Washington, seriusnews.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan damai AS Iran telah tercapai. Ia menyampaikan pengumuman itu melalui unggahan di Truth Social dan menyebut Selat Hormuz akan kembali beroperasi.
Trump mengatakan proses negosiasi dengan Republik Islam Iran telah selesai. Ia juga menyatakan kapal-kapal dunia dapat kembali melintas dan distribusi minyak bisa berjalan normal.
Namun hingga kini belum ada dokumen resmi yang menjelaskan isi lengkap kesepakatan tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut pemerintah AS mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan. Ia juga menyatakan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat akan berakhir.
Pernyataan itu segera memicu perhatian karena Selat Hormuz menjadi jalur utama perdagangan energi dunia. Perubahan status kawasan tersebut dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Meski demikian, pemerintah AS belum mempublikasikan rincian teknis pelaksanaan kebijakan itu.
Media Iran Ungkap Isi Rancangan Kesepakatan
Sejumlah media Iran kemudian memuat bocoran rancangan nota kesepahaman. Dokumen itu memuat sejumlah poin yang disebut sedang dibahas.
Isi rancangan mencakup penghentian permusuhan di Timur Tengah, terutama Lebanon. Dokumen itu juga memuat rencana penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran.
Selain itu, rancangan tersebut menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz dengan pengaturan yang melibatkan Iran dan koordinasi dengan Oman.
Media Iran juga melaporkan adanya skema pencairan dana Iran yang selama ini terkena pembekuan akibat sanksi. Rancangan itu turut memasukkan kerangka pembahasan isu nuklir.
Televisi pemerintah Iran menyebut negaranya berhasil mendorong Amerika Serikat menerima proposal perdamaian.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ikut mengumumkan tercapainya kesepakatan itu melalui platform X.
Sharif mengatakan kedua pihak sepakat menghentikan operasi militer secara permanen di seluruh lini. Kesepakatan itu juga disebut mencakup Lebanon.
Ia menyampaikan bahwa upacara penandatanganan resmi direncanakan berlangsung pada Jumat, 19 Juni, di Swiss.
Menurut Sharif, para mediator akan mengatur sejumlah pertemuan lanjutan. Pertemuan tersebut bertujuan menyiapkan tahap implementasi dan pembicaraan teknis.
Iran Siapkan Negosiasi Tahap Lanjutan
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan negosiasi menuju kesepakatan akhir akan berlangsung selama 60 hari.
Ia mengatakan Iran akan lebih dulu memeriksa pelaksanaan komitmen dari Amerika Serikat. Komitmen itu mencakup penghentian permusuhan, pelepasan aset, dan pencabutan blokade.
Gharibabadi juga menyebut delegasi kedua negara akan membahas mekanisme negosiasi lanjutan pada agenda resmi berikutnya.
Menurutnya, seluruh posisi penting Iran sudah masuk dalam rancangan nota kesepahaman.
Laporan media Iran menyebut rancangan memorandum juga memuat pelonggaran sanksi ekonomi dan mekanisme pengawasan pelaksanaan kesepakatan.
Dokumen itu turut menyebut kemungkinan pencairan aset Iran selama masa negosiasi berlangsung.
Namun setelah laporan tersebut beredar, Trump membantah sebagian isi yang muncul di media Iran. Ia menyebut laporan itu sebagai berita palsu melalui media sosial.
Perkembangan terbaru ini muncul setelah ketegangan panjang di kawasan Teluk dan konflik yang melibatkan sejumlah pihak.
Hingga saat ini, publik masih menunggu dokumen resmi dan penjelasan lanjutan mengenai isi akhir kesepakatan tersebut.(ar)









