Perempuan Petani Minangkabau Hadapi Perubahan Peran, Peneliti Susun Model Pendidikan Kewirausahaan Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi kelompok terpumpun bertema Model Konseptual Sustainable Food Entrepreneurship Education (SFEE).( poto : ANTARA )

Diskusi kelompok terpumpun bertema Model Konseptual Sustainable Food Entrepreneurship Education (SFEE).( poto : ANTARA )

Kabupaten Solok, seriusnews.id – Peran perempuan petani Minangkabau dalam menjaga ekonomi keluarga dan keberlanjutan pertanian mulai mengalami perubahan.

Perkembangan sosial dan perubahan cara pandang generasi muda memengaruhi minat terhadap sektor pertanian dan kewirausahaan.

Perubahan tersebut menjadi fokus penelitian yang berlangsung di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok.

Tim peneliti membahas temuan awal melalui diskusi kelompok terpumpun bertema Model Konseptual Sustainable Food Entrepreneurship Education (SFEE) bagi Perempuan Petani dalam Sistem Budaya Matrilineal Minangkabau.

Penelitian ini dipimpin oleh Muharika Dewi dari Politeknik Aisyiyah Sumatera Barat. Tim peneliti juga melibatkan Mandria Yundelfa, Eliza, dan Samuel Martin.

Tim pakar ikut memperkuat penelitian ini. Mereka terdiri dari Elsa Yuniarti dan Retnaningtyas.

Generasi Muda Mulai Menjauh dari Pertanian

Tim peneliti lebih dulu melakukan survei terhadap 100 perempuan petani berusia 18 sampai 65 tahun di Nagari Paninjauan. Survei itu memperlihatkan perubahan pandangan terhadap pertanian.

Muharika Dewi mengatakan perempuan petani yang lebih tua masih menunjukkan kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan pertanian. Sebaliknya, sebagian responden usia muda mulai memandang pertanian sebagai sektor yang kurang menarik untuk masa depan.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Terapkan Sistem Pertanian Modern untuk Genjot Hasil Panen Padi di Solok

Menurutnya, perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan pilihan pekerjaan. Perubahan tersebut juga menyentuh peran perempuan dalam sistem sosial matrilineal Minangkabau.

Muharika menilai kewirausahaan memiliki makna yang lebih luas daripada kegiatan berdagang. Perempuan Minangkabau juga menjalankan fungsi mengatur sumber daya dan menjaga kestabilan ekonomi keluarga.

Selama ini, perempuan memegang peran penting dalam pengelolaan ekonomi kaum. Karena itu, penelitian berupaya mencari pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Tim peneliti ingin menyusun model pendidikan yang tetap menjaga nilai budaya. Pada saat yang sama, model tersebut harus mampu menjawab tantangan ekonomi dan perubahan sosial.

Harapan itu bertujuan agar generasi berikutnya tetap mempertahankan peran perempuan dalam ketahanan keluarga dan keberlanjutan pangan.

Kesehatan Menentukan Produktivitas Perempuan Tani

Selain membahas ekonomi, penelitian juga menyoroti aspek kesehatan perempuan tani. Tim peneliti menilai kesehatan memiliki hubungan langsung dengan produktivitas.

Baca Juga :  BAKN DPR RI Perkuat Dukungan untuk BULOG Demi Ketahanan Pangan Nasional

Elsa Yuniarti mengatakan masih banyak perempuan petani yang belum memprioritaskan kesehatan sebagai aset jangka panjang. Kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan bekerja ketika kondisi fisik menurun.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Selain itu, perempuan tani perlu meningkatkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat beraktivitas dengan bahan kimia pertanian.

Menurut Elsa, perlindungan kesehatan membantu perempuan tetap aktif dan produktif dalam jangka panjang.

Diskusi ini turut melibatkan pemerintah nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN), Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), pengurus Bundo Kanduang, praktisi pertanian Zettrisman, Sukwan Hanafi, dan pemerhati budaya.

Seluruh peserta memberikan masukan untuk penyusunan model Sustainable Food Entrepreneurship Education (SFEE). Tim peneliti akan menggunakan masukan tersebut sebagai dasar pengembangan program.

Mereka menargetkan penerapan model ini di lingkungan keluarga, surau, sekolah, dan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, menjaga ekonomi keluarga, dan mempertahankan budaya Minangkabau.(ar)

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Intai Padang: BMKG Warnai Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat
Gubernur Sumbar Resmikan Screenhouse Cabai Modern di Agam
Inovasi SKATSU Tekan Pengangguran Generasi Muda Padang
Polda Sumbar Sisir Tambang Emas Ilegal Solok Selatan
Pemprov Sumbar dan IKA Lemhannas Perkuat Sinergi Pendidikan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda
Andre Rosiade Tinjau GOR Rawang Pariaman Bersama Wali Kota Yota Balad
UIN Batusangkar Gaet ACAI Thailand Berdayakan Lansia Padang Sarai
Pendaftaran Perlinsos Kota Padang Jemput Bola Warga Rentan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Cuaca Ekstrem Intai Padang: BMKG Warnai Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Gubernur Sumbar Resmikan Screenhouse Cabai Modern di Agam

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Inovasi SKATSU Tekan Pengangguran Generasi Muda Padang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Polda Sumbar Sisir Tambang Emas Ilegal Solok Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Pemprov Sumbar dan IKA Lemhannas Perkuat Sinergi Pendidikan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda

Berita Terbaru

Surat edaran Gubernur Jambi.(poto: jemarionline.com).

Pendidikan

Pemprov Jambi Resmi Terapkan Pembelajaran Daring Seluruh Sekolah

Senin, 24 Agu 2026 - 16:38 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran melepas langsung keberangkatan logistik pangan tersebut dari Bandara Internasional Minangkabau pada Sabtu, 22 Agustus 2026.(poto : radarsumbar.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Kirim Bantuan Rendang Gempa NTT

Senin, 24 Agu 2026 - 05:36 WIB