Sawah Lunto, seriusnews.id – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, bergerak cepat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Langkah nyata ini terlihat saat pemerintah daerah membagikan paket bantuan pakaian sekolah gratis kepada ratusan pelajar dari keluarga prasejahtera.
Program bantuan seragam sekolah Sawahlunto ini menyasar 689 pelajar yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial. Pemerintah daerah sengaja meluncurkan program ini untuk meringankan beban biaya pendidikan yang kerap dikeluhkan orang tua. Selain itu, langkah strategis tersebut juga bertujuan nyata dalam mendukung keberlanjutan sekolah anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.
Rincian Paket Bantuan Seragam Sekolah untuk Siswa
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril, merincikan sebaran penerima manfaat program perlengkapan sekolah gratis tersebut secara detail. Ia menjelaskan bahwa penerima bantuan tersebut mencakup 310 murid tingkat SD/MI serta 379 murid untuk tingkat SMP/MTs.
Setiap siswa yang terdaftar menerima total tiga stel seragam baru dari pemerintah daerah secara cuma-cuma. Paket tersebut berisi seragam nasional, seragam Pramuka, dan satu stel seragam tenun khas Silungkang yang menjadi kebanggaan daerah. Pihak dinas menyalurkan seluruh bantuan tersebut secara bertahap langsung melalui sekolah masing-masing anak.
Menurut Asril, program ini berupaya memangkas pengeluaran rutin tahunan keluarga prasejahtera untuk kebutuhan sekolah anak. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari implementasi nyata Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Pemerintah berharap pengurangan hambatan ekonomi ini mampu menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda.
Komitmen Pemerintah Daerah Menekan Angka Anak Putus Sekolah
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mengawal masa depan pendidikan anak-anak di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa kondisi finansial orang tua sama sekali tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk menuntut ilmu.
Riyanda menyampaikan hal itu saat menyerahkan bantuan secara simbolis pada apel gabungan Pemerintah Kota Sawahlunto di Lapangan Ombilin. Ia menginginkan agar setiap anak di Sawahlunto mendapatkan hak dan kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala biaya.
Program pembagian perlengkapan ini menjadi bukti otentik keberpihakan pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat kelas bawah. Kehadiran seragam gratis membuat anak-anak dapat fokus mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas dengan percaya diri. Mereka tidak perlu lagi merasa minder atau terbebani oleh urusan biaya perlengkapan sekolah yang mahal.
Data Terpadu Kemensos Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Pemerintah Kota Sawahlunto menerapkan standar akurasi yang ketat dalam menentukan seluruh penerima manfaat bantuan pakaian sekolah ini. Langkah ini krusial untuk menghindari potensi salah sasaran dalam penyaluran aset negara di sektor pendidikan.
Tim teknis menyaring ketat seluruh profil pelajar berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial. Data valid tersebut menjadi kompas utama pemerintah daerah dalam mengalirkan jaring pengaman sosial di sektor pendidikan secara objektif.
Dengan basis data yang kuat, bantuan ini mengalir tepat kepada keluarga yang memang berada dalam kondisi ekonomi paling membutuhkan. Pola pengawasan ketat ini menjamin akuntabilitas program dan memastikan tidak ada anak prasejahtera yang terlewatkan dari perhatian pemerintah.(ar)









