Fadly Amran Jadi Keynote Speaker GSDC 2026, Paparkan Strategi Padang Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran tampil sebagai salah satu keynote speaker dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026.( poto : padangkita.com )

Wali Kota Padang Fadly Amran tampil sebagai salah satu keynote speaker dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026.( poto : padangkita.com )

Tangerang, seriusnews.id – Fadly Amran GSDC 2026 menjadi sorotan dalam ajang Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (24/6/2026).

Wali Kota Padang itu tampil sebagai satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang mengisi posisi pembicara kunci atau keynote speaker dalam forum internasional tersebut.

Forum itu mempertemukan akademisi, peneliti, dan delegasi dari berbagai negara. Mereka membahas berbagai isu pembangunan berkelanjutan, termasuk pengelolaan risiko bencana dan dampak perubahan iklim.

Dekan City University of Hong Kong, Benjamin Horton, memandu sesi yang menghadirkan Fadly Amran. Dalam diskusi tersebut, Horton meminta Fadly menjelaskan pengalaman Kota Padang saat menghadapi rentetan bencana hidrometeorologi sepanjang 2025.

Fadly memaparkan sejumlah langkah yang dijalankan Pemerintah Kota Padang untuk mengurangi dampak bencana. Ia menekankan bahwa ketangguhan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik.

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga dan partisipasi masyarakat menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan penanganan bencana. Karena itu, Pemko Padang terus memperkuat sinergi di berbagai tingkatan.

“Kolaborasi semua pihak, mulai dari Kelompok Siaga Bencana, jajaran TNI dan Polri, pihak swasta, serta kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci keberhasilan Kota Padang untuk tangguh menghadapi bencana,” ujar Fadly Amran.

Terapkan Empat Tahapan Penanganan Bencana

Fadly menjelaskan bahwa Pemko Padang menjalankan penanganan bencana melalui empat tahapan yang saling terhubung.

Baca Juga :  Lokasi Samsat Keliling Jadetabek 15 Juni 2026, Cek Jadwal dan Titik Layanan Lengkap

Tahapan tersebut meliputi tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, dan peningkatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.

Melalui pola itu, pemerintah kota berupaya mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana berikutnya.

Pendekatan tersebut juga membantu pemerintah menyusun langkah yang lebih terukur.

Selain itu, Pemko Padang melibatkan kalangan akademisi dalam proses penyusunan kebijakan. Langkah tersebut bertujuan agar setiap kebijakan memiliki landasan ilmiah yang kuat.

“Kolaborasi bersama para akademisi menjadi bagian penting bagi kami untuk menyiapkan kebijakan berbasis sains (scientific based policy),” katanya.

Alokasikan Anggaran Rp371,85 Miliar

Fadly juga menyoroti dukungan anggaran yang menjadi bagian penting dari strategi mitigasi bencana. Menurutnya, pemerintah daerah harus menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

Karena itu, Pemko Padang mengarahkan anggaran khusus untuk mendukung berbagai program penanganan bencana hidrometeorologi. Anggaran tersebut mencakup upaya mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana.

“Pemko Padang menunjukkan keberpihakan penganggaran terhadap kebutuhan masyarakat. Sebanyak Rp371,85 miliar telah dikucurkan khusus untuk penanganan bencana hidrometeorologi di Kota Padang,” ungkapnya.

Akademisi Internasional Beri Apresiasi

Paparan Fadly mendapat tanggapan positif dari para panelis yang hadir. Mereka menilai pengalaman Kota Padang memberikan contoh nyata tentang pentingnya kolaborasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana.

Asisten profesor City University of Hong Kong, Jung Eun Chu, menyoroti cuaca ekstrem yang melanda Asia Tenggara dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Pemko Padang Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis Jelang Penilaian BGN

Ia menyebut dampak yang muncul saat Siklon Tropis Senyar melanda kawasan tersebut berada di luar pola yang biasa terjadi.

“Apa yang terjadi di Kota Padang dan kawasan Asia Tenggara secara umum ketika Siklon Tropis Senyar melanda benar-benar di luar kewajaran. Para peneliti saat ini sedang meneliti anomali iklim tersebut secara mendalam,” kata Jung Eun Chu.

Sementara itu, peneliti Peipei Chen menilai sistem manajemen informasi yang diterapkan Pemko Padang mampu mendukung proses mitigasi secara efektif. Ia menekankan pentingnya pengelolaan data dalam setiap tahapan penanganan bencana.

Menurut Peipei, pemerintah perlu memantau tren data sebelum bencana terjadi agar dapat mengambil keputusan lebih cepat. Pendekatan tersebut juga membantu aparat menjalankan respons darurat secara lebih terukur.

“Cara mengelola data dalam penanganan bencana sangat penting. Utamanya adalah memperhatikan tren data sebelum bencana terjadi, sehingga penanganan ketika terjadi keadaan darurat bisa lebih cepat dan terukur, seperti yang telah sukses diterapkan di Kota Padang,” ujarnya.

Kehadiran Fadly Amran sebagai keynote speaker GSDC 2026 menunjukkan perhatian dunia internasional terhadap pengalaman Kota Padang dalam mengelola risiko bencana.

Melalui kolaborasi, kebijakan berbasis sains, dan dukungan anggaran yang kuat, Kota Padang terus memperkuat ketahanan daerah menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi.(ar)

Berita Terkait

Jalan Provinsi Agam Terban di Palembayan, Akses Padang Koto Gadang–Bukittinggi Lumpuh
Fadli Zon Gagas Indarung Biennale, Pabrik Indarung I Disiapkan Jadi Pusat Seni Bertaraf Dunia
Longsor Lembah Anai Tutup Total Jalur Padang–Bukittinggi, Pengendara Dialihkan ke Malalak dan Sitinjau Lauik
Proyek SPAM Taban III Rp239 Miliar di Padang Resmi Dimulai untuk Perkuat Layanan Air Bersih
Wali Kota Pariaman Salurkan Bantuan Pangan untuk 9.938 KPM di Empat Kecamatan
Pemkab Dharmasraya Salurkan Alsintan dan 90 Ton Benih Padi untuk Petani
Surau Adat Minangkabau di Nagari Salayo Solok, Jejak Sejarah dan Fungsi Sosial yang Masih Terjaga
Basalisiah Tabuik Pariaman 2026 di Simpang Tugu Tabuik, Ribuan Warga Saksikan Atraksi Budaya Kolosal
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:00 WIB

Fadly Amran Jadi Keynote Speaker GSDC 2026, Paparkan Strategi Padang Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:58 WIB

Jalan Provinsi Agam Terban di Palembayan, Akses Padang Koto Gadang–Bukittinggi Lumpuh

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00 WIB

Fadli Zon Gagas Indarung Biennale, Pabrik Indarung I Disiapkan Jadi Pusat Seni Bertaraf Dunia

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:00 WIB

Longsor Lembah Anai Tutup Total Jalur Padang–Bukittinggi, Pengendara Dialihkan ke Malalak dan Sitinjau Lauik

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:00 WIB

Proyek SPAM Taban III Rp239 Miliar di Padang Resmi Dimulai untuk Perkuat Layanan Air Bersih

Berita Terbaru