Kota Tua Padang Simpan Potensi Besar Dorong Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Kota Tua Festival 2026 di kawasan Pondok, Kota Tua Padang, Sabtu (15/8/2026).(poto: padangkita.com).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Kota Tua Festival 2026 di kawasan Pondok, Kota Tua Padang, Sabtu (15/8/2026).(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai kawasan bersejarah memegang peran krusial bagi daerah. Oleh karena itu, kawasan bersejarah ini menyimpan potensi besar Kota Tua untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Selain itu, pengembangan destinasi budaya harus terus mempertahankan nilai-nilai sejarah serta tradisi lokal. Langkah tersebut bertujuan agar kerukunan antarwarga yang telah terbina sejak lama tetap terjaga.

Pentingnya Menjaga Karakter Sejarah dan Harmoni Multietnis

Mahyeldi menyampaikan pesan penting itu saat membuka Kota Tua Festival 2026, Sabtu. Bahkan, acara puncak tersebut berlangsung sangat meriah di kawasan Pondok, Kota Padang.

Delegasi dari delapan negara juga turut meramaikan perhelatan budaya tingkat internasional tersebut. Akibatnya, kehadiran peserta mancanegara semakin memperkuat jalinan silaturahmi antarwarga multietnis di Sumatera Barat.

Selanjutnya, orang nomor satu di Sumbar itu mengapresiasi seluruh delegasi dan tamu undangan. Ia berharap agar seluruh kontingen membawa kenangan manis selama berada di Padang.

Ruang Pelestarian Sejarah Perdagangan dan Keberagaman Etnis

Menurut Mahyeldi, kawasan bersejarah ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang perdagangan daerah. Dengan demikian, berbagai kelompok masyarakat telah berinteraksi serta membentuk identitas kota sejak masa lalu.

Baca Juga :  Pembangunan 3.000 Rumah ASN Pesisir Selatan Dimulai, Pemkab Gandeng Developer dan BTN

Oleh sebab itu, ia mengingatkan pentingnya merawat warisan sejarah secara konsisten dan berkesinambungan. Kawasan ini harus bertransformasi menjadi pusat kegiatan budaya serta pariwisata yang berkelanjutan.

Di sisi lain, keberagaman etnis yang berdampingan secara damai merupakan modal sosial yang sangat berharga. Komunitas Tionghoa, India, Nias, Sunda, Batak, Mandailing, Ambon, hingga Melayu terus hidup harmonis.

Maka dari itu, Mahyeldi menegaskan bahwa kolaborasi lintas budaya mampu menggerakkan perekonomian warga lokal secara nyata. Pelestarian tradisi tentu dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.

Selain itu, ia juga mengajak generasi muda untuk aktif mengabadikan kekayaan sejarah daerah. Pelajar dan mahasiswa bisa mempromosikan keindahan kawasan melalui media sosial serta platform digital.

Dampak Positif Festival Terhadap Perputaran Ekonomi UMKM

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Padang Fadli Amran mengaitkan keberagaman dengan identitas kota. Sebab, kekayaan tradisi menjadi pijakan utama untuk mewujudkan visi Taste of Padang Experience.

Baca Juga :  Mahyeldi Dorong Literasi Keuangan Syariah untuk Lindungi Generasi Muda dari Risiko Digital

Fadli menyebutkan bahwa perputaran uang selama rangkaian kegiatan festival mencapai angka 45 miliar rupiah. Hasilnya, capaian ekonomi tersebut memberikan dampak langsung bagi para pelaku usaha kecil menengah.

Berbagai kegiatan menarik pun disajikan untuk memanjakan pengunjung dari dalam dan luar negeri. Contohnya, panitia menggelar Kejuaraan Barongsai Internasional, pertunjukan naga, wushu, hingga pentas seni empat etnis.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mengikuti agenda menarik seperti Sipasan, Zumba, donor darah, dan panggung musik. Sementara itu, kehadiran bazar kuliner serta produk kreatif semakin menyemarakkan suasana di pusat kota.

Secara keseluruhan, rangkaian acara ini terbukti sukses membuka ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, para pelaku ekonomi kreatif mendapatkan ruang optimal untuk memasarkan berbagai karya terbaik mereka.

Akhirnya, Fadli berharap Kota Tua Festival terus berkembang menjadi kalender agenda tahunan yang dinanti. Perhelatan ini dinilai efektif untuk mempererat persahabatan antarnegara sekaligus mempromosikan pariwisata daerah ke mancanegara.(ar)

Berita Terkait

Yield SBN Indonesia Naik Menembus 7,17 Persen Saat Rupiah Tertekan
IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Cermati Lima Saham Potensial
Inflasi Sumatera Barat September 2026 Melandai ke Level 3,50 Persen
Rp115 Miliar Stimulus UMKM Sumbar Bangkitkan Ekonomi Daerah
BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek Syarat Penerima Bantuan di Sini
PLN dan Pemkot Padang Dorong Pertanian Melon Hidroponik Modern
Pameran Seni Kriya SMK Padang Unjuk Gigi di Galeri Taman Budaya Sumbar
Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Yield SBN Indonesia Naik Menembus 7,17 Persen Saat Rupiah Tertekan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:51 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Cermati Lima Saham Potensial

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Inflasi Sumatera Barat September 2026 Melandai ke Level 3,50 Persen

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Rp115 Miliar Stimulus UMKM Sumbar Bangkitkan Ekonomi Daerah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:19 WIB

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek Syarat Penerima Bantuan di Sini

Berita Terbaru