Kota Padang, seriusnews.id – Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya mendesak Pemerintah Kota Padang agar lebih agresif meningkatkan realisasi PAD Kota Padang pada tahun anggaran 2026. Desakan tegas ini muncul setelah memantau capaian sejumlah sumber pendapatan daerah yang dinilai masih sangat minim hingga pertengahan Agustus.
Laporan harian mencatat total penerimaan daerah per 12 Agustus 2026 baru menyentuh angka Rp569,58 miliar atau setara 55,60 persen. Pemerintah kota kini harus memburu sisa target sebesar Rp454,83 miliar dari total target APBD yang mencapai Rp1,024 triliun.
Politisi Fraksi Gerindra tersebut menilai sisa waktu yang makin terbatas membutuhkan penanganan yang jauh lebih serius dan terukur. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil pendapatan wajib menyusun langkah percepatan demi mengamankan target fiskal kota.
Rachmad menegaskan bahwa OPD tidak boleh hanya pasif menunggu pembayaran pajak maupun retribusi dari masyarakat masuk. Kepala dinas bersama jajaran harus terjun langsung memetakan seluruh potensi pendapatan yang berada di bawah kewenangan instansi masing-masing.
Evaluasi Total OPD dengan Realisasi Pendapatan Rendah
Komisi II DPRD Kota Padang menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai instansi bertorehan terendah. Dinas PUPR baru mengumpulkan pendapatan sebesar Rp3,24 miliar atau 27,06 persen dari target tahunan Rp11,96 miliar.
Kinerja Dinas Perhubungan juga tak kalah memprihatinkan karena baru meraup Rp1,59 miliar dari target Rp5,30 miliar. Angka tersebut menunjukkan persentase capaian Dinas Perhubungan baru menyentuh 30,01 persen hingga pekan kedua Agustus.
Sementara itu, Dinas Perdagangan mencatatkan realisasi pendapatan daerah sebesar 48,04 persen dari target yang ditetapkan. Dinas Perikanan dan Pangan menyusul di posisi berikutnya dengan mengantongi capaian sebesar 49,37 persen.
Rachmad meminta Pemko Padang segera membongkar akar masalah pada instansi-instansi yang masih mencatatkan kinerja pemungutan rendah tersebut. Pemerintah daerah perlu mengidentifikasi apakah hambatan bersumber dari masalah pendataan, sistem pemungutan, regulasi, atau memang potensi lapangan yang belum optimal.
Apresiasi BPKAD dan Penguatan Koordinasi Lintas Sektor
Di tengah sorotan terhadap dinas berkinerja rendah, Rachmad memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. BPKAD sukses melampaui target dengan merealisasikan pendapatan Rp39,10 miliar atau mencapai 103,76 persen dari target Rp37,69 miliar.
Meski demikian, capaian manis BPKAD tidak boleh membuat instansi pemerintah daerah lainnya berpuas diri atau bersantai. Pemko Padang harus memastikan seluruh jajaran melangkah bersama dalam mengejar target finansial yang telah disepakati bersama.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memegang peran sentral dalam memperkuat koordinasi serta menyatukan irama kerja seluruh OPD penghasil. Bapenda wajib membantu memetakan kembali potensi pajak dan retribusi daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Legislator dari Gerindra tersebut menegaskan bahwa Komisi II akan mengawasi ketat setiap proses pengumpulan pendapatan daerah. Pengawasan melekat ini bertujuan memastikan seluruh hak penerimaan daerah benar-benar masuk secara akuntabel ke kas kota.
Peningkatan Kemampuan Fiskal untuk Pembangunan Kota Padang
Keberhasilan mengumpulkan pendapatan daerah memegang peranan kunci dalam memperkuat kapasitas dan kemandirian fiskal Kota Padang. Tingginya angka penerimaan mandiri akan membuka ruang gerak belanja pemerintah secara lebih fleksibel dan mandiri.
Ruang fiskal yang luas memunginkannya pemerintah membiayai berbagai program prioritas serta membenahi fasilitas publik warga. Pemerintah kota juga memiliki kemampuan finansial yang lebih mantap dalam mendongkrak kualitas pelayanan masyarakat di seluruh wilayah.
Pemerintah kota tidak memiliki banyak pilihan selain mengeksekusi langkah-langkah konkret dan terukur pada sisa bulan yang ada. Rachmad menegaskan bahwa pemenuhan target APBD 2026 merupakan tanggung jawab kolektif yang mengikat seluruh jajaran Pemko Padang.(ar)









