Jambi, seriusnews.id – Perjalanan menempuh pendidikan tinggi selalu menyisakan cerita inspiratif dari para wisudawannya. Sahal Maghfud lulusan UNJA berhasil membuktikan hal tersebut dengan meraih predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.
Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi angkatan 2022 ini menyelesaikan masa studinya dalam waktu 3 tahun 11 bulan. Pemuda asal Desa Bukit Makmur, Kecamatan Sungai Bahar ini merupakan putra pertama dari pasangan Abdul Basir dan Mahsunah.
Sahal menempuh pendidikan dasar di SDN 202 Muaro Jambi sebelum melanjutkan ke SMPN 36 Muaro Jambi. Ia kemudian menuntaskan masa sekolah menengah atas di SMAN 4 Muaro Jambi.
Ketertarikan pada dunia komputer mendorong Sahal untuk mendaftar ke Program Studi Sistem Informasi Universitas Jambi. Menariknya, ia mengaku sama sekali tidak memahami arti predikat cumlaude ketika awal menginjakkan kaki di kampus.
Ia hanya memancangkan tekad dan berharap mampu meraih predikat tersebut karena melihat reputasinya yang baik. Sahal mengaku tidak menerapkan strategi khusus atau rahasia rumit untuk mempertahankan nilai akademiknya.
Ia menyebut dirinya sebagai mahasiswa “kupu-kupu” yang memilih langsung pulang usai jam kuliah selesai. Waktu luang tersebut ia manfaatkan untuk fokus mengerjakan seluruh tugas dari dosen secara serius.
Pengalaman Dan Kiprah Perkuliahan Sahal Maghfud Di UNJA
Di balik kesederhanaan gaya belajarnya, Sahal mengukir sejumlah prestasi membanggakan di bidang teknologi informasi. Ia pernah berkontribusi aktif sebagai Web Developer dalam proyek Digimos pada Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).
Sahal juga mengasah kemampuan digitalnya melalui program Studi Independen Bangkit Academy pada jalur Machine Learning. Ia menuntaskan program pelatihan nasional tersebut hingga berhasil menyandang predikat Distinction Graduate.
Pengalaman berharga itu semakin memacu ketertarikannya untuk mendalami bidang Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning. Minat besar tersebut kemudian menginspirasinya dalam memilih topik tugas akhir untuk meraih gelar sarjana.
Ia menyusun skripsi yang berfokus pada pemanfaatan Machine Learning dan AI untuk mendeteksi situs web ilegal. Sistem deteksi yang ia kembangkan tersebut menggunakan pendekatan multimodal untuk meningkatkan akurasi analisis.
Sahal mengungkapkan bahwa ia tidak menghadapi kendala teknis yang berarti selama menempuh masa perkuliahan. Tantangan terberat justru datang dari dalam dirinya sendiri, terutama saat rasa malas mulai muncul.
Dukungan penuh dari kedua orang tua, keluarga, serta teman-teman dekat menjadi kunci utamanya bangkit. Kehadiran mereka terus memberikan motivasi bagi Sahal untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Langkah Karir Dan Pesan Motivasi Bagi Mahasiswa
Setelah resmi mengantongi gelar sarjana, Sahal mulai mempersiapkan langkah berikutnya untuk memasuki dunia kerja profesional. Ia berencana mencari pekerjaan dan mempertimbangkan untuk mengikuti program MagangHub sebagai pengalaman awal.
Sahal juga tidak lupa membagikan pesan semangat untuk seluruh mahasiswa yang masih berjuang di bangku kuliah. Ia mendorong para juniornya agar tetap percaya diri, pantang menyerah, dan tekun dalam menuntut ilmu.
Ia menyisipkan sebuah kutipan favorit yang selalu menjadi pengingat baginya untuk tidak membandingkan diri. Sahal percaya bahwa setiap individu merupakan tokoh utama dalam perjalanan hidup mereka masing-masing.
Menurutnya, setiap orang memiliki keunikan, kelebihan, serta jalan perjuangan yang berbeda satu sama lain. Ia memandang predikat cumlaude yang ia raih sekadar pencapaian dalam bentuk angka di atas kertas.
Sahal menekankan bahwa nilai akademik bukan satu-satunya tolok ukur utama atas kerja keras seseorang. Banyak orang di luar sana berjuang sangat keras meskipun tidak selalu memperoleh penghargaan formal.
Pencapaian ini menjadi batu loncatan bagi Sahal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata. Kisah suksesnya membuktikan bahwa ketekunan dan fokus mampu membawa seseorang meraih prestasi tertinggi.(ar)









