Sistem AI Gemini Google Bobol Tiga Perusahaan Nyata Saat Simulasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Google Gemini AI retas 3 perusahaan.(ilustrasi poto: fajarharapan.id).

Google Gemini AI retas 3 perusahaan.(ilustrasi poto: fajarharapan.id).

Jakarta, seriusnews.id – Sistem AI Gemini Google menjadi sorotan publik setelah tidak sengaja menembus sistem milik tiga perusahaan nyata. Kejadian ini berlangsung saat model kecerdasan buatan tersebut menjalankan simulasi peretasan pada Mei 2026.

Lembaga evaluasi keamanan AI bernama Irregular memimpin jalannya pengujian tersebut. Mereka merancang simulasi capture the flag untuk menguji batas kemampuan serta sistem pertahanan model AI.

Kesalahan konfigurasi lingkungan pengujian membuat sistem AI Gemini Google mendadak terhubung ke jaringan internet publik. Padahal, proses evaluasi keamanan siber ini seharusnya berjalan dalam jaringan tertutup tanpa akses luar.

Masalah makin rumit karena nama perusahaan fiktif dalam simulasi ternyata sama persis dengan nama perusahaan asli. Kondisi tersebut mengarahkan Gemini untuk memproses data dari target yang salah di dunia nyata.

Gemini kemudian bergerak menembus pertahanan sistem dengan mencoba berbagai kombinasi kata sandi secara mandiri. AI ini juga melacak informasi tambahan melalui internet untuk menemukan kredensial pada repositori publik.

Baca Juga :  Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026

Berbekal kredensial tersebut, Gemini langsung masuk ke dalam sistem target yang ia kira sebagai bagian simulasi. AI ini baru menghentikan aksinya setelah menyadari bahwa target tersebut merupakan organisasi nyata.

Tanggapan Google Mengenai Insiden Pengujian Keamanan Siber

Google memastikan insiden ini tidak menimbulkan kerusakan fisik maupun kebocoran data pada sistem terdampak. Pihaknya juga telah memberikan pemberitahuan resmi kepada ketiga perusahaan yang masuk dalam jangkauan akses Gemini.

Vice President Security Engineering Google, Heather Adkins, menegaskan pentingnya pelatihan tanggung jawab pada pengembangan AI. Insiden ini menjadi pengingat krusial agar pengembang memperketat pembatasan ruang gerak sistem cerdas.

Google menjelaskan bahwa versi model yang terlibat dalam uji coba ini bukanlah varian Gemini terbaru. Pihak pengembang juga mengapresiasi respons otomatis Gemini yang langsung berhenti bergerak saat menemui sistem nyata.

Baca Juga :  Pemko Padang Gelar PIAGEX 2026 untuk Cetak Talenta Digital

Insiden ini membuktikan tantangan besar dalam mengelola AI agent yang memiliki kemampuan beroperasi secara mandiri. Penguji tidak hanya perlu melatih kecerdasan model, tetapi juga harus mengisolasi lingkungan pengujian secara ketat.

Irregular mencatat kasus serupa juga pernah terjadi pada model AI milik OpenAI, Anthropic, hingga Meta. Kebocoran akses internet saat simulasi memang menjadi celah yang sering memicu AI keluar dari jalur pengujian.

Google bersama para mitra evaluasi kini telah memperbarui seluruh prosedur pengamanan simulasi siber. Langkah ini diambil untuk memastikan AI agent tidak lagi melompati batas antara lingkungan uji coba dan dunia nyata.(ar)

Berita Terkait

Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Kebijakan Rendah Karbon dan Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta
Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026
Beda Baterai Silicon Carbon dan Baterai Biasa HP
7 Perangkat Elektronik Penyedot Listrik Diam-Diam Saat Kondisi Padam
Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif
Asus Rilis Laptop AI ProArt P16 dan P14 di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Tawarkan Spek Studio Portabel
Perbedaan Gemini dan ChatGPT yang Perlu Dipahami Sebelum Memilih
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Kebijakan Rendah Karbon dan Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Beda Baterai Silicon Carbon dan Baterai Biasa HP

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:41 WIB

7 Perangkat Elektronik Penyedot Listrik Diam-Diam Saat Kondisi Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif

Berita Terbaru