Jangan Sepelekan! Kebiasaan Konsumsi Makanan Instan Ini Bisa Picu Dampak Jangka Panjang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Makanan Cepat Saji, Sumber;IStockphoto/TarikVision

Ilustrasi Makanan Cepat Saji, Sumber;IStockphoto/TarikVision

Jakarta, seriusnews.id-Di tengah gaya hidup serba cepat, banyak orang memilih makanan instan karena praktis dan mudah disiapkan. Mi instan, makanan beku, hingga produk siap saji menjadi solusi bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.

Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan instan secara rutin dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Produk ini biasanya mengandung garam, gula, lemak, dan bahan tambahan untuk memperkuat rasa serta memperpanjang masa simpan.

Kandungan natrium yang tinggi menjadi salah satu perhatian utama. Konsumsi natrium berlebih dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, terutama jika dikonsumsi terus-menerus.

Baca Juga :  Kepribadian Orang Ternyata Disebut Bisa Dilihat dari Waktu Lahirnya

Selain itu, makanan instan umumnya rendah serat. Padahal, serat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mengatur penyerapan nutrisi. Kekurangan serat dapat memicu gangguan pencernaan dan membuat tubuh terasa kurang nyaman.

Dari sisi energi, makanan instan cenderung tinggi kalori tetapi tidak memberikan rasa kenyang yang tahan lama. Kondisi ini mendorong seseorang makan lebih sering atau dalam porsi lebih banyak.

Kebiasaan ini juga sering mengurangi variasi makanan. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang cukup untuk mendukung fungsi tubuh secara optimal.

Baca Juga :  Pemko Padang dan PMI Perkuat Penanganan Krisis Kabut Asap di Kota Padang

Selain berdampak fisik, konsumsi makanan instan secara terus-menerus dapat membentuk pola makan yang kurang sehat. Banyak orang akhirnya jarang mengonsumsi makanan segar yang sebenarnya lebih kaya nutrisi.

Meski begitu, Anda tetap bisa mengonsumsi makanan instan sesekali. Kuncinya adalah mengatur frekuensi, menjaga porsi, dan mengombinasikannya dengan bahan bergizi seperti sayur atau protein segar.

Pada akhirnya, makanan instan memang menawarkan kemudahan. Namun, Anda perlu menjaga keseimbangan agar kesehatan tetap terjaga dalam jangka panjang. (nr*)

Berita Terkait

Wamenkes Tinjau Skrining TBC di Padang untuk Capai Eliminasi 2030
Pemko Padang dan PMI Perkuat Penanganan Krisis Kabut Asap di Kota Padang
RSUP Dr. M. Djamil Gelar SIV Clinical Trial Tenacity untuk Uji Obat Tenecteplase
Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan
Andre Rosiade Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Penderita Sakit Jantung di Padang
Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok
Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis
RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:28 WIB

Wamenkes Tinjau Skrining TBC di Padang untuk Capai Eliminasi 2030

Kamis, 17 September 2026 - 21:20 WIB

Pemko Padang dan PMI Perkuat Penanganan Krisis Kabut Asap di Kota Padang

Senin, 14 September 2026 - 16:32 WIB

RSUP Dr. M. Djamil Gelar SIV Clinical Trial Tenacity untuk Uji Obat Tenecteplase

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Andre Rosiade Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Penderita Sakit Jantung di Padang

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB