Sumatera Barat, seriusnews.id – Hilirisasi riset FMIPA Unand kini menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat pembangunan daerah. Pemerintah daerah berkomitmen menerapkan berbagai inovasi kampus agar masyarakat merasakan manfaat secara langsung.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyambut jajaran pimpinan FMIPA Unand di Istana Gubernuran pada Kamis. Kedua pihak membahas langkah nyata untuk memindahkan hasil penelitian dari laboratorium menuju ruang publik.
Peneliti kampus menawarkan teknologi budi daya maggot Black Soldier Fly sebagai solusi utama pengolahan sampah. Inovasi ramah lingkungan ini mengurai sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak bernilai tinggi.
Pemerintah daerah menilai teknologi ini sangat cocok untuk memperkuat sistem pengelolaan lingkungan modern. Aplikasi teknologi ini akan menekan volume sampah perkotaan yang terus meningkat setiap hari.
Pengembangan Sektor Pertanian Berkelanjutan Dan Kapasitas Sumber Daya
Tim peneliti Unand juga mengenalkan BioVORA untuk mempercepat pembuatan kompos berkualitas tinggi dari limbah. Selain itu, ilmuwan Unand mengembangkan teknik kultur jaringan demi memproduksi bibit tanaman unggul bagi petani.
Perguruan tinggi ini mempromosikan budi daya lebah galo-galo yang memberikan keuntungan ekonomi bagi warga. Kampus juga menyiapkan program pelatihan khusus untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara di daerah.
Kepala Balitbang Sumatera Barat Febrina Tri Susila Putri segera menyusun rencana aksi bersama tim akademisi. Pihaknya mengordinasikan seluruh dinas teknis agar program kolaborasi ini berjalan lancar di lapangan.
Dekan FMIPA Unand Prof. Dr. Mai Efdi menegaskan kesiapan kampus sebagai pusat inovasi daerah. Kampus membuktikan bahwa karya ilmiah akademisi mampu memberikan solusi nyata bagi kemajuan ekonomi warga.(ar)









