Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemprov Sumbar kawal Sekolah Rakyat untuk memastikan seluruh anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan yang layak. Langkah ini menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi di wilayah Sumatera Barat.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy meninjau langsung hari pertama kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya. Ia menegaskan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak daerah untuk mengejar cita-cita mereka.
Pemprov Sumbar Kawal Program Sekolah Rakyat Bagi Masyarakat
Vasko menjelaskan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki potensi besar namun sering terhalang oleh keterbatasan ekonomi. Beroperasinya sekolah permanen pertama ini menjadi angin segar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Barat.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mereplikasi konsep sekolah ini di berbagai kabupaten dan kota lainnya. Langkah tersebut bertujuan agar pemerataan pendidikan berkualitas dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga.
Sinergi Pemerintah Pusat Dan Daerah Percepat Pembangunan Sekolah
Keberhasilan menghadirkan fasilitas pendidikan gratis ini merupakan hasil kerja sama erat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Koordinasi intensif terus berjalan guna mengawal pelaksanaan Program Strategis Nasional di wilayah Sumatera Barat.
Sebelumnya Vasko bersama sejumlah kepala daerah telah menggelar pertemuan khusus dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pertemuan pada November 2025 tersebut bertujuan mempercepat kesiapan lahan serta dukungan administrasi pembangunan sekolah.
Fasilitas Lengkap Berasrama Siap Menampung Ratusan Siswa Daerah
Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama penuh dengan seluruh biaya pendidikan yang ditanggung penuh oleh pihak pemerintah. Para siswa menerima berbagai fasilitas penunjang seperti makanan bergizi, perangkat komputer, koneksi internet, serta pembelajaran digital.
Kepala BBPPKS Wildan Humaidi menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar ini bertujuan agar para siswa dapat fokus belajar. Pemerintah ingin seluruh peserta didik dapat mengembangkan potensi diri mereka secara optimal tanpa memikirkan beban biaya.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SRT 3 Dharmasraya yang berkapasitas 1.000 orang ini resmi menampung sebanyak 390 peserta didik. Para siswa tersebut berasal dari Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Bukittinggi.
Pemerintah Pusat sendiri menargetkan pembangunan 100 sekolah permanen setiap tahun hingga mencapai total 500 sekolah pada tahun 2029. Pemprov Sumatera Barat siap mendukung penuh target nasional tersebut demi menjamin masa depan generasi muda di daerah.(ar)









