Jakarta, seriusnews.id-Kopi menjadi minuman favorit banyak orang untuk memulai hari. Sebagian orang bahkan langsung minum kopi saat perut masih kosong sebelum sarapan.
Namun, dokter Brunilda Nazario, MD, menjelaskan bahwa kopi mengandung kafein dan berbagai senyawa yang dapat memberi efek berbeda pada tubuh, baik positif maupun negatif.
Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat. Zat ini meningkatkan fokus, kewaspadaan, dan energi sehingga banyak orang merasa lebih “terjaga” setelah minum kopi.
Di sisi lain, kopi juga membawa manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi kopi dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, Parkinson, hingga gangguan hati. Antioksidan dalam kopi juga membantu melindungi sel tubuh.
Meski begitu, efek kopi tidak selalu sama pada setiap orang. Cara penyeduhan dan jenis kopi juga memengaruhi dampaknya. Kopi tanpa filter seperti French press atau kopi tubruk dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat pada sebagian orang.
Nazario menegaskan, minum kopi saat perut kosong dapat membuat efek kafein terasa lebih kuat. Kondisi ini bisa memicu jantung berdebar, gelisah, sakit kepala, mual, hingga gangguan lambung.
Pada orang dengan lambung sensitif, maag, atau GERD, kopi tanpa makanan bisa meningkatkan asam lambung dan memperparah gejala.
Untuk batas aman, konsumsi 1–2 cangkir kopi per hari umumnya masih tergolong aman bagi kebanyakan orang. Namun, ukuran cangkir dan tambahan gula atau krimer tetap perlu diperhatikan.
Dokter menyarankan agar setiap orang memperhatikan respons tubuh masing-masing. Jika muncul keluhan setelah minum kopi, sebaiknya kurangi konsumsi atau minum setelah makan.
Kesimpulannya, minum kopi saat perut kosong tidak selalu berbahaya, tetapi tidak cocok untuk semua orang. (nr*)









