Kota Padang, seriusnews.id – HJK Padang 2026 meriah menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam menyambut Hari Jadi Kota (HJK) ke-357 yang jatuh pada 7 Agustus 2026.
Pemko Padang menyiapkan festival rakyat lintas budaya selama 12 hari, mulai 6 hingga 17 Agustus 2026, dengan konsep perayaan yang lebih besar dan lebih terstruktur.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menargetkan perayaan HJK tahun ini mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah kota merancang rangkaian acara agar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi warga.
Fadly Amran menyampaikan hal tersebut usai memimpin rapat koordinasi di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (22/6/2026). Ia menegaskan keinginan agar seluruh masyarakat bisa menikmati rangkaian kegiatan tersebut.
“Diharapkan event yang digelar dapat menghibur seluruh masyarakat kota,” ujar Fadly.
Pemko Padang Matangkan 19 Agenda Utama
Ketua Panitia HJK ke-357 yang juga Asisten III Setdako Padang, Corri Saidan, menjelaskan bahwa panitia menyiapkan 19 agenda utama untuk memeriahkan perayaan HJK tahun ini.
Ia juga melaporkan perkembangan persiapan kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, serta Sekretaris Daerah Raju Minropa dalam rapat koordinasi terakhir.
Corri mengatakan panitia terus mematangkan seluruh rangkaian kegiatan agar pelaksanaan berjalan lancar dan terkoordinasi.
“Kami mematangkan dan menyampaikan langsung kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengenai seluruh progres persiapan event,” kata Corri.
Pemko Padang menempatkan budaya sebagai daya tarik utama dalam HJK 2026. Pemerintah kota menghadirkan berbagai agenda yang menonjolkan tradisi lokal sekaligus membuka ruang bagi pertunjukan internasional.
Panitia menggelar Festival Telong-Telong, Bajamba Festival, Selaju Sampan, Padang Ethnic Fiesta 2026, serta Kota Tua Orchestra. Selain itu, panitia juga menghadirkan atraksi barongsai internasional melalui Wai MOU International Lion Dance.
Seluruh rangkaian ini bertujuan memperkuat identitas budaya Padang sekaligus menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri.
UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Sorotan
Pemko Padang mendorong sektor ekonomi kreatif melalui berbagai program unggulan. Pemerintah kota menghadirkan Padang Great Sale, Padang Fashion Summit, Gastro Market, serta forum kuliner Talks in Taste.
Panitia menghubungkan pelaku UMKM dengan artis ibu kota yang akan hadir dalam perayaan tersebut. Langkah ini membantu UMKM memperluas pasar dan meningkatkan transaksi selama festival berlangsung.
Pemko Padang juga mengarahkan program ini untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah secara berkelanjutan.
Pemko Padang menggelar sejumlah kegiatan olahraga untuk melibatkan masyarakat luas. Panitia menyiapkan BOM Run, Gowes Siti Nurbaya, serta Sumatera Prix sebagai bagian dari rangkaian HJK.
Selain itu, panitia juga menyelenggarakan Waste Management Symposium untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.
Pemerintah kota juga memasukkan agenda resmi seperti Rapat Paripurna DPRD dan Peresmian Jembatan Hildesheim ke dalam rangkaian HJK 2026.
Libatkan Negara Sahabat dan Seniman Multi-Etnis
Panitia HJK menghadirkan perwakilan negara sahabat untuk memperkaya rangkaian acara tahun ini. Selain itu, panitia juga melibatkan seniman multi-etnis yang tinggal di Kota Padang.
Corri Saidan menegaskan bahwa keberagaman tersebut memperkuat karakter Kota Padang sebagai kota yang inklusif dan terbuka.
“Di HJK nanti kita juga menampilkan pertunjukan dari multi-etnis yang ada di Padang,” ujar Corri.
Dengan 19 agenda utama yang berlangsung selama 12 hari, Pemko Padang menargetkan HJK ke-357 menjadi festival rakyat terbesar di kota tersebut. Pemerintah kota berharap kegiatan ini memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperluas promosi Kota Padang ke tingkat nasional dan internasional.(ar)









