Pemprov Sumbar Menang Gugatan di PTUN, Penertiban Bangunan HSH di Lembah Anai Tunggu Tahap Lanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu bangunan yang terletak di kawasan Lembah Anai.( poto : langgam.id )

Salah satu bangunan yang terletak di kawasan Lembah Anai.( poto : langgam.id )

Sumatera Barat, seriusnews.id – Polemik penertiban bangunan di Lembah Anai memasuki fase baru setelah Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memenangkan perkara melawan PT Hidayah Syariah Hotel (HSH) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang. Putusan itu memperkuat posisi pemerintah dalam menata kawasan sesuai aturan tata ruang dan perizinan.

Majelis hakim PTUN Padang membacakan putusan perkara Nomor 53/G/LH/2025/PTUN.PDG pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam amar putusan, hakim menolak seluruh gugatan PT HSH yang menggugat langkah penertiban bangunan di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.

Hakim juga mencabut Penetapan Majelis Hakim Nomor 53/G/LH/2025/PTUN.PDG tertanggal 30 Januari 2026 tentang penundaan pelaksanaan objek sengketa. Sebelumnya, penetapan itu menghentikan sementara tindakan penertiban selama proses persidangan berlangsung.

Pemprov Sumbar Nilai Putusan Beri Kepastian Hukum

Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Mashri Yanda Boy, menyambut positif hasil persidangan tersebut. Ia menilai keputusan pengadilan memberi kepastian hukum terhadap langkah yang selama ini dijalankan pemerintah.

Baca Juga :  Remaja Asal Pekanbaru Hanyut di Pantai Gasan Gadang, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Mashri menyampaikan bahwa majelis hakim menolak seluruh gugatan penggugat. Menurutnya, hasil itu menunjukkan pemerintah menjalankan proses penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, pemerintah belum akan melaksanakan eksekusi terhadap bangunan yang menjadi objek sengketa. Pemprov Sumbar memilih menunggu kepastian tahapan hukum berikutnya.

Mashri menjelaskan PT HSH masih memiliki kesempatan menempuh upaya hukum lanjutan. Aturan memberi waktu selama 14 hari setelah putusan keluar untuk mengajukan banding.

Karena itu, pemerintah belum mengambil tindakan lapangan. Pemprov Sumbar lebih dulu menyusun koordinasi teknis lintas sektor sebagai persiapan jika proses penertiban berlanjut.

Mashri berharap perkara ini tidak berlanjut ke tahap hukum berikutnya sehingga pemerintah dapat menjalankan eksekusi secara terukur. Meski begitu, pemerintah tetap menghormati hak setiap pihak yang memperoleh perlindungan hukum.

Fokus Pemerintah pada Legalitas dan Tata Ruang

Mashri menegaskan pemerintah tidak mempersoalkan status kepemilikan lahan. Pemerintah memusatkan perhatian pada legalitas pembangunan dan kesesuaiannya dengan tata ruang.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Resmikan Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi

Menurutnya, pengelola bangunan tidak mengantongi dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR). Padahal, dokumen tersebut menjadi syarat dasar sebelum proses perizinan berjalan.

Ia menjelaskan ketiadaan rekomendasi PKKPR membuat proses perizinan tidak dapat berlanjut. Kondisi itu juga membuat izin dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tidak terbit.

Selain persoalan izin, pemerintah juga menilai lokasi pembangunan hotel berada di kawasan lindung. Kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Karena alasan itu, pemerintah menilai pembangunan tidak sesuai dengan aturan tata ruang yang berlaku. Pemprov Sumbar menegaskan bahwa langkah penertiban bertujuan menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan kawasan.

Putusan PTUN Padang menjadi titik penting dalam sengketa yang berlangsung di Lembah Anai. Meski demikian, kelanjutan penertiban masih menunggu keputusan apakah pihak penggugat akan menggunakan hak banding dalam tenggat yang tersedia.(ar)

Berita Terkait

Pemko Padang Sidak Izin Ojol: Maxim, Grab, dan Gojek Dipanggil
Andre Rosiade Temui Menteri PU, Dorong Proyek Vital Sumbar
LPS Siapkan Penjaminan Polis Asuransi Berlaku Januari 2028
Pemko Pariaman Serahkan Santunan BPJS ke Ahli Waris
Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng
Dhani Kristianto Promosi Jabat Wakapolda Sumbar Gantikan Solihin
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Selimut Abu, PVMBG Minta Warga Jauhi Kawah Verbeek
Perbaikan Jalan Koto Baru-Tanjung Simalidu Tuntas Diiaspal
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:27 WIB

Pemko Padang Sidak Izin Ojol: Maxim, Grab, dan Gojek Dipanggil

Kamis, 5 November 2026 - 16:23 WIB

Andre Rosiade Temui Menteri PU, Dorong Proyek Vital Sumbar

Kamis, 5 November 2026 - 16:18 WIB

LPS Siapkan Penjaminan Polis Asuransi Berlaku Januari 2028

Rabu, 4 November 2026 - 16:03 WIB

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 November 2026 - 15:58 WIB

Dhani Kristianto Promosi Jabat Wakapolda Sumbar Gantikan Solihin

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kembali melangkah ke Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta pada Rabu (4/11/2026).(poto: radarsumbar.com).

Regional

Andre Rosiade Temui Menteri PU, Dorong Proyek Vital Sumbar

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:23 WIB

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) silaturahmi bersama puluhan jurnalis Sumatera Barat di Kota Bukittinggi pada Selasa (3/11/2026).(poto: radarsumbar.com).

Regional

LPS Siapkan Penjaminan Polis Asuransi Berlaku Januari 2028

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:18 WIB

Wagub Vasko menghadiri Rapat Kerja Teknis Nagari Creative Hub Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. Acara bertema “Nagari Kreatif, Masyarakat Produktif, dan Berdaya Saing” ini berlangsung di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sumatera Barat, Padang, Rabu (4/11/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Wagub Sumbar Dorong Nagari Creative Hub Pacu Ekonomi Lokal

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:14 WIB