Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai kawasan bersejarah memegang peran krusial bagi daerah. Oleh karena itu, kawasan bersejarah ini menyimpan potensi besar Kota Tua untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Selain itu, pengembangan destinasi budaya harus terus mempertahankan nilai-nilai sejarah serta tradisi lokal. Langkah tersebut bertujuan agar kerukunan antarwarga yang telah terbina sejak lama tetap terjaga.
Pentingnya Menjaga Karakter Sejarah dan Harmoni Multietnis
Mahyeldi menyampaikan pesan penting itu saat membuka Kota Tua Festival 2026, Sabtu. Bahkan, acara puncak tersebut berlangsung sangat meriah di kawasan Pondok, Kota Padang.
Delegasi dari delapan negara juga turut meramaikan perhelatan budaya tingkat internasional tersebut. Akibatnya, kehadiran peserta mancanegara semakin memperkuat jalinan silaturahmi antarwarga multietnis di Sumatera Barat.
Selanjutnya, orang nomor satu di Sumbar itu mengapresiasi seluruh delegasi dan tamu undangan. Ia berharap agar seluruh kontingen membawa kenangan manis selama berada di Padang.
Ruang Pelestarian Sejarah Perdagangan dan Keberagaman Etnis
Menurut Mahyeldi, kawasan bersejarah ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang perdagangan daerah. Dengan demikian, berbagai kelompok masyarakat telah berinteraksi serta membentuk identitas kota sejak masa lalu.
Oleh sebab itu, ia mengingatkan pentingnya merawat warisan sejarah secara konsisten dan berkesinambungan. Kawasan ini harus bertransformasi menjadi pusat kegiatan budaya serta pariwisata yang berkelanjutan.
Di sisi lain, keberagaman etnis yang berdampingan secara damai merupakan modal sosial yang sangat berharga. Komunitas Tionghoa, India, Nias, Sunda, Batak, Mandailing, Ambon, hingga Melayu terus hidup harmonis.
Maka dari itu, Mahyeldi menegaskan bahwa kolaborasi lintas budaya mampu menggerakkan perekonomian warga lokal secara nyata. Pelestarian tradisi tentu dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.
Selain itu, ia juga mengajak generasi muda untuk aktif mengabadikan kekayaan sejarah daerah. Pelajar dan mahasiswa bisa mempromosikan keindahan kawasan melalui media sosial serta platform digital.
Dampak Positif Festival Terhadap Perputaran Ekonomi UMKM
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Padang Fadli Amran mengaitkan keberagaman dengan identitas kota. Sebab, kekayaan tradisi menjadi pijakan utama untuk mewujudkan visi Taste of Padang Experience.
Fadli menyebutkan bahwa perputaran uang selama rangkaian kegiatan festival mencapai angka 45 miliar rupiah. Hasilnya, capaian ekonomi tersebut memberikan dampak langsung bagi para pelaku usaha kecil menengah.
Berbagai kegiatan menarik pun disajikan untuk memanjakan pengunjung dari dalam dan luar negeri. Contohnya, panitia menggelar Kejuaraan Barongsai Internasional, pertunjukan naga, wushu, hingga pentas seni empat etnis.
Tidak hanya itu, masyarakat juga mengikuti agenda menarik seperti Sipasan, Zumba, donor darah, dan panggung musik. Sementara itu, kehadiran bazar kuliner serta produk kreatif semakin menyemarakkan suasana di pusat kota.
Secara keseluruhan, rangkaian acara ini terbukti sukses membuka ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, para pelaku ekonomi kreatif mendapatkan ruang optimal untuk memasarkan berbagai karya terbaik mereka.
Akhirnya, Fadli berharap Kota Tua Festival terus berkembang menjadi kalender agenda tahunan yang dinanti. Perhelatan ini dinilai efektif untuk mempererat persahabatan antarnegara sekaligus mempromosikan pariwisata daerah ke mancanegara.(ar)









