Cuaca Ekstrem di Padang Picu Pohon Tarok Tumbang, Rumah Warga Rusak Berat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cuaca ekstrem memicu serangkaian kejadian pohon tumbang di Kota Padang pada Rabu (17/6/2026) malam.( poto : padangkita.com )

Cuaca ekstrem memicu serangkaian kejadian pohon tumbang di Kota Padang pada Rabu (17/6/2026) malam.( poto : padangkita.com )

Kota Padang, seriusnews.id – Cuaca ekstrem memicu serangkaian kejadian pohon tumbang di Kota Padang pada Rabu (17/6/2026) malam. Hujan deras yang disertai angin kencang menghantam sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan di beberapa titik.

Insiden terparah terjadi di Jalan RT 02 RW 01, Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan. Sebatang pohon Tarok berukuran besar roboh dan menghantam rumah milik Syafrizal (50), seorang buruh harian lepas.

Pohon itu memiliki panjang sekitar 25 meter dan diameter mencapai 200 sentimeter. Ukurannya yang sangat besar membuat bangunan tidak mampu menahan benturan saat batang dan dahan menghantam rumah.

Rumah tersebut mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak dihuni. Meski demikian, Syafrizal berhasil menyelamatkan diri sehingga kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Cuaca Buruk Hambat Penanganan Awal

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan cuaca ekstrem mencapai puncaknya sekitar pukul 18.45 WIB.

Hujan deras masih mengguyur lokasi pada malam hari. Selain itu, kondisi akses menuju titik kejadian menyulitkan pergerakan petugas.

Karena kondisi tersebut, tim belum bisa langsung membersihkan material pohon pada malam kejadian.

Baca Juga :  Wali Kota Padang Imbau Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Siaga Penuh Antisipasi Bencana

“Karena kondisi hujan masih cukup deras pada malam hari dan akses menuju lokasi cukup sulit, proses penanganan tidak dapat dilakukan saat itu juga. Pembersihan baru dapat dilaksanakan pada Kamis pagi oleh personel BPBD Kota Padang,” ujar Hendri pada Kamis (18/6/2026).

Petugas BPBD kemudian mulai melakukan pembersihan dan evakuasi sejak Kamis pagi.

Tim lapangan BPBD melakukan pemeriksaan terhadap kondisi rumah korban. Hasil asesmen menunjukkan kerusakan berada pada kategori berat.

BPBD memperkirakan kerugian materiel yang dialami Syafrizal mencapai sekitar Rp65 juta.

Nilai kerugian tersebut cukup besar karena korban menggantungkan penghasilan dari pekerjaan harian.

Empat Lokasi Terdampak Pohon Tumbang

Selain di Bukit Gado-Gado, BPBD mencatat tiga lokasi lain yang mengalami kejadian serupa pada waktu hampir bersamaan, sekitar pukul 18.30 WIB.

Lokasi pertama berada di Kelurahan Seberang Palinggam. Pohon tumbang di wilayah itu juga menimpa rumah warga.

Lokasi berikutnya berada di Kelurahan Batang Arau. Material pohon sempat menghambat akses jalan masyarakat.

Sementara itu, pohon tumbang di Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, juga mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga :  Warga Kelurahan Lubuk Lintah Hibahkan Lahan Demi Pelebaran Jalan Kuranji

Data tersebut menunjukkan angin kencang memberi dampak cukup luas di berbagai kawasan Kota Padang.

BPBD dan Warga Percepat Pemulihan

BPBD Kota Padang mengerahkan berbagai unsur untuk mempercepat penanganan.

Personel Satlinmas Satpol PP membantu membuka akses di Batang Arau dan Seberang Palinggam.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD menangani pembersihan pohon Tarok di Bukit Gado-Gado.

Kalaksa BPBD dan Kepala Bidang Kedaruratan serta Logistik memimpin operasi tersebut. Dinas Sosial, perangkat kecamatan, perangkat kelurahan, Kelompok Siaga Bencana, dan warga ikut membantu proses evakuasi.

Petugas terus memotong batang dan mengangkut sisa dahan hingga Kamis siang. Langkah itu bertujuan memastikan lingkungan kembali aman.

BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Hujan deras dan angin kencang masih berpotensi memicu pohon tumbang, banjir, serta longsor.

BPBD juga meminta warga menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan segera melapor jika menemukan kondisi yang berisiko membahayakan lingkungan sekitar.(ar)

Berita Terkait

Warga Terjebak di Sungai Lubuak Jambak Padang Berhasil Dievakuasi Tim SAR
Banjir Bandang Pasaman Terseret Arus, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang
Langkah Strategis Pemko Padang Percepat Revitalisasi Kota Tua untuk Wisata Sejarah dan Kuliner
Gubernur Sumbar Tinjau Flyover Sitinjau Lauik Pembangunan Fisik Dimulai
Satgas PRR dan Pemko Padang Pantau Pembangunan Huntap Balai Gadang
Padang Rancak Award 2026 Sesi Kedua Hadirkan Puluhan Inovasi Unik Warga
Keturunan Pendiri PT Semen Padang Asal Belanda Lakukan Napak Tilas Sejarah
BPBD Padang dan Bank Nagari Bagikan 5.000 Masker Gratis
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:10 WIB

Warga Terjebak di Sungai Lubuak Jambak Padang Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Minggu, 20 September 2026 - 21:05 WIB

Banjir Bandang Pasaman Terseret Arus, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang

Sabtu, 19 September 2026 - 20:23 WIB

Langkah Strategis Pemko Padang Percepat Revitalisasi Kota Tua untuk Wisata Sejarah dan Kuliner

Jumat, 18 September 2026 - 13:16 WIB

Gubernur Sumbar Tinjau Flyover Sitinjau Lauik Pembangunan Fisik Dimulai

Jumat, 18 September 2026 - 13:06 WIB

Satgas PRR dan Pemko Padang Pantau Pembangunan Huntap Balai Gadang

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB