Jakarta, seriusnews.id-Di tengah kehidupan modern yang penuh distraksi, lisan manusia dapat membawa kebaikan sekaligus keburukan. Dari lisan, lahir dzikir, doa, dan tilawah. Namun, di sisi lain, lisan juga bisa melahirkan ghibah, dusta, dan ucapan sia-sia. Oleh karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman utama.
Selain itu, menguatkan lisan dengan Al-Qur’an tidak hanya berarti memperbanyak bacaan. Lebih dari itu, kebiasaan ini membangun iman sekaligus membentuk akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Qur’an menjaga lisan dari keburukan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Dengan demikian, ketika seseorang membiasakan lisan dengan Al-Qur’an, ia akan lebih mudah meninggalkan ucapan sia-sia dan menjaga diri dari dosa lisan.
Tilawah menenangkan hati dan menguatkan iman
Sementara itu, Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Karena itu, tilawah Al-Qur’an tidak hanya menghidupkan hati, tetapi juga menenangkan jiwa serta memperkuat iman di tengah ujian kehidupan.
Al-Qur’an memberi syafaat di akhirat
Di samping itu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Dengan kata lain, lisan yang terbiasa membaca Al-Qur’an akan menjadi saksi kebaikan di hari akhir.
Cara menguatkan lisan dengan Al-Qur’an
Untuk membangun kebiasaan ini, umat Islam dapat memulainya dengan langkah sederhana, seperti:
- Membaca Al-Qur’an setiap hari meski sedikit
- Mengisi waktu luang dengan tilawah
- Menghafal ayat-ayat pendek
- Memahami makna bacaan
- Mengamalkan isi Al-Qur’an dalam ucapan dan perbuatan
Selain itu, konsistensi jauh lebih penting daripada jumlah bacaan.
Dampak dalam kehidupan
Jika dilakukan secara istiqamah, kebiasaan ini akan membawa perubahan nyata, antara lain:
- Hati menjadi lebih tenang
- Ucapan lebih terjaga
- Iman lebih stabil
- Hidup lebih terarah dan penuh berkah
Dengan demikian, Al-Qur’an benar-benar membentuk kualitas hidup seorang Muslim.
Penutup
Pada akhirnya, menguatkan lisan dengan Al-Qur’an menjadi langkah sederhana namun berdampak besar. Dari lisan yang terbiasa dengan kalam Allah, lahir iman yang kokoh serta akhlak yang terjaga.
Di tengah dunia yang penuh gangguan ini, kembali kepada Al-Qur’an bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijaga setiap hari. (nr*)








