Geopark Ranah Minang Silokek Menuju UNESCO: Sumbar Siap Tembus Panggung Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Mahyeldi Ansharullah bersama tim evaluator UNESCO Global Geopark, (UGGp) Prof. Jeon Yang Mun dari Korea Selatan dan Nicolas Klee dari Prancis, di Istana Gubernuran, Minggu malam (16/8/2026).(poto: padangkita.com).

Mahyeldi Ansharullah bersama tim evaluator UNESCO Global Geopark, (UGGp) Prof. Jeon Yang Mun dari Korea Selatan dan Nicolas Klee dari Prancis, di Istana Gubernuran, Minggu malam (16/8/2026).(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen pemerintah daerah membawa Geopark Ranah Minang Silokek menuju panggung dunia. Ia menyampaikan komitmen tersebut saat menerima tim evaluator UNESCO Global Geopark di Istana Gubernuran pada Minggu malam, 16 Agustus 2026.

Tim evaluator dunia yang hadir meliputi Profesor Jeon Yang Mun dari Korea Selatan dan Nicolas Klee dari Prancis. Kedatangan mereka bertujuan menilai kawasan geopark kebanggaan masyarakat Kabupaten Sijunjung tersebut.

Mahyeldi menyebut proses evaluasi ini bukan sekadar penilaian teknis kawasan belaka. Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan keseriusan Sumatera Barat dalam menjaga warisan geologi dan keanekaragaman hayati.

Ia menekankan bahwa Geopark Ranah Minang Silokek tidak boleh hanya dipandang sebagai destinasi wisata semata. Kawasan tersebut merupakan warisan berharga yang harus dikelola melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Tiga Kekayaan Utama Pembentuk Geopark Ranah Minang Silokek

Mahyeldi menjelaskan kekuatan utama Silokek bertumpu pada keanekaragaman geologi, keanekaragaman hayati, serta keanekaragaman budaya. Bentang alam karst, tebing Lembah Silokek, dan aliran Sungai Batang Kuantan menjadi benteng kekayaan alam kawasan tersebut.

Baca Juga :  Festival Minangkabau 2026 Resmi Dibuka, Mahyeldi: Budaya Jadi Penggerak Ekonomi

Ia juga menyamakan kawasan Silokek dengan buku sejarah bumi yang terbuka bagi siapa saja. Batuan dan bentang alam di kawasan ini menyimpan jejak perjalanan sejarah bumi selama jutaan tahun.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengintegrasikan pengembangan Silokek ke dalam RPJPD 2025–2045 dan RPJMD 2025–2029. Langkah strategis ini mendukung konsep Green Province yang menempatkan pembangunan daerah agar tetap selaras dengan alam.

Komitmen Panjang Pemerintah Sumatera Barat Menuju Dunia

Mahyeldi memaparkan lima komitmen utama pengembangan kawasan, yakni konservasi, pendidikan, pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi, dan ketangguhan bencana. Ia berharap tim evaluator dapat melihat kerja keras pemerintah bersama masyarakat lokal secara nyata.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengungkapkan perjuangan Geopark Ranah Minang Silokek telah bermula sejak tahun 2018. Pemerintah kabupaten berharap seluruh proses evaluasi berjalan objektif demi mewujudkan mimpi menjadi bagian jaringan geopark dunia.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Perkuat Karakter Hadapi Masa Depan

Sementara itu, evaluator UNESCO Profesor Jeon Yang Mun menegaskan kehadiran timnya bukan untuk menghakimi pengelola lokal. Mereka datang untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan melihat secara langsung pola pengelolaan kawasan.

Pendekatan Kolaboratif Tim Evaluator UNESCO di Sumatera Barat

Jeon mengaku memahami berbagai tantangan yang dihadapi pengelola lapangan karena para evaluator juga berlatar belakang pengelola geopark. Evaluasi ini menjadi ruang bersama untuk saling berbagi persoalan sekaligus menemukan solusi terbaik secara kolaboratif.

Sejumlah tokoh penting turut mendampingi audiensi di Istana Gubernuran. Dewan Pakar Geopark Ranah Minang Silokek Profesor Mega Fatimah Rosana bersama General Manager Zefnihan hadir mendampingi Gubernur.

Kepala Bappeda Sijunjung Khamsiardi, Manajer Ridwan, dan Geolog Rinaldi Ikhram juga hadir. Perwakilan Komite Nasional Geopark Indonesia, Kementerian Pariwisata, Badan Geologi ESDM, serta Balai Perhutanan Sosial Medan melengkapi rombongan.(ar)

Berita Terkait

Pemprov Sumbar Dukung Evaluasi UNESCO Geopark Ranah Minang Silokek
Wali Kota Padang Buka Festival Kota Tua 2026 Berkelas Dunia
Padang Fashion Summit 2026 Angkat Wastra Minangkabau Mendunia
Padang Harmoni Festival 2026 Rayakan Keberagaman dan Toleransi di HJK ke-357
Ribuan Pelari Memadati Pantai Cimpago Meriahkan Blue Ocean Minang Run 2026
Dermaga Apung Rusak, Kunjungan Wisatawan Pulau Angso Duo Pariaman Anjlok
Polda Sumbar Gandeng Dispar dan Satpol PP Perkuat Pengamanan Wisata
Padang Muda Bersakato YCC: Langkah Nyata Pemuda Menginspirasi Pembangunan Daerah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Pemprov Sumbar Dukung Evaluasi UNESCO Geopark Ranah Minang Silokek

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Geopark Ranah Minang Silokek Menuju UNESCO: Sumbar Siap Tembus Panggung Dunia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Wali Kota Padang Buka Festival Kota Tua 2026 Berkelas Dunia

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Padang Fashion Summit 2026 Angkat Wastra Minangkabau Mendunia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Padang Harmoni Festival 2026 Rayakan Keberagaman dan Toleransi di HJK ke-357

Berita Terbaru

Wali Kota Padang Fadly Amran melepas langsung keberangkatan logistik pangan tersebut dari Bandara Internasional Minangkabau pada Sabtu, 22 Agustus 2026.(poto : radarsumbar.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Kirim Bantuan Rendang Gempa NTT

Senin, 24 Agu 2026 - 05:36 WIB