Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak Praja IPDN asal Sumbar untuk bersiap menjadi birokrat masa depan yang berintegritas tinggi. Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan transformasi digital guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Menurut Mahyeldi, tantangan pemerintahan ke depan membutuhkan aparatur yang memiliki kompetensi handal serta karakter kepemimpinan yang kuat. Kepercayaan masyarakat menjadi kunci utama yang harus diraih oleh setiap aparatur sipil negara sejak dini.
Mahyeldi menegaskan bahwa tugas sebagai seorang pamong merupakan amanah besar yang menentukan arah kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Karena itu, setiap calon pamong harus mulai membangun rekam jejak positif serta integritas diri sejak masih menjalani pendidikan.
Mahyeldi Tekankan Kepemimpinan Birokrasi Melalui Rekam Jejak Positif
Mahyeldi menyampaikan pesan tersebut saat memberikan pembekalan langsung kepada para praja di Aula Fakultas Politik Pemerintahan IPDN, Jatinangor, Jawa Barat. Ia mengingatkan para peserta bahwa jabatan hanyalah sarana untuk mengabdi, bukan tujuan utama dalam berkarier.
Ia menyebut birokrasi sebagai tulang punggung negara yang wajib memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Keberhasilan seorang ASN diukur dari sejauh mana dampak pembangunan dan kualitas pelayanan publik dapat dirasakan warga.
Tantangan zaman yang bergerak cepat menuntut aparatur negara untuk bertindak lebih gesit dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan di lapangan. Setiap aparatur harus siap bekerja melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Pemanfaatan Teknologi Digital Menjadi Kebutuhan Utama Birokrasi Masa Depan
Birokrasi masa kini menghadapi tantangan kompleks yang memerlukan pemanfaatan data presisi serta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Penguasaan teknologi digital membantu pemerintah menghadirkan layanan publik yang jauh lebih cepat, tepat, dan efektif.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong penggunaan teknologi modern agar kinerja pelayanan instansi semakin transparan dan berorientasi hasil. Namun, faktor yang paling menentukan keberhasilan birokrasi tetaplah besarnya tingkat kepercayaan dari masyarakat.
Penanganan persoalan strategis seperti kemiskinan, penurunan angka stunting, pengangguran, hingga mitigasi bencana memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Seorang pemimpin birokrasi harus berani hadir di tengah warga dan mengambil keputusan secara cepat serta tepat.
Penerapan Falsafah Daerah Menjadi Fondasi Utama Pengabdian Praja
Karakteristik wilayah Sumatera Barat yang rawan bencana alam menuntut kehadiran aparatur yang selalu siap bekerja di bawah tekanan tinggi. Para calon birokrat wajib memegang teguh nilai kepamongprajaan dan falsafah Tungku Tigo Sajarangan sebagai landasan moral pengabdian.
Mahyeldi meminta para praja meneladani semangat perjuangan tokoh bangsa asal Sumatera Barat seperti Bung Hatta dalam membangun negeri. Sifat jujur, rendah hati, serta terbuka terhadap kritik harus menjadi pegangan utama dalam menjalankan tugas kebijakan.
Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan IPDN Budi Arwan menyambut hangat kehadiran jajaran Pemprov Sumbar di kampus Jatinangor. Saat ini tercatat ada 75 praja asal Sumatera Barat yang terdiri dari tingkatan Pratama, Madya, hingga Utama.(ar)









