Sumatera Barat, seriusnews.id – Bank Nagari resmi menyerahkan dividen Bank Nagari Sumbar tahun buku 2025 serta bantuan sosial pendidikan 2026 dengan nilai total Rp341.894.950.155. Selain itu, penyerahan kontribusi keuangan tersebut berlangsung secara khidmat bersamaan dengan momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selanjutnya, Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Hafid Dauli menyerahkan bantuan secara simbolis bersama Komisaris Utama Andri Yulika. Oleh karena itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menerima langsung penyerahan dana kontribusi tersebut di Istana Gubernur Sumatera Barat.
Penyerahan Kontribusi Keuangan Daerah Momentum Kemerdekaan
Secara rinci, total dana kontribusi mencakup dividen sebesar Rp339.354.950.155 dan alokasi bantuan sosial bidang pendidikan sejumlah Rp2.540.000.000. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerima jatah dividen khusus senilai Rp110.415.754.634 sebagai salah satu pemegang saham utama.
Di samping itu, sisa pembagian dividen dan bantuan sosial pendidikan mengalir kepada 19 pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Barat. Akibatnya, rangkaian acara penyerahan dalam upacara peringatan kemerdekaan ini berhasil menandai sinergi kuat antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah.
Kemudian, manajemen Bank Nagari menegaskan bahwa pencapaian kinerja bisnis perusahaan senantiasa mengutamakan manfaat nyata bagi pembangunan daerah. Oleh sebab itu, pembagian dividen menjadi wujud komitmen keterbukaan dan tanggung jawab manajemen kepada seluruh jajaran pemegang saham.
Mengenai hal tersebut, Hafid Dauli menjelaskan bahwa pertumbuhan aset perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, penyaluran bantuan pendidikan menjadi investasi sosial jangka panjang untuk mencetak generasi muda daerah yang kompetitif.
Dukungan Sektor Pendidikan Meningkatkan Kualitas SDM
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Nagari Gusti Candra menyatakan bahwa kemajuan ekonomi daerah sangat bergantung pada kualitas pendidikan masyarakat. Maka dari itu, pihaknya terus berupaya menjaga keseimbangan antara target pertumbuhan bisnis, penerapan tata kelola perusahaan, dan pengelolaan risiko.
Lebih lanjut, Gusti Candra menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah utama yang melandasi setiap ekspansi layanan perbankan. Oleh karena itu, manajemen berkomitmen memperkuat peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Sebagai respons, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi kontribusi finansial dari BUMD perbankan tersebut. Sebab, Mahyeldi menilai Bank Nagari mampu menjalankan fungsi intermediasi perbankan sekaligus menyokong pendapatan asli daerah secara optimal.
Oleh karena itu, Gubernur meminta manajemen bank mempertahankan kinerja keuangan yang sehat, profesional, dan akuntabel di masa mendatang. Harapannya, keberhasilan ekspansi bisnis lembaga perbankan daerah ini diyakini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
Sinergi Strategis Pemerintah Daerah Dan Lembaga Perbankan
Pada dasarnya, aktivitas ekonomi masyarakat dan tingkat kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama yang mendorong pertumbuhan ekosistem bisnis perbankan. Hasilnya, imbal hasil berupa dividen berhasil memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendanai berbagai program pembangunan infrastruktur.
Selain itu, sektor pendidikan menerima perhatian khusus melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan dari manajemen perusahaan. Langkah nyata ini sekaligus mempertegas posisi bank pembangunan daerah sebagai pilar utama akselerasi pertumbuhan ekonomi regional.
Sungguh, total alokasi dana sebesar Rp341.894.950.155 membuktikan bahwa pencapaian laba perusahaan kembali sepenuhnya untuk kemakmuran Sumatera Barat. Oleh karena itu, sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
Akhirnya, Bank Nagari terus memperluas jangkauan layanan guna memberikan kemudahan transaksi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebab, langkah transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan kini menjadi fokus utama perusahaan dalam menghadapi tantangan industri.(ar)









