Sering Dekat dengan Kita! Ini Hewan Pembawa Hantavirus yang Harus Diwaspadai

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tabung reaksi berlabel

Foto: Tabung reaksi berlabel

Jakarta, seriusnews.id-Wabah hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah beberapa kasus muncul di kapal pesiar MV Hondius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan masyarakat karena virus ini memiliki masa inkubasi hingga enam minggu dan dapat memicu kasus baru.

Hantavirus termasuk kelompok virus yang hidup pada hewan pengerat, terutama tikus. Beberapa hewan lain seperti tupai, hamster, dan marmut juga dapat membawa virus ini.

Cara Penularan ke Manusia

Hantavirus menyebar ke manusia melalui beberapa cara. Penularan paling umum terjadi saat seseorang menghirup udara yang sudah terkontaminasi partikel dari kotoran, urine, atau air liur tikus yang mengering.

Risiko penularan meningkat ketika seseorang membersihkan area tertutup seperti gudang, loteng, atau rumah kosong yang menjadi sarang tikus.

Baca Juga :  Gak Perlu Cuci! 6 Trik Simpel Bikin Sepatu Bebas Bau

Selain itu, virus juga bisa masuk ke tubuh ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata. Gigitan tikus juga bisa menularkan virus, meski kasus ini lebih jarang terjadi.

Gejala Hantavirus

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa hantavirus dapat menyebabkan dua penyakit serius:

  • Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru
  • Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal

Gejala awalnya mirip flu, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, muntah, diare, dan nyeri perut.

Namun, kondisi dapat memburuk dengan cepat. Penderita bisa mengalami sesak napas, batuk berat, penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah turun, hingga gangguan jantung.

Baca Juga :  Ternyata Ini Penyebab Anda Masuk Desil Tinggi dalam Aplikasi DTSEN

Tingkat Kasus dan Risiko

Peneliti virus dari Australia, Paul Griffin, memperkirakan ada sekitar 150.000 hingga 200.000 kasus hantavirus setiap tahun di dunia. Meski begitu, penularan antar manusia sangat jarang terjadi.

Dokter dari UT Southwestern Medical Center, Dr. Sonja Bartolome, menyebut gejala awal hantavirus sering sulit dibedakan dari flu biasa, sehingga deteksi dini menjadi tantangan.

Penanganan Medis

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk hantavirus. Dokter hanya memberikan perawatan suportif seperti oksigen, ventilator, dan dialisis untuk kasus berat.

Pencegahan tetap menjadi langkah paling penting, terutama dengan menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan. (nr*)

Berita Terkait

Ternyata Ini Penyebab Anda Masuk Desil Tinggi dalam Aplikasi DTSEN
Dari Jawa ke Dunia: Asal-usul Wayang Kulit dan Filosofi Semar
Gak Perlu Cuci! 6 Trik Simpel Bikin Sepatu Bebas Bau
Kopi Naik Level! Gaya Baru Menikmati Kopi di Surabaya Lagi Hits
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:47 WIB

Sering Dekat dengan Kita! Ini Hewan Pembawa Hantavirus yang Harus Diwaspadai

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:23 WIB

Ternyata Ini Penyebab Anda Masuk Desil Tinggi dalam Aplikasi DTSEN

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:00 WIB

Dari Jawa ke Dunia: Asal-usul Wayang Kulit dan Filosofi Semar

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

Gak Perlu Cuci! 6 Trik Simpel Bikin Sepatu Bebas Bau

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:00 WIB

Kopi Naik Level! Gaya Baru Menikmati Kopi di Surabaya Lagi Hits

Berita Terbaru

Foto: Singapura (AP/Yong Teck Lim)

Internasional

AI Tak Bisa Gantikan! Ini Profesi Paling Dicari di Singapura 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:06 WIB