Sering Dekat dengan Kita! Ini Hewan Pembawa Hantavirus yang Harus Diwaspadai

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tabung reaksi berlabel

Foto: Tabung reaksi berlabel

Jakarta, seriusnews.id-Wabah hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah beberapa kasus muncul di kapal pesiar MV Hondius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan masyarakat karena virus ini memiliki masa inkubasi hingga enam minggu dan dapat memicu kasus baru.

Hantavirus termasuk kelompok virus yang hidup pada hewan pengerat, terutama tikus. Beberapa hewan lain seperti tupai, hamster, dan marmut juga dapat membawa virus ini.

Cara Penularan ke Manusia

Hantavirus menyebar ke manusia melalui beberapa cara. Penularan paling umum terjadi saat seseorang menghirup udara yang sudah terkontaminasi partikel dari kotoran, urine, atau air liur tikus yang mengering.

Risiko penularan meningkat ketika seseorang membersihkan area tertutup seperti gudang, loteng, atau rumah kosong yang menjadi sarang tikus.

Baca Juga :  Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh Pertengahan September 2026

Selain itu, virus juga bisa masuk ke tubuh ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata. Gigitan tikus juga bisa menularkan virus, meski kasus ini lebih jarang terjadi.

Gejala Hantavirus

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa hantavirus dapat menyebabkan dua penyakit serius:

  • Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru
  • Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal

Gejala awalnya mirip flu, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, muntah, diare, dan nyeri perut.

Namun, kondisi dapat memburuk dengan cepat. Penderita bisa mengalami sesak napas, batuk berat, penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah turun, hingga gangguan jantung.

Baca Juga :  Mendikdasmen Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut dengan Skema Baru

Tingkat Kasus dan Risiko

Peneliti virus dari Australia, Paul Griffin, memperkirakan ada sekitar 150.000 hingga 200.000 kasus hantavirus setiap tahun di dunia. Meski begitu, penularan antar manusia sangat jarang terjadi.

Dokter dari UT Southwestern Medical Center, Dr. Sonja Bartolome, menyebut gejala awal hantavirus sering sulit dibedakan dari flu biasa, sehingga deteksi dini menjadi tantangan.

Penanganan Medis

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk hantavirus. Dokter hanya memberikan perawatan suportif seperti oksigen, ventilator, dan dialisis untuk kasus berat.

Pencegahan tetap menjadi langkah paling penting, terutama dengan menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan. (nr*)

Berita Terkait

Komisi VI DPR dan Danantara Berkolaborasi Selamatkan PT Pos Indonesia
Achmad Fachri Mubarok Paskibraka Nasional Asal Jambi Bertugas Di Istana
Pemerintah Rencanakan Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Kesejahteraan Tertinggi
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Konfirmasi Dua Warga Sikka Meninggal Dunia
Andre Rosiade dan Menteri PU Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumatera Barat Pascabencana
PT Semen Padang Raih Dua Penghargaan Public Relations Bergengsi
Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh Pertengahan September 2026
Pembangunan Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo Elelim Dipacu Tembus Pegunungan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Komisi VI DPR dan Danantara Berkolaborasi Selamatkan PT Pos Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Achmad Fachri Mubarok Paskibraka Nasional Asal Jambi Bertugas Di Istana

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Pemerintah Rencanakan Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Kesejahteraan Tertinggi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Konfirmasi Dua Warga Sikka Meninggal Dunia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Andre Rosiade dan Menteri PU Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumatera Barat Pascabencana

Berita Terbaru

Wali Kota Padang Fadly Amran melepas langsung keberangkatan logistik pangan tersebut dari Bandara Internasional Minangkabau pada Sabtu, 22 Agustus 2026.(poto : radarsumbar.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Kirim Bantuan Rendang Gempa NTT

Senin, 24 Agu 2026 - 05:36 WIB