Unand Kembangkan EWS Mandiri dan Shelter Masjid untuk Perkuat Mitigasi Gempa Megathrust di Padang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) memaparkan hasil riset.( poto : padangkita.com )

Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) memaparkan hasil riset.( poto : padangkita.com )

Kota Padang, seriusnews.id – Ancaman gempa bumi di zona megathrust Mentawai dan potensi tsunami di pesisir Kota Padang mendorong lahirnya inovasi kesiapsiagaan baru.

Melalui riset terapan, mitigasi gempa megathrust Padang kini bergerak ke arah pemberdayaan masyarakat agar mampu bertindak cepat saat bencana terjadi.

Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) memaparkan hasil riset tersebut dalam audiensi bersama Wali Kota Padang di Balai Kota Aie Pacah, Rabu (17/6/2026). Pertemuan itu juga menghadirkan unsur pemerintah daerah dan tim percepatan pembangunan.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand, Prof. Yenny Narny, menjelaskan bahwa timnya telah menyelesaikan riset bertajuk Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang.

Tim peneliti tidak hanya menyusun kajian akademis. Mereka juga menghasilkan perangkat yang bisa langsung digunakan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Shelter Masjid dan EWS Mandiri Jadi Solusi Kesiapsiagaan

Tim peneliti merancang tempat evakuasi sementara atau shelter dengan memanfaatkan infrastruktur masjid. Konsep ini menempatkan masjid sebagai pusat perlindungan dan titik koordinasi warga saat keadaan darurat.

Baca Juga :  Pemko Padang Dorong UMKM Pangan Terapkan Higiene dan Sertifikasi Halal untuk Tingkatkan Kualitas Produk

Selain itu, tim juga mengembangkan perangkat Early Warning System (EWS) yang dapat dioperasikan komunitas secara mandiri. Sistem tersebut memungkinkan warga menjalankan peringatan dini dari tingkat lingkungan.

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menerima informasi kebencanaan. Mereka juga memiliki peran langsung dalam proses deteksi dan respons awal.

Prof. Yenny menyampaikan bahwa Sekolah Pascasarjana Unand menjalankan riset ini bersama PT Pegadaian. Tim akan menyerahkan hasil penelitian tersebut pada 29 Juni mendatang di Auditorium Unand.

Dalam kesempatan itu, Prof. Yenny turut mengundang Wali Kota Padang untuk menghadiri peluncuran resmi hasil riset.

Prof. Yenny menilai persoalan kebencanaan membutuhkan kerja lintas disiplin. Karena itu, tim melibatkan berbagai bidang ilmu dalam proses penelitian.

Pendekatan tersebut bertujuan menghasilkan model mitigasi yang praktis dan mudah diterapkan masyarakat. Tim juga berharap hasil riset dapat mendukung kebijakan pengurangan risiko bencana di Kota Padang.

Baca Juga :  Peringatan Gugurnya Bagindo Aziz Chan ke-79: Langkah Awal Menuju Padang Kota Gastronomi

Menurutnya, kawasan pesisir yang padat penduduk membutuhkan strategi kesiapsiagaan yang lebih dekat dengan kondisi lapangan.

Pemko Padang Terus Perkuat Sistem Mitigasi

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut positif hasil riset tersebut. Ia menilai kolaborasi perguruan tinggi dan sektor korporasi dapat memperkuat langkah mitigasi pemerintah daerah.

Saat ini, Pemerintah Kota Padang terus memperluas upaya pengurangan risiko bencana. Program tersebut mencakup pemasangan EWS di wilayah rawan, edukasi kebencanaan, jambore kebencanaan, serta latihan evakuasi tsunami.

Fadly berharap inovasi EWS mandiri dari Unand dapat menjadi referensi penyusunan kebijakan kebencanaan. Pemerintah juga ingin meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami.

Kolaborasi antara kampus, dunia usaha, dan pemerintah menunjukkan bahwa mitigasi bencana memerlukan kerja bersama.

Melalui shelter berbasis masjid dan sistem peringatan dini mandiri, masyarakat Kota Padang diharapkan semakin siap menghadapi risiko bencana.(ar)

Berita Terkait

Warga Terjebak di Sungai Lubuak Jambak Padang Berhasil Dievakuasi Tim SAR
Banjir Bandang Pasaman Terseret Arus, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang
Langkah Strategis Pemko Padang Percepat Revitalisasi Kota Tua untuk Wisata Sejarah dan Kuliner
Gubernur Sumbar Tinjau Flyover Sitinjau Lauik Pembangunan Fisik Dimulai
Satgas PRR dan Pemko Padang Pantau Pembangunan Huntap Balai Gadang
Padang Rancak Award 2026 Sesi Kedua Hadirkan Puluhan Inovasi Unik Warga
Keturunan Pendiri PT Semen Padang Asal Belanda Lakukan Napak Tilas Sejarah
BPBD Padang dan Bank Nagari Bagikan 5.000 Masker Gratis
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:10 WIB

Warga Terjebak di Sungai Lubuak Jambak Padang Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Minggu, 20 September 2026 - 21:05 WIB

Banjir Bandang Pasaman Terseret Arus, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang

Sabtu, 19 September 2026 - 20:23 WIB

Langkah Strategis Pemko Padang Percepat Revitalisasi Kota Tua untuk Wisata Sejarah dan Kuliner

Jumat, 18 September 2026 - 13:16 WIB

Gubernur Sumbar Tinjau Flyover Sitinjau Lauik Pembangunan Fisik Dimulai

Jumat, 18 September 2026 - 13:06 WIB

Satgas PRR dan Pemko Padang Pantau Pembangunan Huntap Balai Gadang

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB