Jakarta, seriusnews.id — Masyarakat perlu lebih cermat saat memilih susu untuk keluarga karena setiap produk di pasaran memiliki kualitas dan kandungan yang berbeda. Produsen tidak selalu menggunakan susu segar murni, melainkan sering mencampurnya dengan susu bubuk, susu skim, atau pemanis tambahan.
CEO Sewu Segar Nusantara, Cindyanto Kristian, menekankan pentingnya edukasi konsumen agar mampu memahami isi produk melalui label kemasan. Ia mendorong masyarakat untuk lebih teliti sebelum membeli dan mengonsumsi produk susu.
“Orang Indonesia masih perlu edukasi untuk membaca label dengan benar,” ujarnya dalam konferensi pers di Kabupaten Tangerang.
Cermat Membaca Komposisi Susu
Brand Director Hometown Artisan Dairy, Natasha Johannes, mengingatkan konsumen untuk selalu memperhatikan urutan bahan pada daftar komposisi. Ia menjelaskan bahwa bahan yang muncul pertama biasanya memiliki porsi paling besar dalam produk.
Jika kemasan menuliskan “fresh milk” atau susu segar di bagian awal, produk tersebut umumnya mengandung lebih banyak susu segar. Sebaliknya, istilah “minuman susu” menunjukkan adanya campuran bahan lain selain susu murni.
Natasha juga menyarankan konsumen mengecek persentase susu segar agar lebih memahami kualitas produk.
Waspadai Tambahan Gula dan Bahan Kimia
Ahli gizi Vrischika Chabella menegaskan pentingnya membaca seluruh komposisi sebelum membeli produk. Ia menyarankan masyarakat memilih susu dengan bahan yang sederhana dan mudah dipahami.
“Semakin sedikit bahan, biasanya semakin baik,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar konsumen berhati-hati terhadap istilah seperti stabilizer, pengawet, dan pemanis tambahan seperti corn syrup yang sering tidak disadari sebagai bentuk gula.
Vrischika mendorong masyarakat untuk mencari informasi tambahan jika menemukan istilah yang sulit dipahami.
Perhatikan Kondisi Susu yang Aman Dikonsumsi
Selain membaca label, konsumen perlu memperhatikan kondisi fisik susu sebelum mengonsumsinya. Susu yang sudah tidak layak biasanya mengeluarkan bau asam dan berubah menjadi menggumpal.
Susu pasteurisasi membutuhkan penanganan khusus karena tidak mengandung pengawet. Konsumen harus segera menyimpannya di dalam kulkas dan tidak membiarkannya terlalu lama di suhu ruang.
“Jika tidak segera masuk kulkas, bakteri bisa berkembang dengan cepat,” ujar Vrischika.
Dengan memahami label kemasan dan cara penyimpanan yang tepat, masyarakat dapat memilih susu yang lebih sehat, aman, dan sesuai kebutuhan keluarga. (nr*)









