Sumatera Barat, seriusnews.id – Sektor pariwisata Sumatera Barat menunjukkan performa memikat sepanjang bulan kelima tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat melaporkan angka kunjungan wisatawan mancanegara Sumbar melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM) periode Mei 2026 menyentuh 7.717 kunjungan.
Catatan ini menandai grafik pertumbuhan yang menggembirakan daripada capaian bulan sebelumnya. Akses penerbangan internasional ke Ranah Minang pun kembali bergairah seiring meningkatnya arus kedatangan pelancong asing.
“Jumlah ini mengalami peningkatan 34,68 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 5.730 kunjungan,” kata Kepala BPS Provinsi Sumbar Nurul Hasanudin di Padang, Kamis.
Arus Kedatangan Wisatawan Asing Didominasi Negara Malaysia
Nurul Hasanudin menguraikan bahwa turis asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar bagi pariwisata lokal. Sebanyak 5.891 kunjungan pelancong Negeri Jiran mendominasi pintu kedatangan internasional BIM selama Mei 2026.
Peringkat selanjutnya menyusul pelancong dari Australia sebanyak 331 kunjungan, Singapura 198 kunjungan, dan Amerika Serikat 134 kunjungan. Sementara itu, wisatawan asal Prancis memberikan kontribusi sebanyak 91 kunjungan ke berbagai destinasi Sumbar.
Turis asal Spanyol menempati posisi keenam dengan menorehkan sebanyak 74 kunjungan. Dari jajaran 10 besar negara asal wisman, warga negara Spanyol mengalami lonjakan pertumbuhan paling tinggi dengan kenaikan mencapai 270 persen dibandingkan April 2026.
Namun, secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2026, total kedatangan pelancong internasional baru menyentuh angka 30.092 kunjungan. Angka agregat ini memperlihatkan penurunan sebesar 12,86 persen bila bersanding dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.
Perjalanan Wisatawan Nusantara Ikut Mengalami Kenaikan Signifikan
Kondisi cerah tidak hanya milik pasar internasional, melainkan juga menyelimuti pergerakan turis domestik. BPS mendeteksi arus perjalanan wisatawan Nusantara ke Sumatera Barat pada Mei 2026 menembus 2.004.175 perjalanan.
Kuantitas tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 6,21 persen daripada data April 2026 yang tertahan di angka 1.886.972 perjalanan. Penguatan pergerakan pelancong domestik ini memberikan angin segar bagi para pelaku industri pariwisata daerah.
“Sementara jika dibandingkan dengan Mei 2025, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara mengalami peningkatan 13,66 persen,” papar Nurul Hasanudin secara transparan.
Secara akumulatif sepanjang Januari sampai Mei 2026, akumulasi perjalanan wisatawan domestik telah menyentuh angka 10,07 juta perjalanan. Angka performa ini tumbuh tipis 0,41 persen jika membandingkannya dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Di samping itu, aktivitas warga Sumbar yang bepergian ke luar daerah juga ikut merangkak naik. Jumlah perjalanan keluar dari masyarakat lokal menyentuh 1.833.194 perjalanan, alias melonjak 10,01 persen ketimbang bulan sebelumnya.
Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang Menunjukkan Geliat
Peningkatan volume kunjungan pelancong ini otomatis memengaruhi dinamika bisnis akomodasi di seluruh wilayah Sumatera Barat. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk hotel klasifikasi bintang pada Mei 2026 bertengger pada angka 46,17 persen.
Rasio keterisian tempat tidur tersebut mengalami kenaikan tipis sebesar 0,35 persen poin dari posisi April 2026. Sebaliknya, performa kurang menggembirakan justru membayangi penyedia jasa penginapan kelas menengah ke bawah atau nonbintang.
BPS mencatat TPK untuk hotel klasifikasi nonbintang melorot 0,91 persen poin menjadi 16,92 persen di bandingkan bulan April lalu. Kondisi fluktuatif ini memperlihatkan preferensi konsumen yang cenderung memilih fasilitas penginapan dengan standarisasi bintang selama masa liburan.
“Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Mei 2026 yakni 1,24 malam,” ujar Nurul Hasanudin saat mengakhiri rilis data perkembangan pariwisata tersebut.(ar)









