Padang, Seriusnews.id – Pemerintah pusat mematangkan rencana pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sepanjang 40,8 kilometer untuk memperkuat konektivitas Sumatera Barat. Proyek strategis bernilai konstruksi Rp29 triliun ini menargetkan awal pengerjaan fisik pada Januari 2027 mendatang.
Pertemuan prasosialisasi di Aula Kantor Bupati Padang Pariaman mempertemukan pihak kementerian, DPR RI, PT Hutama Karya, dan tokoh masyarakat. Forum terbuka ini membahas rancangan trase, kebutuhan lahan, serta dampak lingkungan sebelum alat berat mulai bekerja.
Dua Terowongan Panjang Tembus Bukit Barisan
PT Hutama Karya membagi lintasan jalan tol menjadi dua seksi utama, yakni ruas Sicincin–Padang Panjang dan Padang Panjang–Bukittinggi. Kontur pegunungan yang curam mendorong tim perancang membuat rute meliuk demi menjaga keselamatan kendaraan bermuatan berat.
Pengembang juga merancang dua terowongan khusus dengan total bentang mencapai 5,6 kilometer untuk menembus perut Bukit Barisan. Jalur di wilayah Padang Pariaman sendiri membentang sejauh 10,2 kilometer dan memerlukan lahan sekitar 99,06 hektare.
Jaminan Akses Warga dan Pengadaan Lahan
Pemerintah daerah bersama warga menyoroti keberlanjutan akses jalan tani, saluran irigasi sawah, serta ganti rugi tanaman yang terkena jalur proyek. Tim teknis berjanji membangun gorong-gorong dan jembatan penyeberangan berdasarkan hasil survei kebutuhan lapangan secara langsung.
Dinas Perkimtan Sumbar kini menunggu dokumen rencana pengadaan tanah dari Kementerian ATR/BPN sebelum menetapkan lokasi resmi. Tim penilai independen nantinya menghitung nilai kompensasi tanah warga secara adil dan terbuka lewat uji publik.(ar)









