Sungai penuh, Seriusnews.id – Ratusan pegawai pemerintah dan warga Kota Sungai Penuh memadati berbagai ruas jalan sejak Minggu pagi (25/10). Mereka menyingsingkan lengan baju untuk membersihkan sampah dan endapan lumpur yang menyumbat saluran air di berbagai penjuru kota.
Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah turun langsung memimpin aksi bersih-bersih massal ini. Keduanya membaur tanpa sekat bersama para aparatur sipil negara dan warga setempat.
Agenda besar bertajuk Gotong Royong Akbar ini menggerakkan seluruh organisasi perangkat daerah ke titik-titik rawan kotor. Pemerintah kota ingin memastikan lingkungan pemukiman kembali rapi, sehat, dan nyaman bagi semua orang.
Aksi Serentak Bersihkan Saluran dan Jalan Kota
Para peserta aksi menyasar tumpukan sampah liar, semak belukar di bahu jalan, serta parit yang tersumbat limbah rumah tangga. Drainase yang bersih menjadi prioritas utama demi mencegah banjir saat musim hujan tiba.
Unsur pimpinan DPRD dan jajaran Forkopimda turut mengayunkan cangkul dan sapu di lapangan. Sekretaris Daerah Alpian juga mendampingi langsung para stafnya membersihkan fasilitas umum yang kerap terbengkalai.
Barisan organisasi wanita ikut memperkuat gerakan ini dari berbagai titik pembersihan. Ketua TP PKK Sri Kartini Alfin, Ketua GOW Mawarti Azhar, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Winda Rahayu menggerakkan anggotanya untuk merapikan taman dan area publik.
Kehadiran para pengurus organisasi wanita ini memicu semangat warga sekitar untuk keluar rumah dan ikut membantu. Kerja bakti massal ini pun berubah menjadi ruang interaksi yang hangat antara pejabat daerah dan rakyat biasa.
Alfin menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan semata-mata tugas petugas kebersihan di jalanan. Gerakan ini bertujuan membangkitkan kembali tradisi saling bantu yang mulai memudar akibat kesibukan harian masyarakat modern.
Turun ke Lapangan Demi Mendengar Suara Rakyat
Seusai membersihkan saluran air, pimpinan daerah ini tidak langsung beranjak pulang ke rumah dinas. Alfin bersama rombongan melanjutkan agenda dengan menyusuri rute pembersihan di beberapa sudut kecamatan.
Ia memanfaatkan momen santai ini untuk menyapa pedagang kecil, pengemudi ojek, dan tokoh masyarakat di pinggir jalan. Mereka berbincang hangat membicarakan kendala fasilitas umum yang warga hadapi sehari-hari.
Langkah ini menjadi jembatan bagi pemerintah daerah untuk menampung kritik dan saran terkait proyek pembangunan kota. Alfin mencatat langsung keluhan warga mengenai kondisi drainase lingkungan dan perbaikan jalan pemukiman.
Ia bertekad membawa seluruh aspirasi tersebut ke meja rapat perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Sungai Penuh menempatkan kebutuhan riil masyarakat sebagai pedoman utama dalam mengucurkan anggaran pembangunan fisik ke depan.
Melalui sinergi erat ini, pemkot ingin membuktikan bahwa perubahan wajah kota berawal dari kepedulian bersama di tingkat rukun tetangga. Semangat kebersamaan hari ini menjadi modal kuat untuk menata Sungai Penuh menjadi daerah yang lebih asri dan ramah bagi generasi mendatang.(ar)









