penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen transparansi keuangan daerah.(ar)

Berita Terkait

Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Kebijakan Rendah Karbon dan Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta
Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026
Beda Baterai Silicon Carbon dan Baterai Biasa HP
7 Perangkat Elektronik Penyedot Listrik Diam-Diam Saat Kondisi Padam
Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif
Asus Rilis Laptop AI ProArt P16 dan P14 di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Tawarkan Spek Studio Portabel
Perbedaan Gemini dan ChatGPT yang Perlu Dipahami Sebelum Memilih
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Kebijakan Rendah Karbon dan Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Beda Baterai Silicon Carbon dan Baterai Biasa HP

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:41 WIB

7 Perangkat Elektronik Penyedot Listrik Diam-Diam Saat Kondisi Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif

Berita Terbaru