Rehabilitasi Mangrove Sanctuary Mandalika: Pengelola Tanam 4.500 Bibit Pohon Rhizophora di Blok 11

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulihkan Ekosistem Pesisir, ITDC Tanam 4.500 Bibit Mangrove di Kawasan Sanctuary Mandalika.(poto: radarntb.com).

Pulihkan Ekosistem Pesisir, ITDC Tanam 4.500 Bibit Mangrove di Kawasan Sanctuary Mandalika.(poto: radarntb.com).

Lombok Tengah, seriusnews.id – Pengelola kawasan The Mandalika kembali memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui aksi nyata penanaman ribuan bibit pohon di Lombok Tengah. Tim lapangan menggelar kegiatan rehabilitasi Mangrove Sanctuary Mandalika dengan menanam 4.500 bibit mangrove jenis Rhizophora di Blok 11 (Demplot 11) pada Jumat (24/7/2026).

Pemilihan jenis vegetasi ini berlandaskan hasil kajian ekologi menyeluruh yang mempertimbangkan kondisi alam setempat. Para ahli memilih jenis Rhizophora karena memiliki karakteristik biologis yang sangat cocok dengan struktur tanah lokal.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menjelaskan bahwa pihak pengelola telah menjalankan rangkaian persiapan teknis sebelum memulai proses penanaman. BPSPL bersama Injourney dan ITDC turun langsung memimpin survei lapangan, analisis struktur tanah, hingga penentuan spesies vegetasi yang tepat.

Pari Wijaya menegaskan bahwa tim teknis memfokuskan kegiatan penanaman di Blok 11 dengan target kerja intensif selama tujuh hari ke depan. Langkah cepat ini bertujuan agar seluruh bibit mangrove dapat tumbuh optimal dan memperkokoh ekosistem pesisir kawasan tersebut.

Pengelola Mandalika Menjalankan Program Rehabilitasi Lingkungan Jangka Panjang

Aksi penghijauan kawasan pesisir ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan pengelola. Program konservasi ini merupakan bagian integral dari strategi pelestarian lingkungan jangka panjang berdurasi lima tahun.

Baca Juga :  Kurangi Dampak Sosial, Pemkab Agam Matangkan Jalur Alternatif Tol Sicincin - Bukittinggi

Direktur Utama Injourney, Maya Watono, memimpin langsung peresmian awal program ini pada September 2025. Peresmian tersebut menandai penetapan kawasan konservasi mangrove seluas 45,7 hektar di kawasan The Mandalika.

Sejak akhir tahun lalu, pengelola kawasan berhasil menanam sebanyak 20.000 bibit pohon di beberapa demplot. Tambahan 4.500 bibit pada tahap terbaru ini menambah total capaian menjadi 24.500 bibit mangrove.

Penanaman tersebut mencakup areal seluas tujuh hektar dari total 23 blok demplot rehabilitasi. Pengelola terus memperluas jangkauan penanaman secara bertahap demi menghijaukan seluruh zona konservasi.

Sinergi Lintas Sektor Menjaga Keberlanjutan Ekosistem Mangrove Mandalika

Pihak pengelola menekankan betapa pentingnya dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan kawasan. Upaya pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan kolektif agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Pari Wijaya mengajak akademisi kampus, pihak swasta, serta kelompok masyarakat untuk saling berkolaborasi dan bergotong royong. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan kawasan Mangrove Sanctuary Mandalika sebagai warisan hijau yang berharga bagi generasi mendatang.

Keberadaan ekosistem mangrove yang lestari berfungsi sebagai benteng ekologis utama dari ancaman abrasi pantai. Selain itu, kawasan hijau ini menjadi paru-paru lingkungan yang menyuplai udara bersih bagi kawasan pariwisata Mandalika.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Ajak Alumni IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Berkontribusi Nyata

Selain memberikan dampak ekologis, pengembangan area konservasi ini juga menyimpan potensi besar bagi sektor pariwisata. Pengelola merancang kawasan ini untuk menggerakkan roda perekonomian warga lokal secara langsung.

Pengembangan Destinasi Ecotourism dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal

Proyeksi pengembangan kawasan menitikberatkan pada konsep pariwisata ramah lingkungan berbasis edukasi atau ecotourism. Pengelola menyiapkan atraksi pengamatan burung (bird watching) serta paket wisata edukatif bertajuk Mangrove Sanctuary Journey.

Sektor ekonomi kerakyatan turut merasakan dampak positif dari pemulihan kondisi ekosistem pesisir ini. Ekosistem yang sehat membuka peluang kerja baru bagi warga binaan melalui usaha budidaya kepiting rawa.

Pari Wijaya berharap kawasan ini memberikan nilai tambah ekonomi nyata bagi masyarakat di sekitar lokasi destinasi. Integrasi antara konservasi dan ekonomi lokal mendukung terwujudnya sektor pariwisata berkelanjutan di The Mandalika.

Seluruh rangkaian kegiatan rehabilitasi ini membuktikan bahwa pembangunan pariwisata modern dapat berjalan seiring dengan perlindungan alam. Pengelola optimistis kawasan konservasi ini akan menjadi tolok ukur baru pengelolaan pariwisata hijau di Indonesia.(ar)

Berita Terkait

Nakhoda Baru Kodaeral II Siap Jaga Pesisir Ranah Minang
BPJS Kesehatan Buka Layanan di MPP Tanah Datar Tiap Kamis
Defri Mulyadi Kembali Pimpin IJTI Sumbar 2026–2030
Tol Sicincin–Bukittinggi Tembus Bukit Barisan Mulai 2027
Investasi SDM Kunci Utama Kemajuan Padang Menuju Kota Kreatif
Razia Hiburan Malam Padang, Polisi Ciduk 2 Pria Positif Sabu
Semen Padang Kucurkan Rp104 Juta untuk Warga Lambung Bukit
PPS Sakato Semen Padang Borong 26 Medali di Festival Silat 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:26 WIB

BPJS Kesehatan Buka Layanan di MPP Tanah Datar Tiap Kamis

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Defri Mulyadi Kembali Pimpin IJTI Sumbar 2026–2030

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Tol Sicincin–Bukittinggi Tembus Bukit Barisan Mulai 2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Investasi SDM Kunci Utama Kemajuan Padang Menuju Kota Kreatif

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Razia Hiburan Malam Padang, Polisi Ciduk 2 Pria Positif Sabu

Berita Terbaru

Secangkir air rebusan kulit manis hangat beralas tatakan kayu, disajikan bersama batang kayu manis, bubuk rempah, dan madu di meja dapur.

Kesehatan

Rahasia Manfaat Kulit Manis untuk Gula Darah dan Diet Sehat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:36 WIB

Deretan rempah herbal alami seperti kunyit, jahe, bawang putih, dan daun salam yang ampuh menurunkan kolesterol.

Kesehatan

5 Herbal Penurun Kolesterol Alami yang Terbukti Manjur

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:30 WIB

Seduhan kunyit hangat, madu alami, dan lidah buaya yang ampuh meredakan gejala asam lambung serta maag.

Kesehatan

5 Obat Herbal Asam Lambung Alami yang Redakan Maag Cepat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:26 WIB

Ilustrasi Uji coba implementasi platform LMS Ruang Kelas Digital di hadapan siswa dan guru SMPN 17 Kota Padang.(poto: AI).

Pendidikan

SMPN 17 Padang Uji Coba Ruang Kelas Digital Diskominfo

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:21 WIB