Sumatera Barat, seriusnews.id – Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggulung puluhan jaringan narkoba internasional dan antarprovinsi sepanjang periode Juli 2026. Langkah tegas aparat dalam mengurai kasus narkotika Polda Sumbar ini berhasil membongkar berbagai modus operandi baru yang makin canggih.
Selain itu, petugas kepolisian menangkap puluhan pelaku yang disinyalir kuat bertindak sebagai perantara rantai peredaran barang haram tersebut. Pada saat yang sama, penyidik terus mengejar para pemodal utama yang mengendalikan bisnis gelap dari balik layar.
Pengungkapan Puluhan Kasus Narkoba dan Puluhan Tersangka
Selanjutnya, Polda Sumatera Barat mencatatkan keberhasilan penindakan dengan membongkar 38 kasus tindak pidana narkotika. Hasilnya, aparat penegak hukum membekuk 51 orang tersangka yang terlibat langsung dalam jaringan tersebut.
Secara rinci, para tersangka meliputi 49 laki-laki, 2 perempuan, serta 1 orang Warga Negara Asing (WNA). Kemudian, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi menyampaikan data penindakan tersebut di Mapolda Sumbar, Selasa (18/8/2026).
Pada kesempatan itu, Kombes Pol Wedy Mahadi mendampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dalam agenda pemusnahan barang bukti. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mayoritas tersangka yang polisi amankan berstatus sebagai kurir lapangan.
Oleh karena itu, pihak kepolisian terus mengembangkan pengusutan perkara guna memburu para bandar utama. Aparat berkomitmen membongkar seluruh struktur organisasi kejahatan yang meresahkan masyarakat Ranah Minang.
Modus Operandi Canggih Pemalsuan Identitas KTP Pelaku
Sementara itu, pasokan narkotika yang masuk ke wilayah Sumatera Barat umumnya berasal dari luar daerah. Bahkan, rantai pengendalian barang haram ini melibatkan jaringan internasional dan antarprovinsi.
Secara khusus, pengendali utama jaringan bermarkas di negara tetangga Malaysia. Di sisi lain, pihak penggerak lapangan beroperasi dari Provinsi Aceh untuk mendistribusikan pasokan.
Selanjutnya, para pelaku memasok barang haram langsung kepada bandar lokal di Kota Padang serta sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Namun, polisi kerap menemui tantangan berat karena para pelaku menerapkan modus operandi yang terus berkembang.
Sebagai contoh, para pelaku sindikat memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan memanfaatkan canggihnya aplikasi teknologi digital. Mereka sengaja menyunting foto wajah dan alamat agar mirip dengan calon tersangka asal Aceh.
Dengan demikian, aplikasi teknologi tersebut menyamarkan identitas asli pelaku menggunakan nama-nama warga lokal Sumatera Barat. Strategi manipulasi identitas ini bertujuan agar pergerakan kurir tidak memancing kecurigaan aparat.
Pergeseran Rute Distribusi Melalui Jalur Tikus Warga
Di samping itu, peta jalur distribusi peredaran narkotika di wilayah Sumatera Barat kini mengalami pergeseran titik lintasan secara signifikan. Sebab, para pelaku mulai meninggalkan jalan raya utama yang kerap mendapat penjagaan petugas kepolisian.
Oleh sebab itu, sindikat beralih melintasi jalur-jalur tikus perkebunan dan area permukiman warga setempat. Langkah tersembunyi ini mereka ambil guna menghindari pemeriksaan ketat dari aparat kepolisian.
Selain itu, waktu operasional pengiriman barang haram ini pun kerap berlangsung pada tengah malam. Bahkan, jaringan penjahat sengaja memecah paket pasokan ke dalam skala kecil agar tidak memicu kecurigaan.
Selanjutnya, kurir mengangkut paket tersebut menggunakan kendaraan roda dua guna mempermudah mobilitas di medan sempit. Metode cepat ini mempermudah mereka menerobos rute alternatif pemukiman.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan kepolisian terus meningkatkan kolaborasi bersama berbagai pihak. Polisi menggandeng insan media, tokoh agama, serta elemen masyarakat untuk mempersempit ruang gerak kejahatan.
Akhirnya, jajaran Polda Sumbar menyiapkan peralatan serta fasilitas pendukung yang sangat layak untuk mendeteksi peredaran gelap. Pihak kepolisian juga mengapresiasi dukungan penuh dari media demi menjaga keamanan bersama di Sumatera Barat.(ar)









